PATUNG Pancoran berdiri gagah. Menjulang ke langit dan diam membisu. Di bawahnya, aneka kendaraan lalu lalang. Perempatan jalan di Pancoran, Jakarta Selatan itu, merupakan salah satu titik tersibuk lalu lintas jalan Jakarta.

Puluhan relawan Road Safety Indonesia (RSA) mewarnai titik keluar masuk para urban Jakarta dengan aksi damai bertajuk ‘World Day of Remembrance for Road Traffic Victims (WDR)’. Aksi perenungan bagi para korban kecelakaan lalu lintas jalan, Minggu (18/11/2012) mulai pukul 12.00 WIB.

Untuk menyegarkan ingatan kita, di Indonesia, sepanjang 1992-2012, sedikitnya 280 jiwa telah menjadi korban ganasnya kecelakaan. Tahun 2011 saja, rata-rata 89 jiwa tewas setiap hari oleh petaka jalan raya.

Merenung atau mengingat pedihnya kecelakaan, termasuk kesedihan keluarga para korban, diharapkan mendorong kita lebih waspada saat berkendara. Jauhkan diri dari sang jagal di jalan raya.

Para relawan RSA Indonesia yang datang dari berbagai latar belakang, siang itu tampil gigih. Tak peduli guyuran hujan, atau serbuan asap knalpot kendaraan.

Ada yang datang atas nama perseorangan dan ada yang atas nama komunitas atau klub. Beberapa kelompok di antaranya Viva Bikers, HRC Jakarta, Gilamotor, Pulsarian, YJOC, HSJ, Jupiter Depok, ABC Depok, SRC Depok, KBSG, GBC Jakarta, SORC Jakarta, JMC Indonesia, SGCI, HSX 125 dan EMC.

Mereka datang tak sekadar merenung dan membentangkan spanduk, atau berorasi. Mereka juga turun ke jalan, membagikan selebaran yang berisi pesan keselamatan jalan. Selebaran atau flyer dibagikan kepada pengguna jalan yang menanti lampu merah.

Target RSA Indonesia memang menyebarluaskan kesadaran berkendara yang aman dan selamat seluas-luasnya. Sekalipun bersifat sambil lalu, diharapkan pesan keselamatan yang dibagikan dapat menginspirasi para pengguna jalan. Keselamatan menjadi kebutuhan. Ada keluarga tercinta yang menanti kita di rumah.

Rakyat harus bergerak untuk memberdayakan diri sendiri. Mempersenjatai diri dengan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku berkendara yang aman dan selamat. Mustahil mengandalkan pemerintah 100%. Pemerintah terlalu sibuk dengan segala tetek bengek urusannya.

Keikhlasan pergerakan relawan RSA Indonesia, Minggu siang, menjadi oase di padang pasir. Minggu siang, mereka terus bergerak tanpa pamrih. Bermodal semangat dan kocek sendiri. Rela mengorbankan waktu liburnya untuk berbagi dengan sesama. Mengingatkan saudara-saudara di Jakarta agar terus fokus dan waspada ketika berkendara. Mengajak untuk terhindar dari petaka jalan raya. Maklum, di Jakarta rata-rata tiga orang tewas setiap hari oleh jagal jalan raya. (edo rusyanto)

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *