BANYAK dari kita melihat dan mendengar kepedihan. Pahitnya kecelakaan lalu lintas jalan menjadi satu sisi kepedihan yang ada di sekeliling kita. Kejamnya kecelakaan di jalan merenggut banyak harapan. Anak yang ingin menjadi olahragawan bisa kandas. Mahasiswa yang ingin menjadi sarjana sirna. Bapak yang ingin bahagia melihat anak tercinta menjadi dewasa harus merana. Atau, bintang muda yangg bersinar harus redup selamanya.

Sejak tahun 1992 hingga kini, sedikitnya 280 ribuan jiwa direnggut oleh kecelakaan di jalan. Lebih dari setengah juta orang terluka, termasuk cacat seumur hidup. Kecelakaan pasti menyakitkan. Kita bisa mengurangi fatalitas akibat kecelakaan. Mengurangi risiko. Kalau kita mau. Mengenang orang tercinta di sekitar kita yang menjadi korban kecelakaan bisa mengingatkan soal bahayanya tragedi jalan raya. Memetik hikmah agar kita lebih waspada. Lebih berhati-hati. Sudi berbagi ruas jalan. Memprioritaskan keselamatan ketimbang emosi dan ego pribadi. Ya. Perilaku berkendara atau faktor manusia menjadi pemicu kecelakaan yang dominan. Salah satu upaya mereduksi potensi kecelakaan di jalan adalah dengan berkendara yang aman dan selamat. Tidak ugal-ugalan, mau taat aturan, dan terus meningkatkan keterampilan berkendara.

Untuk mengenang orang di sekitar kita dan saling mengingatkan, Road Safety Association (RSA) Indonesia menggelar aksi damai bertajuk ‘World Day of Remembrance for Road Traffic Victim 2012’, di perempatan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu, 18 November 2012, siang. RSA mengundang siapa pun untuk berbagi. Turun ke jalan untuk saling mengingatkan bahayanya kecelakaan jalan. Mengajak untuk semua dari kita lebih peduli atas keselamatan. Berkendara yang aman dan selamat. Cukup sudah 89 korban tewas setiap hari pada 2011. Mau bergabung? (edo rusyanto)

 

Note. Acara dilakukan serempak di seluruh dunia oleh NGO Road Safety

4 thoughts on “RSA Mengundang!

  1. RSA jangan cuma dijakarta aja dong, di daerah juga, Semarang, Bandung, Surabaya dan Jogja dulu, baru luar pulau. Soalnya selama ini yg saya amati, terutama di daerah, karena terlalu mudahnya membeli motor dan mendapatkan SIM, jadi yg biasa naik sepeda, berubah naik motor dan habit bersepeda masih dibawa dalam mengendara motor, seperti berbelok tiba2 tanpa tanda2 yg jelas, dkk…. Makasih

  2. Semoga sukses acara siang tadi, maaf tidak bisa ikut terjun, lagi siaga dirumah.
    Dan sebagian besar rangers pada turing ke Jogya.
    semoga Allah merahmati…Amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *