KECELAKAAN lalu lintas jalan bisa terjadi dimana saja. Bisa menimpa siapa saja. Ironisnya, di Indonesia, mayoritas korban adalah kalangan usia produktif.  Pekerja di segala level pasti menggunakan jalan raya. Mobilitas ekonomi terus berdenyut. Tanpa lalu lintas jalan, tak ada pertumbuhan ekonomi. Salah satu urat nadinya adalah para pekerja di pusat produksi barang. Disanalah pekerja pabrik memutar roda ekonomi.

Di tengah tingginya angka kasus kecelakaan di jalan, para pekerja pabrik harus membekali diri dengan kemampuan berkendara yang aman dan selamat. Terlebih bagi pengguna sepeda motor. Maklum, dari 300 kecelakaan setiap hari, lebih dari separuhnya melibatkan si kuda besi. “Karena itu, saya ikut pelatihan safety riding agar bisa bermotor yang aman dan selamat dari rumah ke pabrik dan sebaliknya,” ujar seorang karyawan PT Indo Kordsa Tbk, saat saya tanya dalam pelatihan ‘Safety Riding Awareness’, di pabrik Indo Kordsa, di Citeureup, Bogor, Sabtu (1/9/2012) pagi.

Pelatihan tersebut rangkaian dari ‘Safety Riding Awareness’ yang digelar manajemen Indo Kordsa dengan Road Safety Association (RSA). Program itu berlangsung sejak Juni hingga 16 September 2012. Peserta adalah para pekerja Indo Kordsa, sedangkan saya dengan sejumlah pengurus dan relawan RSA menularkan pengetahuan keselamatan jalan. Kali ini diikuti oleh tujuh puluhan peserta.

Materi terbagi dua, teori dan praktik lapangan. Konten teori mencakup bagaimana berkendara yang aman dan selamat, pentingnya fungsi helm, tentang perilaku berkendara, pentingnya ketaatan pada aturan, data-data kecelakaan di Indonesia, hingga pengurusan santunan Jasa Raharja. Sedangkan materi praktik mencakup pemeriksaan kendaraan, pengereman, keseimbangan, dan slalom.

“Bagaimana mengurus santunan Jasa Raharja? Bagaimana kalau tidak pakai helm saat kecelakaan?” Tanya peserta lainnya kepada saya. Kami jelaskan mekanisme standar pengurusan santunan. Pengajuan santunan dilampiri surat keterangan korban kecelakaan dari kepolisian dan surat keterangan dari rumah sakit. Termasuk, kwitansi biaya pengobatan dari rumah sakit.

Pelatihan yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB, rampung sekitar pukul 16.00 WIB. Tim RSA bakal datang lagi ke pabrik di kawasan Citeureup itu, pada 16 September 2012. (edo rusyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *