Tak terasa kita sudah melewati lebih dari separuh masa dari bulan Ramadhan di tahun ini. Alhamdulillah meskipun kadang terasa berat sejauh ini insya Allah penulis belum pernah absen dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Sebagai seorang pengendara motor memang terkadang bulan Ramadhan jadi ujian tersendiri bagi penulis, dikala rasa lapar dan haus tak jarang emosi kita diuji oleh perilaku buruk pengguna jalan lain. Bagaimana tidak? Di bulan yang suci ini terkadang perilaku pengguna jalan justru semakin liar. Seringkali kita temui betapa banyak pengguna jalan yang mengemudi secara tidak terpuji manakala waktu sudah mendekati adzan maghrib. Hanya demi menuntaskan hasrat untuk berbuka di rumah terkadang sebagian saudara kita melupakan hakikat puasa untuk menahan hawa nafsu, menahan nafsu untuk berperilaku buruk di jalan adalah salah satunya.

Meskipun banyak perilaku pengguna jalan yang serampangan seringkali menyebalkan namun disinilah salah satu ujian bagi kita dalam mengarungi Ramadhan. Lantas, bagaimana kita menghadapinya? Bagaimana agar emosi kita tidak terpancing yang dapat menjerumuskan kita dalam bahaya dan juga bisa berujung pada berkurangnya pahala Ramadhan? Jawabannya satu! Yakni nawaitu alias niat! Dalam menjalankan ibadah puasa, yang harus ditanamkan pertama kali adalah niat. Dalam salah satu hadits yang pernah penulis baca disebutkan bahwa amal itu tergantung pada niatnya. Oleh karenanya mari kita ikhlaskan niat kita untuk berpuasa. Rasul bersabda bahwa siapa yg berpuasa dengan iman dan berharap mengharap ridho Allah maka itulah yg terbaik. Dengan keikhlasan dalam niat menjalankan ibadah puasa Ramadhan maka insya Allah kita selaku pengendara tidak perlu terpancing emosi kala berkendara. Dengan niat yang ikhlas pula, sepatutnya kita bisa lebih santun dalam berkendara, tidak perlu mengumbar syahwat mengebut, apalagi melanggar peraturan lalulintas dimana hal tersebut jelas tidak sesuai dengan akhlak.

Terkait niat itu sendiri memang jadi satu hal yang tidak mudah. Saat ini menerapkan niat secara ikhlas seringkali jadi begitu susah. Maklum saja, situasi di jalan raya terkadang seperti “neraka duniawi”, namun bukankah kita selaku manusia diperintahkan untuk selalu ikhtiar dan istiqomah? Jika kita berkendara dengan niat lillahita’ala maka insya Allah kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT dan tidak terpancing berkendara dengan cara yang tidak terpuji. Insya Allah…

(Mukhammad Azdi)

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *