Jakarta 25 Juni – Road Safety Association (RSA) menyerukan agar pemerintah dan segenap instansi terkait, seperti Kepolisian RI, tak henti mengkampanyekan keselamatan berkendara di jalan. Kecelakaan di jalan menimbulan kerugian finansial dan memicu kemiskinan akibat hilangnya sumber ekonomi keluarga.

Langkah pemerintah mencanangkan program Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2009, di Jakarta, Rabu (24/6), barulah langkah awal untuk terus menggelorakan budaya keselamatan berkendara di jalan. “Hal paling penting setelah seremonial PNKJ adalah langkah konkret apa yang akan kita lakukan untuk penyebarluasan road safety,” ujar Rio Octaviano, ketua RSA, di Jakarta, Kamis (25/6).

Menurut Rio, peran pemerintah seperti Departemen Perhubungan (Dephub), Polri maupun Departemen Pekerjaan Umum, amat penting untuk mengikis angka-angka kecelakaan di jalan. ”Kecelakaan bisa menyebabkan pemiskinan masyarakat,” tegas Rio. Ia menjelaskan, dari data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), 65% korban kecelakaan terkena imbas finansial. ”Misalnya saja yang menjadi korban kecelakaan adalah seorang suami tiang ekonomi keluarga, maka jika korban sampai meninggal, hilanglah sudah sumber keuangan keluarga,” papar dia.

Karena itu, kata Rio, sudah saatnya kita semua menyerukan gerakan berkendara yang aman dan selamat. ”Setop pemiskinan dari jalan raya,” seru Rio.

Mengutip data pemerintah, tahun lalu korban kecelakaan mencapai sekitar 18 ribu orang dan tahun ini, sebagaimana dilansir Menhub Jusman Syafii Djamal, korban kecelakaan bisa mencapai 19 ribu orang. Mengerikan.

Bersama Pak Giri Suseno

RSA merespons positif ajakan Ketua Global Road Safety Partnership (GRSP) Indonesia Giri Suseno saat memberikan laporan dalam pencanangan PNKJ 2009. ”Komunitas bikers (roda dua) dan komunitas pengguna kendaraan roda empat telah membentuk Road Safety Association (RSA). Mereka juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan yang membentuk tercapainya keselamatan di jalan,” tutur Giri yang juga mantan Menhub itu. Ia mengajak RSA untuk bersama-sama mengkampanyekan road safety ke tingkat RT/RW. ”Bagi kami yang berbasis grassroot, program road safety ke RT/RW adalah aktifitas sehari-hari,” papar Rio.

Para simpatisan yang terdaftar ternyata ada beberapa yang harus membatalkan kehadirannya dikarenakan hal yang mendadak, sedangkan yang berkesempatan hadir pada saat itu adalah,

Dari pengendara motor

  1. Edo Rusyanto – IBC
  2. Irfan Susanto – YJOC
  3. Nurdiansyah E. Siswandhi – Pulsarian
  4. M. Rahmat Faizal – HORNET
  5. Sofyan Hadi – MRC
  6. Muhammad Fauzi – HSJ
  7. Didik Nurhadi – RAPI Riders JakSel
  8. RUDY LUMBAN TOBING – YVC
  9. YULIANTO P – Toyota Riders Community
  10. Syafrudin P – CBR Independent Community
  11. Agung Andri – Topgun Community
  12. Rusli ilfan – HMPC
  13. Ivan Virnanda – Ever Communities
  14. Muhardi – TROTOAR
  15. Syakroni – TeCePe
  16. R. Moh. Ridwan – YSCB
  17. Triarto Khatuliswiyono – TRC125
  18. ARDY P. SANI – IBBC
  19. Hari Prastyo – Bekakak
  20. Kevin Dio Wicaksono – YJOC
  21. Bayu Krisna P – Yamaha Vixion Club Depok
  22. TIYAN MAJID – SBC
  23. Alit Maulana – KOSTER
  24. Sontry Napitupulu – MiLYS
  25. Rio Winto – MiLYS
  26. Arzis Mardy – BHTC
  27. Rizal – HCST
  28. Novar Setiawan (Papank) – SC225
  29. Adi Prakoso – HSJ
  30. Andi Maulana – BARAC
  31. Doni R.Lembong – Honda BeAT Club (HBC)
  32. Oni Yudo Sundoro – HMPC
  33. Probo – HSJ

MOBIL

  1. Purbo Jarsono Wignjosajono – Jakarta Renault Club
  2. Andi Pangeran – Toyota Soluna Community
  3. Arif Hidayat – Toyota Soluna Community
  4. Aprilianto Maulana B – AXIC
  5. Amrih Sahri – Terrano Club Indonesia
  6. Edward N. Yusuf – Jakarta Morris Club
  7. Aria Aradhea – Jakarta Morris Club
  8. Judo Nempung – Jakarta Fiat Club
  9. Saeful Sukardi – Komunitas Migas Indonesia
  10. Aang Maulana – Privateer

RSA juga menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh segala sesuatu yang kurang berkenan di hati para peserta, dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk seluruh rekan yang perduli dengan keselamatan lalu lintas darat ini.

Semoga ini semua menjadikan pergerakan aman berkendara bisa lebih menggaung di nusantara tercinta, Indonesia.

Sekilas RSA

Road Safety Association (RSA) berdiri pada 2007 adalah lembaga swada masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang keselamatan berkendara di jalan. Organisasi yang semula bernama Forum Safety Riding Jakarta (FSRJ) memiliki ratusan simpatisan dan relawan, termasuk puluhan komunitas sepeda motor dan komunitas pengendara mobil.

RSA berbasis di Jakarta, hingga kini mengkampanyekan road safety melalui pertemuan informal komunitas sepeda motor secara berkala satu bulan sekali, kemudian melalui event hari jadi komunitas motor, maupun program pelatihan ke sekolah menengah umum dan perusahaan-perusahaan yang peduli road safety.

RSA bersifat nirlaba dan independen.

Photo dan Berita-berita terkait dapat di baca di :

http://oto.detik.com/read/2009/06/25/093657/1153714/648/kecelakaan-sama-dengan-pemiskinan-massal

http://oto.detik.com/read/2009/06/24/170506/1153436/648/pemerintah-dinilai-kurang-peduli-soal-keselamatan-berkendara

http://s18.photobucket.com/albums/b119/digitaLmbuL/PNKJ2009/

Di depan anjungan Riau

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *