Rsa.or.id – Road Safety Association (RSA) Indonesia menggelar serangkaian acara dalam memperingati World Day of Remembrance for Road Traffic Victim (WDOR), sebuah aksi perenungan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan di seluruh dunia pada 17 November, dalam setiap tahunnya.

Tiap tahun, dunia kehilangan lebih dari satu jiwa akibat kecelakaan lalu lintas jalan. RSA Indonesia tahun ini menggelar aksi WDOR dalam sejumlah giat sepanjang November – Desember 2017.

Tiap giat diisi satu hingga tiga kegiatan berwujud informasi, sosialisasi, dan edukasi keselamatan jalan yang menjangkau komunitas, dunia pendidikan, dan pelaku dunia usaha (swasta). Kegiatan tersebut digelar di DKI Jakarta Jakarta, Bekasi, dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

WDOR bersama komunitas pesepeda kayuh

Dalam giat di Jakarta, RSA Indonesia menggelar aksi WDOR dalam acara ‘Hello Nature’ yang digagas Bike To Work (B2W) Indonesia, sebuah komunitas pesepeda kayuh yang menggunakan sepeda untuk beraktivitas pergi dan pulang bekerja di kantor.

Dalam giat tersebut, RSA Indonesia yang diwakili Badan Kehormatan, Rio Octaviano mengisi talk show sosialisasi seputar keselamatan jalan yang bertajuk ‘Aman Bersepeda dan Berbagi Jalan’. Rio memfokuskan pembahasan kepada pentingnya penerapan segitiga RSA (Rules, Skill, Attitude) saat pesepeda kayuh berada di jalan.

“Pemahaman dan penerapan segitiga RSA bagi pesepeda sangatlah penting, mengingat posisi pesepeda termasuk pengguna jalan yang paling rentan setelah pejalan kaki,” kata Rio, di Buperta Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2017).

Rio juga menekankan pentingnya penerapan Attitude atau perilaku pesepeda saat di berada di jalan. Sebab, memahami Rules (aturan) dan memiliki Skills (keterampilan) yang mencukupi belum berarti apa-apa jika Attitude (perilaku) si pengguna jalan terabaikan.

“Kita semua tahu dan mengalami, betapa perilaku santun pengguna jalan di kota besar seperti di Jakarta sudah menjadi barang langka. Pesepeda harus bisa menjadi contoh teladan bagi pengguna jalan lain,” tegas Rio dalam talk show yang sebagian besar pesertanya adalah mahasiswa yang baru memulai menggunakan sepeda untuk aktivitasnya.

Foto: RSA Indonesia bersama komunitas pengguna sepeda kayuh Bike to Work Indonesia mengenang para korban kecelakaan lalu lintas jalan. (RSA)

Dalam penutupan giat di B2W Indonesia tersebut, RSA Indonesia mengajak seluruh peserta dan panitia acara untuk mengenang seluruh pesepeda di dunia yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan, dalam ‘silent moment’ dengan membentangkan spanduk di area acara.

WDOR bersama siswa sekolah, komunitas pesepeda motor dan kalangan pendidik

Besoknya, Minggu (26/11/2017) RSA Indonesia kembali menggelar acara dalam rangka memperingati WDOR. Kali ini giat dilakukan di Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di Taman Bacaan, Bojong Menteng, Bekasi, Jawa Barat.

Dalam giat kali ini, berlaku sebagai tuan rumah adalah Honda Street Fire Club Indonesia Bekasi Chapter, sebuah komunitas pesepeda motor Honda tipe Street Fire di Bekasi, dan Forum Aksara, sebuah komunitas baca yang menyasar anak-anak sekolah dalam aktivitasnya.

Yang unik dari giat ini adalah, edukasi keselamatan jalan oleh RSA Indonesia dilakukan di hadapan peserta yang merupakan siswa SD dan SMP dengan usia berkisar 7 sampai 14 tahun.

RSA Indonesia yang diwakili anggota Divisi Kegiatan, Citra Ayu Lestari mengenalkan kepada para siswa soal rambu lalu lintas dan marka jalan. Selain itu, Citra juga meminta kepada para siswa untuk ikut mengingatkan orang tuanya masing-masing jika ada aspek-aspek keselamatan yang terlupakan.

“Jadi adik-adik, kalau diantar bapak atau ibu ke sekolah dengan motor, jangan lupa meminta untuk dipakaikan helm ya,” ajak Citra yang disambut dengan jawaban ‘iya’ oleh peserta dengan antusias.

Foto; Peringatan WDOR bersama siswa sekolah di Bekasi. (RSA)

Tak lupa, RSA Indonesia mengajak semua yang hadir dalam giat tersebut, yang terdiri dari, pendidik dari Forum Aksara, anggota Honda Street Fire Club dan semua siswa untuk melakukan perenungan dengan mengingat seluruh korban kecelakaan lalu lintas jalan yang sebagian di antarnaya adalah anak-anak.

“Kita ingat mereka para korban, dan ingatkan juga diri kita agar selalu berhati-hati dan tidak menjadi seperti mereka,” tutur Citra.

WDOR bersama pelaku dunia usaha (swasta)

Kegiatan WDOR berikutnya, RSA Indonesia menggandeng pelaku dunia usaha dalam hal ini dari industri manufaktur. Dalam giat yang akan diselenggarakan pada Sabtu (16/12/2017) mendatang itu, karyawan dan manajemen PT. Mitsubishi Electric Automotive Indonesia (MEA INA) yang akan menjadi sasaran edukasi keselamatan jalan.

Nantinya, edukasi dilakukan dalam dua sesi yakni indoor (in class) dan outdoor. Dalam sesi in class, peserta akan diberikan pemahaman terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku, pemahaman terhadap risiko kecelakaan yang dapat terjadi saat berkendara, dan peserta juga akan dibangkitkan kesadarannya terhadap pentingnya perilaku berkendara yang tidak membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Sedangkan dalam sesi outdoor, peserta akan diberikan pemahaman seputar persiapan yang harus dilakukan sebelum berkendara. Hal ini dilakukan, lantaran, kerap terjadi kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya persiapan sebelum berkendara baik dari aspek manusia (pengendara) maupun aspek kendaraannya.

Dalam sesi akhir, seluruh peserta, panita dan manajemen MEA INA akan diajak untuk mengenang para korban kecelakaan lalu lintas jalan di seluruh dunia dalam ‘silent moment’ selama 1 menit. (lucky)

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.