Jakarta, 18 Oktober 2008,

Masih terngiang di kuping ini, ketakutan para pelanggar rambu dilarang parkir, bahwasannya mereka akan terkena sanksi gembok di roda nya.
Siapapun akan merasa taku dengan perihal ini, bahkan semua sekarang mulai melihat rambu-rambu, bagus sekali shock therapy itu.

Dan sering nya terucap, kata inkonsistensi terhadap penegakkan hukum tidak lagi menggugah hati para penegak hukum itu sendiri, malah mereka semua berlomba-lomba, membuktikan bahwa itu semua adalah BENAR.

Gambar ini saya ambil pada tanggal 18 Oktober 2008, hari Sabtu siang, dan ini sudah menjadi pemandang sehari-hari setiap saya melewati jalan Casablanca ini.

 

 

 

 

Kenapa? Kenapa cerita penegakan hukum lalu lintas di negara ini, Jakarta pada khususnya selalu berakhir kepada opini pesimis? Apa yang salah, dan kenapa sangat tidak bisa di perbaiki??? Kenapa??

Salahkan kami jika terus meneriakkan, “inkonsistensi penegak hukum, menjadi salah satu biang keladi dari kesemerawutan lalu lintas?” Tolong, jangan selalu melihat rakyat, bercerminlah…dan perbaiki..bukan membiarkan…

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *