GEMURUH mesin kendaraan berbaur dengan kepulan debu dan asap knalpot. Terik mentari siang masih memanggang.

Hiruk pikuk ribuan kendaraan berlalu lalang di perempatan jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat. Jalan itu menghubungkan pintu tol Buah Batu dengan akses ke Cimahi, Cileunyi dan Jatinangor. Poros strategis menghubungkan kota Bandung dengan kawasan di sekitarnya. Wajar saja cukup banyak kendaraan yang wara-wiri.

Di sudut lain Jl Buah Batu, duapuluhan anak-anak muda sibuk menyiapkan spanduk, selebaran, dan air mineral dalam kemasan. Mereka juga sibuk mengatur strategi untuk membagikan selebaran dan pembentangan spanduk. Pesan yang ingin disampaikan seputar pentingnya berkendara yang aman dan selamat untuk kita semua. Mengajak pengguna jalan merenung pilunya dampak kecelakaan.

“Nanti kita membentangkan spanduk di empat titik persimpangan Buah Batu,” tutur Bang Ibrahim, koordinator aksi lapangan Road Safety Association (RSA) Bandung, Minggu (16/16/2012) siang.

Dia yang juga admin Forum Nouvo Indonesia itu, berharap agar aktifitas kali ini menjadi ajang meningkatkan soliditas para relawan yang peduli keselamatan jalan. “Semoga kegiatan kita berjalan lancar,” ujar Humas Nouzers itu.

Para pejuang keselamatan jalan (road safety) itu berasal dari RSA, Soul GT Club Indonesia (SGTCI) Bandung, TVS Brotherhood Apache Community (TBRAC), Bikers Aston Rasuna Community (Barac), dan Avanza Xenia Club (Axic) Bandung. Mereka merapatkan barisan berbagi pesan keselamatan jalan dalam rangka Hari Merenung bagi Korban Kecelakaan Dunia (World Day of Remembrance (WDOR) road traffic injury. Saya menyatu dengan mereka.

“Kita prihatin dan harus berbuat, kita tahu tiap hari rata-rata 89 korban tewas akibat kecelakaan di jalan,” kata Eko Cahyono, sekretaris jenderal RSA, sesaat sebelum aksi, Minggu.

Para relawan road safety membagikan 1.500 flyer kepada para pengguna jalan yang mayoritas adalah pesepeda motor. Selain itu, setiap lampu merah menyala, para relawan membentangkan spanduk berisi pesan keselamatan jalan.

Semangat mereka luar biasa. Spartan. Tampil tanpa pamrih. Tak ada uang saku, tak ada t-shirt cuma-cuma, hanya segelas air minum dalam kemasan.

Namun, para relawan mengaku senang melaksanakan kegiatan yang berlangsung sekitar 1,5 jam. Mereka berharap kegiatan seperti itu dilakukan berkelanjutan.

“Kami sangat senang dan mudah-mudahan kecelakaan berkurang di Jawa Barat,” ujar bro Devri, dari SGCI Bandung.

Bagi Agus Juang Hanura dari Axic Bandung, keselamatan jalan adalah kebutuhan bagi semua pengguna jalan. “Kegiatan ini mesti dilanjutkan dengan penyuluhan ke masyarakat, termasuk dengan visual video kecelakaan sebagai shock therapy,” ujarnya.

Bahkan, TBRAC bakal menggulirkan kegiatan serupa pada Januari 2013. “Kami akan menggelar aksi sama dengan pesan-pesan keselamatan yang bervariasi,” tutur Kang Iyan dari TBRAC.

Lahirnya hari perenungan korban kecelakaan lalu lintas jalan dicetuskan oleh World Health Organization (WHO). Badan dunia itu menetapkan 18 November sebagai hari perenungan atau WDOR. Maklum, jumlah korban yang tewas akibat kecelakaan di dunia mencapai 1,3 juta jiwa per tahun.

Di Indonesia, perenungan pertamakali dilakukan tahun ini oleh RSA. Setelah itu diikuti oleh instansi pemerintah yakni Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI. (edo rusyanto)

 

One thought on “Spartannya Relawan Bandung

  1. Cuma mau bilang,luar biasa spiritnya.Semoga komunitas otomotif regional lainnya bisa menggaungkan makna pentingnya keselamatan di jalan & menularkan spirit seperti ini. (H-218)

Leave a Reply

Your email address will not be published.