Jika kita mau sedikit mengarahkan perhatian kita, maka kita akan menemukan bahwa berita terkait kriminalitas di jalan raya nyaris tak pernah luput menghiasi koran-koran ibukota maupun tayangan berita kriminal di televisi. Kriminalitas di jalan raya sesungguhnya bukanlah hal yang baru, mengingat kriminalitas itu  sendiri merupakan konsekuensi logis dari kondisi bermasyarakat kita yang majemuk jika dilihat dari sudut pandang sosial-ekonomi. Kriminalitas sendiri sesungguhnya adalah kanker dalam tubuh masyarakat yang jika dibiarkan maka ia akan menjadi semakin ganas dan sulit untuk dikendalikan. Oleh karenanya, menjadi sebuah hal yang menyedihkan manakala pemberitaan akan tindak kriminal justru semakin meningkat setiap harinya.

Kriminalitas memiliki akar yang beragam, namun tidak dapat dipungkiri bahwa memburuknya tingkat kesejahteraan sebagian masyarakat berperan besar dalam meningkatnya angka kriminalitas. Tindak kriminal sendiri memiliki beragam bentuk dalam “eksekusinya”, namun menjadi sebuah fenomena tersendiri manakala jalan raya kian hari semakin menjadi pilihan utama bagi para pelaku tindak kriminal dalam menjalankan aksinya. Tindak kriminalitas di jalan raya antara lain terwujud dalam aksi perampokan, perampasan kendaraan, maupun aksi-aksi lainnya yang tak jarang merenggut nyawa korban.

Memahami kriminalitas di jalan raya, kita tidak bisa sepenuhnya menjadikan kemiskinan maupun kondisi sosial-ekonomi sebagai penyebab tunggal. Asumsi tersebut didasarkan pada fakta bahwa sebagian besar jalan raya di Indonesia belum cukup memadai dalam menjamin keamanan pengguna jalan dari bahaya kriminalitas. Kita ketahui bahwa infrastruktur vital seperti lampu penerangan yang layak saja masih tidak tersedia di sebagian ruas jalan. Minimnya infrastruktur jalan biasanya ditemukan di jalan yang berada diwilayah sub-urban dan jauh dari keramaian, padahal kita ketahui bahwa kawasan yang gelap dan sepi adalah lokasi favorit dari pelaku tindak kriminal. Infrastruktur yang tidak memadai ini ditambah dengan minimnya ketersediaan aparat terkait dalam menjamin keamanan di daerahnya, jangankan melindungi masyarakat dari tindak kriminal, aparat yang tersedia saat ini pun masih sulit untuk mengendalikan daerahnya dari pelaku pelanggaran lalulintas.

Lantas, bagaimana kita menyikapi potensi kriminalitas di jalan raya? Selain pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana jalan yang memadai maka kita selaku pengguna jalan juga sudah sepatutnya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara. Adalah benar asumsi yang menyatakan bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja selama ada kesempatan. Atas dasar tersebut, hendaknya kita bisa memilih waktu yang tepat untuk berkendara dan menghindari waktu dan wilayah yang memiliki potensi terjadinya tindak kriminalitas.

Mukhammad Azdi

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *