Kepada Yth.
Keluarga dan Teman-teman,

Bila tiba saatnya untuk tumpukan-tulang-berbalut-sedikit-daging ini dibenamkan ke dalam tanah, dan saya yakin kita semua pasti akan mengalaminya, saya punya permintaan yang mesti dilaksanakan. Apaan sih?

Sederhana saja. Saat iringan ambulans membawa tubuh mati ini, saya tak mau rombongan pengantar (bila ada yang hendak mengantar) yang arogan di jalan. Tak perlulah para pengendara sepeda motor yang meminggirkan kendaraan lain, apalagi sampai melakukan tindakan kasar terhadap pengguna jalan lain. Jaga jarak antara ambulans dan rombongan di belakang. Jangan juga memblokade jalan. Mereka punya hak. Hak yang sama dengan saya.

Saya hanya warga biasa, bukan pejabat negara yang punya kuasa. Tidak usah ada sirine atau strobo yang menyala. Antar tubuh ini dengan baik. Saya pun tak hendak buru-buru diinterogasi malaikat.

Aspirasi dari : Edy Caplang 

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.

One thought on “Surat Wasiat

Leave a Reply

Your email address will not be published.