15Sep/08

Safety, Septi, Save, Safe, apa aja deh…..

Hmm…lagi-lagi si Septi ini dipanggil-panggil… Sebetulnya artikel ini berhubungan dengan wacana ini dan itu dan yang onoh juga Ada sedikit opini yang terngiang-ngiang saat gue berkendara…dan kebetulan liat postingan Om Caplangs (ditambahin s biar keliatan jamak). Kenapa jadinya pembelajaran Safety ini mewabah? Padahal, jelas-jelas dalam perangkat hukum kita sudah mengatur semua. Akhirnya, para pembuat produk membuat kampanye safety nya masing-masing.

Bila saja peraturan yang ada di tegakan dengan benar, dan tentu saja tepat, maka gue rasa gak akan sebanyak ini pengertian safety yang terpecah, menurut kepentingan kelompok masing-masing

Kenapa? Ambil contoh… di dalam teori Safety dalam berbelok, kita harus menggunakan spion, atau memastikan jalur yang akan kita ambil/pakai kosong dari pengguna jalan lain. Menggunakan lampu tanda berbelok, dan lain sebagainya, tentu saja dibungkus dalam tata bahasa masing-masing “produsen safety theory“. Mau liat peraturannya?

PP 43/1993 menyebutkan, Paragraf 3 Tata Cara Membelok Pasal 59 (1)Pengemudi yang akan membelok atau berbalik arah, harus mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan dan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat lengannya. (2)Pengemudi yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping, harus mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan belakang kendaraan serta memberikan isyarat. (3)Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri.

Dalam teori lain yang berhubungan dengan “kesehatan” kendaraan salah satunya disebutkan, Pastikan ban anda memenuhi persyaratan untuk laik jalan, kembangan yang masih baik, tekanan angin sesuai dengan kondisi ban, velg dalam keadaan baik. Di dalam peraturan disebutkan lebih rinci,

PP 44/1993, Pasal 15

    (1)Setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan dan kereta tempelan harus memiliki sistem roda yang meliputi roda-roda dan sumbu roda. (2)Roda-roda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), berupa pelek-pelek dan ban-ban hidup serta sumbu-sumbu atau gabungan sumbu-sumbu roda yang dapat menjamin keselamatan. (3)Ban-ban hidup sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus memiliki adhesi yang cukup, baik pada jalan kering maupun jalan basah. (4)Rancangan sumbu roda dan/atau gabungan sumbu roda berikut roda-rodanya sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), harus memperhatikan kelas jalan yang akan dilalui. (5)Ketentuan lebih lanjut mengenai sistem roda dan sumbu roda dan/atau gabungan sumbu roda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Keputusan Menteri.

Lihat kan? semuanya sebetulnya sudah terangkum di dalam Peraturan yang sudah lama ada. Tapi bagaimana caranya supaya semua orang tau? Kembali kita akan berbicara tentang sosialisasi. Sosialisasi saya bagi menjadi 2

  • Secara edukatif
  • Secara implementatif
  • No. 1 sudah barang tentu bisa ditebak, secara teori penyampaian Peraturan ini harus sampai kepada masyarakat diseluruh level. Sarana edukasi ini mulai di lakukan oleh pihak instansi-instansi terkait, tentu saja tidak lepas dari peran sponsor, yang seperti kita tau, di negara kita tercinta ini, lebih berkuasa swasta dibandingkan pemerintah..hehehehe. Edukasi dini, dari sekolah-sekolah, teori penunjang, kurikulum ekstrakurikuler sekolah, sudah lumayan banyak. Peran media pun tak kalah gaungnya dengan instansi-instansi ini. Tahap pertama ini, sebetulnya tahap dimana kita bisa berbicara “general issues” semua elemen masyarakat dapat ikut andil. Tapi sayangnya, banyak yang lebih ke orientasi keuntungan, secara materiil atau secara kelompok. No. 1 akan menjadi isapan jempol belaka, bila tidak ada dukungan dari No.2, tahap implementasi, atau bisa kita bilang, disini ketegasan aparat dilapangan sangat diperlukan. Ya…sudah bisa ditebak, semua usaha di no.1 menjadi sia-sia, bahkan menjadi marketing tools untuk perusahaan-perusahaan automotive atau sejenisnya, yang disebut CSR kembali lagi berbicara tentang keuntungan, karena lagi-lagi ketegasan pemerintah yang mandul. Sempat saya berbicara dengan salah satu pejabat di salah satu instansi yang bergerak dalam bidang lalu lintas, mengenai aksesoris kendaraan bermotor yang membahayakan, lampu mika bening misalnya. Sungguh mencengangkan, pejabat tersebut memilih menyurati Mentri Perdangangan dan Perindustrian, dan sewaktu saya tanyakan, bukankan sudah tersebut dalam Peraturan Pemerintah mengenai kelengkapan kendaraa bermotor?

    PP 43/1993, Pasal 74, (2)Pengemudi kendaraan bermotor wajib: a.menjaga agar lampu kendaraannya tetap berfungsi dan tidak menyilaukan pengemudi kendaraan lain; b.menyalakan lampu penunjuk arah pada waktu akan membelok atau berbalik arah; c.menyalakan lampu tanda berhenti bagi pengemudi bus sekolah, waktu menurunkan dan/atau menaikkan penumpang; d.menyalakan lampu peringatan berwarna biru bagi pengemudi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72. e.menyalakan lampu peringatan berwarna kuning bagi pengemudi kendaraan bermotor untuk penggunaan tertentu atau yang mengangkut barang tertentu.

    PP 44/1993 Pasal 41 Sepeda motor dengan atau tanpa kereta samping harus dilengkapi dengan lampu-lampu dan pemantul cahaya yang meliputi : a.lampu utama dekat; b.lampu utama jauh, apabila mampu mempunyai kecepatan melebihi 40 kilometer per jam pada jalan datar; c.lampu penunjuk arah secara berpasangan di bagian depan dan *24238 bagian belakang sepeda motor; d.satu lampu posisi depan; e.satu lampu posisi belakang; f.satu lampu rem; g.satu lampu penerangan tanda nomor kendaraan di bagian belakang; h.satu pemantulan cahaya berwarna merah yang tidak berbentuk segitiga. Pasal 47 Lampu rem sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf f, berwarna merah yang kekuatan cahayanya lebih besar dari lampu posisi belakang yang dipasang pada bagian belakang sepeda motor.

    Beliau mengatakan, bahwa “kasihan” melihat anggota di lapangan, mereka sudah berkerja keras, dan lain sebagainya. Loh, berarti??? Sudah menjadi rahasia umum, bahwa instansi-instansi yang memang bertugas untuk menjalankan peraturan lalu lintas, atau yang terlibat didalamnya tersebut “tidak akur”. Harusnya mereka malu, urusan internal mereka saja, seperti garis komando yang putus tengah jalan, atau sosialisasi internal yang teramat lemah masih belum mereka bisa selesaikan, tapi malah mereka sibuk saling menghujat, dan menjatuhkan, dan berusaha menunjukan diri mereka yang paling hebat. Malah lebih hebatnya lagi, peran media yang dulu kuat, dalam mengungkap kebodohan level menengah kebawah agar terlihat oleh level menengah keatas, sekarang sudah sangat tidak berfungsi, karena mereka yang menengah keatas seakan “tidak mau tau” dengan urusan di bawah, lalu apa yang mereka pedulikan???? Angka 35 nyawa meninggal dalam satu bulan, tingkat kecelakaan mau tertinggi di dunia sudah bukan menjadi tujuan awal mereka menjabat. Lucunya, ketika pesawat jatuh, kereta api anjlok, dan lain sebagainya, menjadi bahan rapat, lalu…kehilangan nyawa perhari di jalan raya apa jadinya? Gue teramat yakin, apabila peraturan di tegakkan dengan sebenar-benarnya, program safety di jalan gak akan sulit..hanya menambal beberapa “kebocoran”, bukan menambal “kebodohan”.. Dan tidak akan ada lagi “kampanye salah kaprah

    15Sep/08

    Pasang Strobo or Flip Flop di motor??

    Teringat dari cerita salah satu rekan yang bersikukuh penggunaan lampu strobo di motornya. Melihat edaran dari KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH METROPOLITAN JAKARTA RAYA DAN SEKITARNYA, No.Pol : B17173/X/2005/Datro Jakarta 31 Oktober 2005, yang menegaskan mengenai Pasal 72, PP. 43/1993, masalah siapa saja yang berhak menggunakan Rotator, sementara mengenai penggunaan sirine yang terdapat dalam surat edaran tersebut adalah PP. 44/1993 Pasal 75 mengenai siapa saja yang dapat menggunakan sirine, juga disebutkan tentang warna dari lampu “kelap-kelip” itu, yang terdapat dalam PP. 44/1993, pasal 66, dan pasal 67. Ada sedikit yang saya mau tambahkan dalam sosialisasi ini, berkaitan dengan, banyaknya argumentasi pencarian “selah” dalam Peraturan tersebut, seperti warna yang tidak disebutkan, bahkan ini mengungkapkan tentang peraturan lampu flip-flop yang banyak digunakan. Mari kita sedikit membongkar PP. No. 44/1993, Pasal 41, yang mengatur mengenai lampu penunjuk arah pada kendaraan bermotor, dimana warna dari lampu tersebut diatur di dalam Pasal 44. Argumentasi berupa pernyataan “yang tidak boleh hanya Merah, biru, dan kuning, berarti warna lain boleh dong?”, hal ini semakin menguat, dan hadirlah semakin banyak “lampu disko” warna putih, argumen dari pernyataan tersebut terdapat pada pasal 65, yang melarang penggunaan lampu kelap-kelip selain dari lampu penunjuk arah, dan lampu peringatan bahaya. Dari sini mucul kembali pernyataan bahwa, penggunaan lampu peringatan tanda bahaya yang biasa kita lihat pada kendaraan roda empat, juga dapat di aplikasikan kepada kendaraan roda dua kita. Hal tersebut-pun diatur dalam Pasal 29 (2), yang menyatakan peraturan pada Pasal 29 (1), mengenai penggunaan lampu isyarat tanda bahaya tidak berlaku pada kendaraan roda dua. Artikel ini adalah versi halus dari Artikel saya sebelumnya, terima kasih untuk om Safitry.. 😀 Sedikit rekomendasi tentang peraturan bisa unduh dari Halaman Download

    15Sep/08

    Biaya Parkir Motor

    Itung2an anak kecil..

    1 lot parkir mobil = Rp. 2000/jam
    1 lot parkir motor = Rp. 1000/jam

    Ruang:
    1 lot parkir mobil = 4 lot parkir motor dalam kondisi spasi antar motor yang relevan
    Kalau mau fair, harga parkir motor = ¼ x Rp. 2000 = Rp. 500

    Kenyataannya :
    1 lot parkir mobil = 8 lot parkir motor bahkan 10 motor

    Berarti harusnya motor bebek bayarnya,
    1/10 x Rp. 2000 = Rp. 200/jam
    So selisih untuk motor bebek mereka masih punya Rp. 800 dari tarif yang diberlakukan.

    Lot Parkir motor minimal menampung 100 motor,
    100 x Rp. 800 = Rp. 80.000/jam
    Dengan operasional 9 jam, mereka punya selisih Rp. 720.000 kondisi statis, tidak dihitung traffic keluar masuk…

    So…
    Sebetulnya, motor harusnya mendapatkan pelayanan yang sama dengan halnya mobil…hmm…Itung2an anak kecil.. 1 lot parkir mobil = Rp. 2000/jam 1 lot parkir motor = Rp. 1000/jam Ruang: 1 lot parkir mobil = 4 lot parkir motor dalam kondisi spasi antar motor yang relevan Kalau mau fair, harga parkir motor = ¼ x Rp. 2000 = Rp. 500 Kenyataannya : 1 lot parkir mobil = 8 lot parkir motor bahkan 10 motor Berarti harusnya motor bebek bayarnya, 1/10 x Rp. 2000 = Rp. 200/jam So selisih untuk motor bebek mereka masih punya Rp. 800 dari tarif yang diberlakukan. Lot Parkir motor minimal menampung 100 motor, 100 x Rp. 800 = Rp. 80.000/jam Dengan operasional 9 jam, mereka punya selisih Rp. 720.000 kondisi statis, tidak dihitung traffic keluar masuk… So… Sebetulnya, motor harusnya mendapatkan pelayanan yang sama dengan halnya mobil…hmm…

    15Sep/08

    Wah..koq gitu

    Banyak banget yang gue liat di jalan, modifikasi motornya bagus banget, tapi, keamanan diri sendiri dilupakan..padahal dengan biaya Rp. 2.000.000, harusnya sudah bisa mengakomodir kebutuhan safety..hmmm…gaya dulu..apa safety dulu yah?

    Om..om…kalo laen kali…sebelum beli aksesoris motor,beli aksesoris kepala dulu yah..biar selamet..met..metttt……

    15Sep/08

    [FAQ] Bioethanol

    [FAQ] Bioethanol

    (ditulis ulang biar bisa diarsipkan)

    Secara harga BBM makin nyundul langit dan mesin mobil kita tetap perlu asupan bahan bakar yg prima, saya dan teman2 di klub cap TeRuCI sejak beberapa bulan yg lalu mencoba2 memakai berbagai alternatif u/ meningkatkan mutu bensin bersubsidi yg kita tenggak. Mulai dari pil koplo (dynotabs, mpg-caps, griffon), booster oktan cair (powerclean, dll) sampai akhirnya kita sampai di Bioethanol.

    Bioethanol yg dimaksud di sini adalah substitusi BBM yg berasal dari proses fermentasi gula (sugar) melalui proses kimia penguapan (steaming) ethylene. Bahan baku gula diperoleh dari: corn, maize and wheat crops, waste straw, willow and popular trees, sawdust, reed canary grass, cord grasses, jerusalem artichoke, myscanthus and sorghum plants *kecuali jagung dan gandum, gw ga tau terjemahan Indonesianya nih*, selain juga kacang2an dan kelapa sawit.

    Ethanol atau ethyl alcohol (C2H5OH) berupa cairan bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air.

    Ethanol adalah bahan bakar beroktan tinggi dan dapat menggantikan timbal sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Dengan mencampur ethanol dengan bensin, akan mengoksigenasi campuran bahan bakar sehingga dapat terbakar lebih sempurna dan mengurangi emisi gas buang (spt karbonmonoksida/CO).

    Oplosan paling umum adalah 10% ethanol dan 90% bensin (E10). Mesin mobil tidak perlu dimodifikasi untuk memakai E5 ~ E20 dan demiian pula halnya garansi mesin tidak akan terpengaruh karenanya. Hanya mesin-mesin khusus spt mesin F1 dan A1 yg bisa mengkonsumsi E85 (oplosan 85% ethanol dan 15% bensin).

    Terios TX Deluxe Matic 2007 saya sudah sepuluh hari terakhir menggunakan bioethanol E5 (1,5 liter dicampur ke dalam 30 L Premium 88), RON yg didapat a/ 90,5, sementara menurut buku manual perawatan dan dipajang di tutup lubang bensin, oktan minimal yg kudu diminum si Teri McQueen a/ RON90. Kenapa? Ya secara bioethanol yg saya oplos memiliki RON 140! Nilai oktan yg digunakan oleh mesin2 F1 dan A1. Alhasil kalau dipaksakan diminum murni, bisa-bisa meledug tuh mesin kaleeeeeee.

    Performa mesin yg saya rasakan semakin maknyussss, enteng di tarikan dan laju saat manteng di RPM atas. FC sih relatif, tergantung driving style. Saya belum selesai mengukur FC, tapi u/ gambaran saat pulang dari touring TeRuCI saba Bandung, saya isi bensin di SPBU Cipularang Km 75 sampai ke rumah di Cipinang Elok via Kalimalang, PWI, Diskum, terus mampir di rumah mertua di Cipinang Lontar (kurleb 100 km), bar fuelmeter turun 1 strip, atau sekitar 6 liter (dari bensin di leher) atau sekitar 1:16,667! Padahal saya ga nyupir santai sepanjang tol, average speed 80kpj dengan top speed 120kpj. Coba bayangkan kalau pake transmisi manual, yg konon lebih irit 10% dari matic.

    Bahan bakar ini pernah diujikan di mobil Timor DOHC, yg perbandingan hasil uji dgn premium, pertamax dan pertamax plus bisa dilihat dalam tabel berikut.

    Hasil uji dynotest di mesin Timor DOHC:

    terlihat dari grafik, Bio-ethanol mampu meningkatkan Tenaga walau dengan Timing pengapian standar.. ketika timing pengapian dinaikkan, Tenaga jauh bertambah. hal ini berefek pada peningkatan akselerasi mobil & efesiensi Bahan bakar (dikutip dari sini)

    Dengan perhitungan harga bioethanol per liter sekitar Rp. 10.000 (retail) + harga premium 88 saat ini yg Rp. 6000/L, kita bisa dapatkan Premium 90 dgn harga Rp. 6346/L saja! Untuk mendapatkan Pertamax (RON 92) cukup keluar biaya Rp. 6692 sementara u/ Pertamax Plus (RON 95) cukup bayar Rp 7250/L! Bandingkan dengan harga Pertamax dan Pertamax Plus saat ini yg nyaris menyundul Rp. 9000/L!

    (disarikan dari beberapa sumber/ciput 2008)
    Thanks to Oom Coen for inspiration.

    15Sep/08

    Yamaha Jupiter Owners Community

     

     

    Profil Komunitas

    Yamaha Jupiter Owners Community

     

    Tentang YJOC

    YJOC (Yamaha Jupiter Owners Community) adalah komunitas pemilik kendaraan bermotor Yamaha Jupiter di Indonesia. Sebuah sarana berkomunikasi dan berdiskusi antar pemilik dan penggemar motor Yamaha Jupiter. YJOC dibuat untuk membantu para owner’s yamaha jupiter mendapatkan informasi-informasi yang penting, berguna dan bermanfaat.

     

    Latar belakang

    YJOC dibentuk pada bulan Juli 2005 dari sebuah mailing list di Yahoogroups yaitu mailing list yamaha-jupiter@yahoogroups.com. Mailing list ini dibuat pada tahun 2002 dan pertama kali adalah sebagai sarana dan diskusi antar pemilik / pengguna dan penggemar motor yamaha khususnya yamaha jupiter dimana pada saat itu belum banyaknya forum online yang dapat memberikan informasi-informasi untuk menjelaskan produk yamaha khususnya tentang yamaha jupiter. Selanjutnya pada bulan Juli 2005 untuk menunjang informasi atau berita-berita tentang yamaha jupiter lebih baik lagi maka dibuatlah forum diskusi yamaha jupiter dengan dibuatkanya situs www.yjoc.web.id.

     

    Visi dan misi

    Visi:

    menjadi komunitas yang solid, guyub, saling berbagi dan menjunjung tinggi persaudaraan sesama anggota dan sesama pengendara motor lainnya terutama pengendara motor Yamaha Jupiter baik perorangan maupun yang tergabung dalam klub atau komunitas menuju kebersamaan dalam satu wadah yang mengutamakan budaya tertib berlalu-lintas.

    Misi:

    1.      merangkul para biker Yamaha Jupiter dan pengendara motor lainnya dalam satu wadah dalam rangka mewujudkan perilaku santun, elegan, menerapkan budaya egaliter dan tidak arogan di jalan sampai tercipta jalanan sebagai suatu tempat yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan serta memberikan sumbangsih kepada masyarakat sebagai perwujudan tanggung jawab sosial dan peduli sesama.

     

    Mengapa YJOC

    Dari sejak pertama dibentuknya mailing list yamaha-jupiter@yahoogroups.com dan forum diskusi yamaha jupiter dengan situs www.yjoc.web.id sebagai wadah komunikasi pemilik atau penggemar motor yamaha jupiter untuk mendapatkan informasi secara konsisten terus berkembang dikelola secara konsisten oleh para administrator yang profesional dan pemerhati teknologi informasi dan komputerisasi.

     

    Terbukti dengan meningkatnya anggota mailing list dan member forum dan juga pengunjung/visitor pada forum diskusi yamaha jupiter. Anggota pada forum yamaha jupiter (belum termasuk pengunjung situs) telah mencapai lebih dari 2200 anggota (s/d Maret 2008). Ini menunjukan informasi-informasi yang terdapat pada forum tersebut sangat dicari oleh masyarakat khususnya bagi pemilik atau penggemar motor yamaha jupiter.

     

    Dari sini bisa terlihat bahwa YJOC merupakan suatu pasar yang potensial untuk penyampaian informasi, produk dan layanan yang berhubungan dengan otomotif khususnya kendaraan bermotor yamaha jupiter atau lainnya.

     

    Sebuah komunitas yang mana didalamnya terdapat beraneka ragam fungsi dan jenjang profesi dari anak sekolah sampai beberapa orang eksekutif muda dengan beragam bidang khusus ikut berpartisipasi memberikan informasi-informasi yang berguna.

     

    Sekretariat YJOC

    Saat ini sekretariat YJOC bertempat di Perumahan Sunter Jaya Baru Blok D5 No. 12-A Rt. 10 Rw. 03 Sunter Jaya 14350, Jakarta Utara. Telp : (021) 96325 012.

                

    Sekretariat YJOC digunakan sebagai sarana musyawarah para pengurus ataupun sebagai sarana berkumpul dan bertukar pikiran sesama members YJOC.

     

     

     Kopi Darat YJOC

    Ajang kumpul-kumpul para anggota YJOC atau biasa yang kami sebut Kopi Darat merupakan suatu ajang pertemuan bagi para member YJOC secara langsung dan juga merupakan salah satu agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap hari Sabtu pada minggu 1 & 3 setiap bulannya.

    Bertempat di Parkir Timur Senayan (Depan Hotel Sultan), pukul 16:00 s/d Selesai.

               

     

    1. YJOC di Indonesia

    Sampai saat ini sudah ada beberapa anggota kami yang tersebar mulai dari barat Indonesia (Medan) sampai dengan Timur Indonesia (Manado) dan sampai dengan bulan Juni 2008 telah terbentuk chapter-chapter YJOC di :

              Jabodetabek

    o        Chapter Pusat

    o        Chapter Barat

    o        Chapter Utara

    o        Chapter Selatan

    o        Chapter Timur-Bekasi (Timbek)

    o        Chapter Bogor

    o        Chapter Depok

    o        Chapter Tangerang

              Chapter Yogyakarta

              Chapter Pandeglang

              Chapter Surabaya

              Chapter Kediri

              Chapter Malang

              Chapter Kudus (YJC Kudus)

              Chapter Balikpapan

              Chapter Manado

              Chapter Bandung

              Chapter Cirebon

              Chapter Surabaya

              Chapter Pekanbaru (MRC Pekanbaru)

              Chapter Palembang + PJR Palembang

              Chapter Tanjung Pinang

              Chapter Balikpapan

              Chapter Bukit Tinggi

              Chapter Bangka (JOC Bangka)

              Chapter Lampung

              Chapter Kendari

              Chapter Sampit

     

     

    1. YJOC di Mancanegara

    Sampai saat ini sudah ada beberapa anggota kami yang tersebar di negara tetangga Malaysia dengan beberapa lokasi domisili di Kualalumpur, Penang, Serawak dan 135LC Club Kualalumpur pun sudah menyatakan bergabung dengan YJOC.

    Susunan Organisasi YJOC 2007-2009

    Dewan Moderator :

    Nanang Abdul Rosyid, Hendriko Panggabean, M. Arif Budiyanto, Rommy Rozevel, Iskandarsyah, Imam Wahidin, Priyanto, Yustian Amri Adi P, dan Sulistomo P

     

    Master         : Reza Ranadireka (YJOC-061)

    Deputy           : Ary Agung Gumilar (YJOC-114)

    Bendahara   : Heny Wulandari (YJOC-211), Sri Endah (YJOC-058)

    Sekretaris   : Sigit Pramono (YJOC-182)

     

    Koordinator Eksternal : Lucky J. Subiakto (YJOC-012)

    o        Divisi Komunikasi & Informasi :

    1. Robby Donny Pramono (YJOC-048)
    2. Syaldi Sahude (YJOC-191)

    o        Divisi Penelitian & Pengembangan :

    1. Aidil (YJOC-209)
    2. Mathius Peklis (YJOC-145)

    o        Divisi Sosial & Lingkungan :

    1. Rompas NK (YJOC-198)
    2. M. Sidiq (YJOC-115)

     

    Koordinator Internal : Wahyu Hermawan (YJOC-014)

    o        Divisi Event & Kegiatan :

    1. Sanda Emyiralda (YJOC-205)

    o        Divisi Member & Chapter :

    1. Hendri Syam (YJOC-223) 

    o        Divisi Safety Riding :

    1. Yudha Andriana (YJOC-063)
    2. Ade Syaeffudin (YJOC-113)

    o        Administrasi & Dokumentasi :

    1. Dede Supriatna (YJOC-041)
    2. Sri Asmoros (YJOC-084)

     

    Team Teknik & Web-Cyber : 

    1. Yustian Amri Adi P
    2. V. Agung S.
    3. Iskandarsyah
    4. Hendri Syam
    5. Sigit Pramono

     

    Koordinator Chapter :

              Korchap Pusat                    : Persada Aritha

              Korchap Selatan                 : Zaenal Arifin

              Korchap Timur + Bekasi       : Octo

              Korchap Utara                    : Ahmad Haryanto

              Korchap Barat                    : Muhammad Wijaya

              Korchap Tangerang             : Wisnu

              Korchap Pandeglang            : Dede Supriatna

              Korchap Depok                   : Agus Gustiana

              Korchap Bogor                   : Rijjal Alfikri

              Korchap Bandung               : Dadang

              Korchap Cirebon                 : Riyadhul Jannah

              Korchap Manado                : Romi

              Korchap Surabaya               : Wiwid

              Korchap Malang                  : Reza

              Korchap Kediri                    : Feroo Setyawan

              Korchap Kudus                   : TBD

              Korchap Palembang             : Yuli Kriswindo

              Korchap Jogjakarta             : Deni

              Korchap Tanjung Pinang       : Aribinukos

              Korchap Balikpapan             : Abdul Rosyid

              Korchap Kendari                 : M. Sahril

              Korchap Bangka                 : Oyhik

     

     

    Portofolio YJOC

     

    2008-2002

     

    1. Mensosialisasikan kepada khalayak agar YJOC dikenal dan dipahami sebagai salah satu wadah online satu-satunya bagi pemilik Yamaha Jupiter di Indonesia.

    ·         Mengirimkan artikel/liputan Profil YJOC kepada media massa (media cetak dan media elektronik) à Mototrax GlobalTV, Majalah Autocar, Tabloid MotorMax, Tabloid Motorplus, Tabloid Motor Style, Bikersmagz, Motorrev dan beberapa production house dan media massa online lainnya.

    ·         Photo Session yang dihadiri oleh anggota-anggota YJOC dan berlokasi di Plaza Timur Gelora Bung Karno Senayan

    ·         Menyebarkan flyers, pamflet kepada setiap pengguna Yamaha Jupiter di beberapa point strategis à even-even otomotif, lampu merah, kopi darat masing-masing chapter.

    ·         Mengirimkan welcome note kepada setiap member yang baru mendaftarkan di web www.yjoc.web.id dan milis yamaha-jupiter@yahoogroups.com beserta tawaran atau ajakan untuk bergabung dengan YJOC..

    ·         Mengirimkan profil organisasi YJOC untuk di-upload pada web resmi Yamaha Indonesia (www.yamaha-motor.co.id).

     

    1. Mensosialisasikan kepada anggota YJOC mengenai pentingnya Aman dalan Berkendara (Safety Riding/SR) dan bekerjasama dengan Divisi SR YJOC.

    ·         Mengikuti forum diskusi dan komunitas motor lain yang peduli dengan SR à Bergabung dengan Road Safety Association (d/h Forum Safety Riding Jakarta)

    ·         Membuka thread diskusi dan tanya jawab pada web dan sesi diskusi pada saat kopi darat mengenai SR.

    ·         Mengkampanyekan pentingnya SR kepada anggota YJOC sebagaimana yang tertera pada salah atu syarat-syarat keanggotaan (koordinasi dengan Divisi Sekretariat YJOC)

    ·         Ikut serta pada even-even otomotif yang mengkampanyekan SR à mengikuti acara Yamaha-Polda Kampanye Aman Berkendara.

    ·         Mengirim wakil SR Course pada even Jakarta Anniversary Bike Week.

    ·         Menjadi salah satu inisiator sekaligus menjadi salah satu anggota Dewan Pengarah dan Dewan Presidum pada Road Safety Association mewakili dari klub/komunitas underbone/motor bebek

    ·         Launching Website dan Logo Road Safety Association

    ·         Hadir dalam workshop Global Road Safety Partnership tentang Safety Helmet

    ·         Turut serta pada acara Pekan Keselamatan Jalan Raya – support by Dishub DKI.

     

    1. Mensosialisasikan / memperkenalkan YJOC kepada klub / komunitas motor lain bekerja sama dengan Sub Divisi Lintas Bikers.

    ·         Mengadakan Kopi Darat Gabungan dengan klub/komunitas motor lain.

    ·         Sowan ke klub/komunitas lain.

    ·         Membuka linkage di web YJOC yang online dengan web klub/komunitas lain.

    ·         Menghadiri even-even bikers yang bersifat luas dan dihadiri oleh banyak klub/komunitas motor à U Mild U Bikers, Launching Mitra 2000 Riders Club, hadir pada Jakarta Motor Show, menghadiri acara Marketing Idea Competition YMKI, dan menghadiri even-even anniversary klub/komunitas motor lainnya.

     

    1. Mewujudkan misi dan tanggung jawab sosial YJOC kepada masyarakat sekitar sehingga kehadiran YJOC dapat dirasakan manfaatnya :

    ·         Bakti Sosial saat touring ke 2 dengan menyumbangkan perlengkapan ibadah ke tempat ibadah setempat (Cikopo).

    ·         Bekerja sama dengan Remaja Islam Sunda Kelapa dalam kegiatan Ngabuburit On The Road dalam rangka berbagi dengan sesame.

    ·         Kunjungan Bakti Sosial ke Panti Asuhan Anak Cacat Ganda, di Cimanggis.

    ·         Bergabung dengan komunitas bikers peduli sosial. à Jakarta Bikers Merah Putih (JBMP).

    ·         Buka Puasa Bersama dengan anak yatim, Kramat Jati.

    ·         Buka Puasa Bersama dengan anak yatim, Depok.

    ·         Santunan ke Panti Asuhan Anak Cacat Ganda, Cimanggis, Bogor.

    ·         Mengikuti program Bikers Peduli Dhuafa yang diadakan Pasaraya dan Dompet Dhuafa Republika.

    ·         Bergabung dalam gerakan biker Tertib Lalu Lintas dan Anti Narkoba dalam Zona Bikers Damai.

    ·         Bakti Sosial ke Panti Asuhan anak yatim di wilayah Pangandaran sekaligus turing ke 4 YJOC.

    ·         Buka Puasa Bersama anak yatim piatu dalam 3 tahun berturut-turut 2006, 2007 dan 2008 di 3 lokasi berbeda, Jakarta Timur, Depok dan Tangerang

     

    1. Membina hubungan baik dengan para partnership, rekan, mitra bisnis dalam rangka mengembangkan komunitas :

    ·         Mengadakan kunjungan ke pabrik Yamaha Indonesia untuk melihat secara langsung proses perakitan sepeda motor Yamaha.

    ·         Membuka unit bisnis YJOC dengan dipunggawai oleh Divisi Usaha YJOC dan sedang mengembangkan toko online di www.toko-yjoc.com

    ·         Mengadakan kerjasama dengan beberapa mitra usaha yang terkait dengan dunia bikers dan sepeda motor (contoh : Mitra2000, Motorkita, Motormania, Xado, Comet, TDR Racing, Dysha Motorsport)

    ·         Mengkoordinir anggota komunitas yang akan mengembangkan minat bisnisnya untuk bekerjasama denga divisi usaha YJOC.

     

     

    15Sep/08

    Wahana dan RSA

    Dalam menunjukan kepedulian terhadap road safety, terutama safety riding, Wahana telah memberikan RSA 30 helm untuk kegiatan RSA ke depan, RSA menggunakan helm tersebut sebagai stimulasi seluruh pengguna kendaraan roda dua untuk lebih aware atas keselamatan.