Jakarta, Sabtu, 30 November 2013 – Road Safety Association (RSA) Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan, pegiat, komunitas, dan peminat keselamatan jalan untuk bersatu. Sinergi kegiatan, pemikiran, dan sumber daya untuk kampanye keselamatan jalan menjadi mutlak di tengah bertubi-tubinya petaka di jalan raya.

Indonesia punya catatan kelam terkait kecelakaan lalu lintas jalan. Dalam tiga tahun terakhir, 2010-2012, setidaknya tiap hari sebanyak delapan puluhan jiwa tewas sia-sia di jalan raya. Mereka anak-anak bangsa yang bisa jadi merupakan calon-calon pemimpin bangsa.

“Lewat silaturahmi jaringan keselamatan jalan kali ini, kami berharap bisa membuat gerakan kampanye keselamatan jalan secara sinergis,” ujar Edo Rusyanto, ketua umum Road Safety Association (RSA) Indonesia, di Jakarta, Sabtu (30/11).

Sinergi yang dimaksud bisa berupa aksi damai mengingatkan pentingnya keselamatan jalan. Selain itu, bisa berupa edukasi ke kantung-kantung masyarakat maupun lewat sekolah-sekolah. “Dengan kegiatan yang sinergis diharapkan bisa lebih massif lagi gelombang penyadaran keselamatan di jalan,” tambah Lucky Subiakto, sekjen Road Safety Association (RSA) Indonesia.

Selain itu, bersamaan dengan ‘Silaturahmi Jaringan Keselamatan Jalan’ RSA Indonesia juga merangkainya dengan acara puncak World Day of Remembrance (WDOR) for Road Traffic Victim tahun 2013 RSA Indonesia. Kegiatan tersebut digelar dalam enam putaran di empat kota, yakni Jakarta, Bekasi, Cirebon, dan Bandung.

Putaran pertama digelar dalam dua aksi, yakni di klub Plaza Indonesia Motor Club (PIMC) Jakarta Pusat, Sabtu, 9 November 2013. Lalu, pada hari yang sama di kelompok pesepeda motor SC225 di Ragunan, Jakarta Selatan.

Dalam putaran kedua, RSA bersinergi dengan komunitas Pulsarian Indonesia PRA Bekasi, Kaliber, di Bekasi, Minggu, 17 November 2013.

Sedangkan putaran ketiga digelar di SMA 1 Negeri Cirebon, Cirebon Kota dan di SMK NU Mekanika, Kabupaten Cirebon. Aksi di Cirebon dilangsungkan pada Sabtu, 16 November 2013.

Putaran keempat digelar bersama Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisaksi, di Jakarta, Sabtu, 23 November 2013.

Sedangkan aksi damai di Bandung yang bertempat di ajang car free day (CFD) di Dago, Bandung, Minggu (24/11), menjadi putaran kelima dari aksi WDOR 2013 RSA Indonesia.

WDOR adalah aksi perenungan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan yang digulirkan serempak di seluruh dunia pada 17 November, dalam setiap tahunnya. Tiap tahun, dunia kehilangan lebih dari satu jiwa akibat kecelakaan lalu lintas jalan. RSA Indonesia tahun ini menggelar aksi WDOR dalam enam putaran sepanjang November 2013. Tiap putaran diisi satu hingga tiga kegiatan berwujud informasi, sosialisasi, dan edukasi keselamatan jalan yang menjangkau komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat umum. Putaran tersebut digelar di empat kota di DKI Jakarta dan Jawa Barat, yakni Bandung, Bekasi, Cirebon, dan Jakarta. (*)

Untuk Kontak:

Edo Rusyanto, Ketua Umum Road Safety Association (RSA)

Twitter @rsaindonesiia
FB: RSAIndonesia
http://www.rsa.or.id

20131202-231453.jpg

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.