HARI yang melelahkan, namun sekaligus menggairahkan. Kok bisa?

Nyaris sepanjang hari, sejak matahari terbit hingga matahari kembali ke peraduan, Sabtu, 9 November 2013, kami melewati tiap jam dengan isu keselamatan jalan. Sejumlah pengurus dan relawan Road Safety Association (RSA) Indonesia membuka putaran pertama aksi World Day of Remembrance (WDOR) Road Traffic Victim tahun 2013 di klub Plaza Indonesia Motor Club (PIMC) Jakarta, Sabtu, 9 November 2013.

WDOR adalah aksi perenungan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan yang digulirkan serempak di seluruh dunia pada 17 November, dalam setiap tahunnya. Bagi RSA Indonesia, tahun ini bakal digelar dalam lima putaran sepanjang November 2013. Lima putaran digelar di empat kota di DKI Jakarta dan Jawa Barat, yakni Bandung, Bekasi, Cirebon, dan Jakarta.

Tahun 2013, para pengggiat keselamatan jalan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) di dunia mengusung tema ‘Mari Wujudkan Jalan yang Berkeselamatan untuk Semua’. Sedangkan untuk tema lokal, RSA Indonesia mengusung tema ‘Bangkitkan Optimisme Mereka’. Optimisme para korban kecelakaan harus dipulihkan untuk mengembalikan produktifitas para korban luka berat akibat kecelakaan.

Di PIMC Jakarta, RSA Indonesia menekankan tentang pembentukan habit berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Selain soal pengetahuan dan ketrampilan, RSA Indonesia menitikberatkan pada membangun kemauan untuk berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Kemauan bisa timbul bila tiap individu menyadari pentingnya keselamatan bagi lingkungan dan khususnya keluarga.

Selain di PIMC, pada putaran pertama, RSA Indonesia juga menggelar aksi kampanye keselamatan jalan di kelompok pengguna sepeda motor SC 225 di Ragunan, Jakarta Selatan pada Sabtu sore. Hari itu, tim RSA Indonesia dibagi dua. Satu tim menangani aksi WDOR di PIMC dan satunya lagi di SC 225.

Di kedua tempat tersebut, satu pesan yang sama kepada para peserta aksi adalah, apa yang diterima esok hari merupakan refleksi apa yang dilakukan kemarin dan esok hari. Mengubah perilaku dari ugal-ugalan menjadi lebih aman dan selamat, menjadi langkah kunci mengurangi risiko di jalan raya. (edo rusyanto)

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.