Selama dua pekan, sejak Senin (16/5) hingga Minggu (29/5), Polda Metro Jaya melakukan operasi patuh jaya. Dengan kekuatan 2.199 personel, operasi dilakukan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan, di hari ketiga operasi, pihaknya menyita ribuan SIM dan STNK sebagai bentuk tilang atas pelanggaran lalu lintas.

“2.255 SIM dan 4.209 STNK serta 45 kendaraan roda dua kami sita sebagai bentuk dari 6.509 tilang dan 648 teguran,” ujar AKBP Budiyanto dalam keterangannya, Kamis (19/5).

AKBP Budiyanto memaparkan, untuk pelanggaran yang jumlahnya ribuan paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor yang angkanya mencapai 4.680 sedangkan mobil pribadi hanya 562 disusul taksi 332, kendaraan barang 233, metro mini 89, mikrolet 490 dan bus 123.

“Kalau untuk jenis pelanggarannya, paling banyak pelanggaran rambu-rambu lalu lintas sejumlah 4.283, tidak pakai helm 606, sabuk pengaman 66, pengunaan ponsel 432, penyalaan lampu siang hari 305, kelebihan muatan 91, kelengakapan surat-surat 772 dan lainnya 354,” papar AKBP Budiyanto.

Selain itu, kata AKBP Budiyanto ada kerugian materil senilai Rp 27.500.000 akibat tujuh laporan kecelakaan dengan korban luka-luka enam orang.

“Yang terlibat kecelakaan lalu lintas itu ada sepeda motor, mobil pribadi, mobil barang dan bus,” pungkas AKBP Budiyanto.

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.