RIBUAN orang memadati pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara. Minggu (14/6), sekitar pukul 12.55 WIB, mereka menatap panggung berukuran raksasa sekitar 30×20 meter. Terik matahari seakan tak meruntuhkan semangat mereka menyimak ‘ceramah’ tentang berkendara yang aman dan selamat (safety riding/SR).

Ya. Diterpa sepoi angin pantai laut Jawa, para karyawan perusahaan ekspress yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspress Indonesia (Asperindo) masih asyik menyimak. Walau, dari sekitar 11 ribu yang diperkirakan hadir dalam Gebyar Asperindo 2009, mayoritas sudah beringsut dari areal seputar panggung. Sebagian menikmati rekreasi pantai dan fasilitas lain di kawasan wisata tersebut. Mereka telah dihibur aneka rasa musik, mulai dari pop barat seperti lagu-lagu The Beatles, hingga pop nasional serta beberapa lagu rock. Tak lupa selingi pengundian doorprize dan diiming-imingi doorprize utama nonton MotoGP di Jerman.
Hemmm…apa masih menarik materi SR di tengah terik matahari? Sempat bertanya-tanya dalam hati, ketika tim Road Safety Association (RSA) yang dipimpin sang ketua Rio Octaviano, dewan pembina Syamsul Maarif, ketua dan divisi litbang RSA Edo Rusyanto dan Benny, serta divisi humas Yudhi Bewok, memasuki pelataran pantai Carnaval.
Pertanyaan itu terbantahkan, ketika Syamsul membuka ‘ceramah’ dari atas panggung tentang keberadaan RSA sebagai LSM yang peduli kepada SR. Ia memperkenalkan tim yang datang siang itu.
Edo membuka materi penyuluhan seputar tingginya angka kecelakaan yang diderita pengendara sepeda motor (bikers). “Kenapa terjadi kecelakaan?” Pertanyaan pembuka dilontarkan Edo ke para penonton yang sontak dijawab dengan riuh. “Karena tidak pakai helm” ada juga yang menjawab lantang, “Helmnya tidak diklik dan hanya memakai helm cetok.”
Sepintas, peserta siang itu memahami pentingnya perlindungan diri saat berkendara. Edo melanjutkan dengan pemaparan data sepanjang Januari hingga 13 Juni 2009. “Sudah 39 jiwa bikers yang tewas di jalan Jakarta dan sekitarnya,” papar Edo. Pria yang juga ketua Independent Bikers Club (IBC) itu juga memaparkan jumlah korban luka berat dan ringan.
“Secara total, baik itu bikers, driver maupun pejalan kaki, korban yang luka dan tewas mencapai 311 korban, 77 diantaranya tewas,” jelas Edo.

PERAGAAN
Syamsul yang dedengkotnya RSA menyambung materi dengan pemaparan teknis SR. Mulai dari cara mendahului yang aman, cara pengereman, hingga pentingnya memeriksa kondisi sepeda motor sebelum berkendara. “Jangan sampai kita menambah jumlah korban kecelakaan,” papar pria yang juga penggiat SR di Honda Tiger Mailing List (HTML) itu. Bagi Syamsul, mengingat kecelakaan berpotensi merugikan secara ekonomi terhadap korban terlebih jika korban adalah tiang ekonomi keluarga, maka sebagai lelaki yang bertanggung jawab, sudah semestinya bikers berkendara dengan menerapkan kaidah SR.
Pemaparan Syamsul mengenai teknis berkendara diperagakan oleh Benny dan Yudhi. Benny dengan Yamaha 400cc-nya meliuk bersama Yudhi yang memakai Yamaha V-ixion 150cc. Mereka memperagakan cara mendahului yang salah dan yang benar. Juga cara berputar serta pengereman yang efektif.
Sebelum usai, Rio melontarkan harapan agar bikers lebih peduli kepada SR.
“Materinya tidak membosankan, hanya terlalu cepat,” ujar Boeray, salah seorang panitia yang juga menyimak ‘ceramah’ RSA.
Sementara itu, panitia sekaligus peserta lainnya, Teddy bahkan memiliki ide agar dibuat suatu forum yang lebih intens. “Kita bisa rancang kegiatan pelatihan yang lebih serius bagi anggota Asperindo,” ujarnya.
Matahari masih di ubun-ubun saat tim RSA meninggalkan Pantai Carnaval, Ancol. Tiga puluh lima menit waktu yang terpakai siang itu terasa amat singkat. Setidaknya, satu lagi virus SR tertanam di benak masyarakat, khususnya warga Asperindo yang hari itu merayakan ulang tahunnya ke dua puluh tiga tahun. (edo rusyanto)

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.