JAKARTA,3 Agustus 2013 – Kecelakaan lalu lintas jalan selama musim mudik Lebaran masih cukup tinggi. Fatalitas kecelakaan masih cukup memprihatinkan.

Tahun 2012, data pemerintah memperlihatkan, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan tiap hari rata-rata 50-an jiwa. Belum lagi mereka yang menderita luka-luka, yakni rata-rata 400 orang per hari.

Ironisnya, keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan tersebut masih cukup tinggi yakni sekitar 70% dari total kendaraan yang terlibat.

Tahun 2013, kementerian perhubungan (Kemenhub) memprediksi tiga juta sepeda motor bakal dipakai untuk transportasi mudik. Angka tersebut lebih tinggi sekitar 8% dibandingkan dengan tahun 2012. Jumlah sepeda motor lebih tinggi dibandingkan mobil pribadi yang ditaksir mencapai 1,75 juta unit.

Risiko kecelakaan bisa menimpa semua jenis angkutan jalan. Upaya memproteksi diri tidak hanya pemudik bersepeda motor, masyarakat yang menggunakan mobil pribadi pun diimbau agar tetap fokus dan berkonsentrasi saat berkendara. Mutlak, mengingat peran pengendara mempunyai andil besar dalam memicu kecelakaan saat arus mudik.

Road Safety Association (RSA) tergerak untuk melakukan aksi damai untuk mengajak pengguna jalan berkendara lebih aman dan selamat. Aksi damai bertajuk “Mudik = Pulang Kampung, Bukan Masuk Rumah Sakit,” pada sabtu, 3 Agustus 2013, berlokasi di Perempatan Pangkalan Jati, Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur.

Aksi bentang spanduk dan sebar flyer ditujukan untuk para pemudik. Imbauan agar tetap berkonsentrasi saat berkendara, mewaspadai rasa kantuk yang dapat mengakibatkan kecelakaan, tidak membawa barang bawaan dan penumpang berlebih, serta memastikan istirahat secara periodik, merupakan pesan utama yang ingin disampaikan dalam aksi kali ini. Tujuannya untuk mengurangi fatalitas kecelakaan di jalan.

“Mudik memerlukan persiapan fisik yang sangat matang, terutama kondisi fisik dan mental. Peran pengendara sangat penting. Tahun lalu, rata-rata 50 pemudik meninggal setiap harinya,” ujar Ketua Umum RSA, Edo Rusyanto, di Jakarta, Sabtu, 3 Agustus 2013.

Aksi kali ini adalah merupakan yang kedua sepanjang Ramadan. Gerakan penyadaran agar berkendara yang aman dan selamat dilakukan sepanjang tahun oleh RSA melalui kopi darat keliling ke komunitas-komunitas masyarakat. Selain itu, menggandeng media massa untuk terus menyuarakan perilakuu berkendara yang aman dan selamat.

RSA adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang didirikan di Jakarta, pada 2009. LSM ini bergerak di bidang pemberdayaan publik agar lebih aman, nyaman, dan selamat saat berlalu lintas jalan. Pada 2013, RSA bersama puluhan LSM sejenis membentuk aliansi LSM global dari 80 negara di Turki. Kini, relawan RSA tersebar di berbagai kota di Indonesia. (*)

Untuk Kontak:

Lucky Subiakto, Sekjen Road Safety Association (RSA)

Mobile: +62811891892

Email: sekretariat@rsa.or.id
FB: RSA Indonesia
Twitter: @rsaindonesia
www.rsa.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *