21Jun/18

Hingga H+4 Lebaran 2018, 346 Orang Meninggal dalam 1.559 Kecelakaan

Jakarta, rsa.or.id — Divisi Humas Mabes Polri merilis hasil kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama musim libur lebaran tahun ini. Hingga H+4 lebaran, Selasa, 19 Juni 2018, total ada 1.559 kecelakaan lalu lintas yang mayoritas terjadi di jalur darat.

Tak hanya itu, kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama libur lebaran tahun ini, menewaskan sebanyak 346 orang‎. Namun jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

Berdasarkan data yang diterima Okezone, sebanyak 2.237 kecelakaan terjadi tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2018, jumlah kecelakaan hanya berjumlah 1.559.

Sementara korban meninggal akibat kecelakaan pada 2017 menelan jiwa sebanyak 865 orang. Sedangkan pada tahun ini, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan menurun dengan total 346 orang.

“Adanya penurunan jumlah laka lantas selama operasi ketupat dari H-8 sampai dengan H+4 tahun 2017 dibandingkan tahun 2018,” kata Kabag Pensat Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Yusri Yunus‎ dalam keterangan resminya, Rabu (20/6/2018).

Berdasarkan rincian di atas, kecelakaan lalu lintas pada tahun ini mengalami penurunan sebesar 30 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan, korban meninggal dunia pada tahun ini mengalami penurunan 60 persen dibanding tahun lalu.

Dikutip dari Okezone

21Jun/18

Hingga H+3 Lebaran, 333 Orang Meninggal dalam Lakalantas

Jakarta, rsa.or.id — Hingga H+3 lebaran, ada sebanyak 333 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Korban lakalantas itu terjadi dalam 1.478 kejadian kecelakaan.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal melalui pesan singkatnya, Selasa (19/6) merinci jumlah korban meninggal pada Operasi Ketupat 2018 hingga H+3 Lebaran sebanyak 333 orang.

Hal itu diklaimnya terjadi penurunan sebesar 59 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yakni 815 orang.

Selain itu juga terjadi penurunan jumlah kecelakaan yang terjadi dalam masa Operasi Ketupat 2018 yang digelar mulai Rabu (7/6) hingga Senin (18/6) yang mencapai 1.478 kasus atau turun 30 persen dibandingkan periode yang sama dalam operasi serupa pada 2017.

“Dari H-8 hingga H+3 Lebaran jumlah kecelakaan lalu lintas ada 1.478 kejadian, turun 30 persen dibandingkan dengan Ops Ramadniya tahun sebelumnya yang mencapai 2.110 kejadian,” kata Iqbal. (*)

Dikutip dari Warta Ekonomi

21Jun/18

Ada 1.154 Kecelakaan dan 242 Orang Meninggal Saat Arus Mudik

Jakarta, rsa.or.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat sebanyak 1.154 kecelakaan lalu lintas terjadi dalam arus mudik lebaran 2018. Angka ini merupakan catatan yang terhitung sejak 7 hingga 15 Juni.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan jumlah kecelakaan lalu lintas pada arus mudik lebaran 2018 mengalami penurunan sebanyak 469 kejadian dibandingkan tahun lalu.

“(Dalam rentang waktu sama) di 2017 ada 1.623 kejadian, sementara tahun ini ada 1.154 kejadian,” ucap Setyo dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (16/5).

Dia menerangkan sebanyak 1.154 kejadian kecelakaan lalu lintas dalam arus mudik lebaran 2018 melibatkan 2.377 unit kendaraan dan menyebabkan 242 orang meninggal dunia.

Jumlah ini, lanjutnya, juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan turun 1.239 unit, sedangkan jumlah korban meninggal dunia turun 374 orang,” kata jenderal bintang dua itu.

Lihat juga: Para Perantau di Papua dan Mahalnya Tiket Pesawat untuk Mudik

Menurut dia, kecelakaan lalu lintas hingga hari lebaran, Jumat (15/6) didominasi jenis sepeda motor. Berangkat dari itu, Setyo pun menyarankan pengendara sepeda motor untuk lebih memanfaatkan pos-pos yang telah disediakan untuk beristirahat.

Lebih jauh, Setyo berkata arus lalu lintas di Tol Cikampek di hari lebaran padat karena masih ada masyarakat yang mudik.

Polisi mengambil upaya mengurai arus lalu lintas di daerah tersebut dengan melakukan rekayasa lalu lintas berupa contra flow atau lawan arus.

Selanjutnya, kata dia, arus kendaraan yang melewati Gerbang Tol Merak di hari lebaran mencapai 14.434 unit, kemudian melewati Gerbang Tol Ciawi sebanyak 26.784 unit, Gerbang Tol Cileunyi 33.393 unit, Gerbang Tol Cikarang Utama 77.836 unit, Gerbang Tol Palimanan 1.003 unit, dan Gerbang Tol Manyaran 26.317 unit.

Operasi Ketupat 2018 berlangsung selama 18 hari sejak 7 hingga 24 Juni mendatang. Sebanyak 177 ribu personel gabungan TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, pemadam kebakaran, dan jajaran instansi terkait disiagakan dalam operasi ini.

Polri pun menyiapkan sebanyak 3.097 pos pengamanan di seluruh Indonesia selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2018. (*)

Dikutip dari CNNIndonesia

16Jun/18

Polri: 193 Orang Meninggal Selama Arus Mudik Lebaran

Jakarta, Swamedium.com — Sedikitnya terdapat 193 orang meninggal dunia akibat kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2018. Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 478 orang.

“Sampai hari ini telah terjadi sebanyak 899 kejadian (kasus kecelakaan-red), hal ini mengalami penurunan sebanyak 420 kejadian dari tahun 2017, yaitu sebanyak 1.319 kejadian. Sedangkan untuk pelanggaran lalu lintas telah terjadi sebanyak 79.981 pelanggaran,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, dalam keterangan tertulis, Kamis (14/6/2018).

Berdasarkan laporan harian situasi Kamtibmas Oprasi Ketupat 2018 pada H-2 Lebaran Rabu 13 Juni, terjadi sejumlah kasus gangguan Kamtibmas.

Dia menambahkan, terdapat 417 kasus gangguan Kamtibmas yang terdiri atas pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan penganiayaan berat.

“Polri menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh stakeholder terkait serta kepada seluruh masyarakat yang telah bersama-sama ikut menciptakan situasi yang kondusif pada arus mudik tahun 2018 dan H-1 menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya.

Menurut dia, hingga saat ini Polri, TNI, dan pihak terkait akan terus berada di jalur mudik dan nonmudik, berpatroli dari kota dan menyambangi kampung-kampung untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Kegiatan pemantauan akan terus dilaksanakan hingga usai Lebaran nanti.

“Polri menjamin keamanan selama Lebaran tahun 2018 dengan memperketat pengamanan objek-objek vital, sentra-sentra ekonomi, tempat-tempat wisata dan rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh pemiliknya. Agar seluruh masyarakat dapat mudik dan bersilaturahmi dengan keluarga selama Lebaran dan kami yang menjaga Kamtibmas dengan rekan-rekan TNI dan seluruh stakeholder terkait,” tuturnya. (*/ls)

Sumber: istimewa

14Jun/18

Hingga H-2 Lebaran, Ada 899 Kecelakaan dan 193 Orang Meninggal

Jakarta, rsa.or.id — Jumlah kasus kecelakaan yang terjadi dalam Operasi Ketupat 2018 dari H-8 hingga H-2 Lebaran atau dari Rabu (7/6) hingga Rabu (13/6) sebanyak 899 kasus dengan jumlah korban meninggal 193 orang.

“Dari H-8 hingga H-2 jumlah kecelakaan lalu lintas ada 899 kejadian, turun 32 persen dibandingkan dengan Ops Ramadniya tahun sebelumnya yang mencapai 1.319 kejadian,” kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Juga terjadi penurunan dampak kecelakaan dalam Operasi Ketupat 2018 hingga H-2 dibanding data korban meninggal dunia dalam Ops Ramadniya 2017 hingga H-2 Lebaran.

Setyo merinci jumlah korban meninggal pada Ops Ketupat 2018 hingga H-2 sebanyak 193 orang atau turun 59 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2017 yakni 478 orang.

Menurut dia, kecelakaan lalu lintas pada H-2 Lebaran didominasi oleh sepeda motor.

“Kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas pada jalur mudik dan jalur nonmudik didominasi oleh kendaraan sepeda motor karena tidak waspadanya pengendara dan banyaknya pengendara melanggar batas kecepatan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pada H-2 Lebaran, terjadi peningkatan arus mudik yang menuju ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sebesar 33 persen. “Hal ini disebabkan masih banyaknya pemudik dengan menggunakan kendaraan pribadi,” katanya.

Dalam upaya mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Tol Cipali pada H-2, polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way di tol tersebut.

Ia pun merinci, pada H-2 Lebaran, arus kendaraan yang melewati Gerbang Tol Merak sebanyak 8.200 kendaraan atau naik 89,2 persen dibandingkan hari biasa, yang melewati GT Ciawi sebanyak 21.789 kendaraan atau naik 1,68 persen, yang melewati GT Cileunyi 39.206 kendaraan atau naik 2,92 persen, yang lewat GT Cikarang Utama 54.583 kendaraan atau naik 38 persen.

“Jumlah kendaraan yang melewati Exit GT Palimanan ada 50.941 kendaraan, yang melewati GT Kertasari 42.601 kendaraan dan GT Manyaran 31.764 kendaraan,” katanya.

Operasi Ketupat 2018 berlangsung selama 18 hari sejak 7 Juni-24 Juni 2018. Ada sebanyak 177 ribu personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, pemadam kebakaran dan jajaran dari instansi terkait yang disiagakan dalam operasi tersebut.

Polri pun menyiapkan sebanyak 3.097 pos pengamanan di seluruh Indonesia selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2018. (*/ls)

Dikutip dari Antara

14Jun/18

Rules, Skills, Attitude: The Road Safety Triangle In Indonesia

Washington, rsa.or.id — Road Safety Association (RSA), Indonesia, have as their mantra a triangle of concepts corresponding to the initials of their name: Rules, Skills, Attitude.

Director, Rio Octaviano, explains why they have chosen these concepts as the focus of their activities in Indonesia: “The government has rules [for road behavior] but people don’t know about them…but once they know about the rules, they don’t change their behavior because it has become their character. They know about the rules and the punishment but they don’t care,” he says. Coupling this with low enforcement of rules and high levels of corruption, the road situation in Indonesia is serious: three people die on the roads every hour.

Rio is particularly passionate about the role that parents have in shaping young people’s attitudes and road behavior. He points to two actions that he believes would make a powerful impact on road safety in Indonesia: “Parents need to set an example for example by wearing a motorcycle helmet. They also need to stop giving underage children vehicles—motorcycles and cars—it’s killing them.”

Recently RSA conducted a pilot project, Road Safety Goes to Citizen, among residents in one complex in Jawa Barat to test the effectiveness of their road safety activities in teaching road safety rules and skills and changing attitudes.

Road Safety Goes to Citizen incorporated road safety banners in prominent places where residents of the complex would see them, followed by a seminar and a Facebook campaign. RSA questioned the residents before and after the interventions and discovered that their knowledge of road safety rules had increased by 21%, knowledge of skills by 5%, and safe attitudes by 6%.

RSA have presented their findings to the Minister of Transport to seek their support to extend this pilot to a wider number of people. RSA are the only registered road safety NGO in Indonesia, and they understand the responsibility that gives them to advocate at government level for improved legislation and enforcement and to be partners on the ground working on driver behavior. (*)

Source: http://roadsafetyngos.org/sh_events/rules-skills-attitude-road-safety-triangle-indonesia/

13Jun/18

Hingga H-3 Lebaran, Ada 771 Kecelakaan dan 163 Orang Meninggal

Jakarta, rsa.or.id — Sebanyak 771 kecelakaan terjadi pada musim mudik hingga H-3 Lebaran ini di seluruh Indonesia selama Operasi Ketupat. Jumlah ini turun 19 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, di mana ada 1.127 kejadian.

“Korban meninggal dunia selama enam hari Operasi Ketupat 2018 sebanyak 163 jiwa, turun 41 persen dari tahun sebelumnya 390 jiwa. Faktor kelelahan pengemudi masih mendominasi kecelakaan lalu lintas,” Kabag Pensat Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Yusri Yunus menjelaskan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Sementara pada Selasa (12/6/2018) saja, tercatat sebanyak 138 kecelakaan terjadi. 29 orang yang menjadi korban kecelakaan itu, meninggal dunia. Sedangkan 33 orang mengalami luka berat dan 173 korban lainnya luka ringan.

“Dengan rincian 36 kecelakaan terjadi di jalur mudik, 12 korban meninggal, 10 luka berat, dan 50 luka ringan. Sedangan 102 kecelakaan terjadi di luar jalur mudik dengan 17 korban meninggal, 23 luka berat, dan 123 luka ringan,” ujar Yusri Yunus.

Meski begitu, angka kecelakaan pada H-3 Lebaran 2018 turun 29 persen ketimbang tahun sebelumnya di periode yang sama. Pada H-3 Lebaran 2017, tercatat ada 195 kecelakaan.

Fatalitas korban meninggal dunia pun turun 63 persen. Pada H-3 Lebaran 2017, tercatat 78 orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas.

Tentang Operasi Ketupat

Operasi Ketupat 2018 berlangsung selama 18 hari sejak tanggal 7 hingga 24 Juni 2018. Ada sebanyak 177 ribu personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, pemadam kebakaran dan jajaran dari instansi terkait yang disiagakan dalam operasi tersebut.

Polri juga menyiapkan 3.097 pos pengamanan di seluruh Indonesia selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2018. (*/ls)

Dikutip dari Liputan6

13Jun/18

Kemacetan di Jakarta Berkurang 30 Persen pada H-3 Lebaran

Jakarta, rsa.or.id — Arus mudik Lebaran berimbas terhadap tingkat kemacetan di Jakarta. Hingga H-3 Lebaran ini, kemacetan berkurang hingga 30 persen.

“Sampai hari ini kira-kira kemacetan berkurang 30 persen,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf saat dihubungi detikcom, Selasa (12/6/2018).

Yusuf mengatakan kemacetan saat ini bergeser ke ruas jalan menuju jalur mudik ke Jawa dan Sumatera. Di Jakarta sendiri, titik kemacetan saat ini terjadi di pusat-pusat perbelanjaan.

“Kalau sekarang kan sudah memasuki minggu keempat Ramadan, kemacetan bergeser ke pusat perbelanjaan,” katanya.

Pusat-pusat perbelanjaan tradisional dan modern di Jakarta mengalami lonjakan jumlah pengunjung yang berbelanja keperluan Lebaran. Karena itu, kemacetan terjadi di titik-titik menuju pusat perbelanjaan dan mal.

“Dan nanti setelah memasuki H-2 mulai ramai di pemakaman dan tempat wisata,” katanya.

Selain melakukan pengaturan dan penjagaan di jalan-jalan jalur mudik, polisi dikerahkan ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan. Termasuk tempat-tempat keberangkatan pemudik di stasiun dan terminal. (*/ls)

Dikutip dari Detikcom

13Jun/18

H-4 Lebaran, 134 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Jakarta, rsa.or.id — Polri menyatakan empat hari menjelang Lebaran atau sampai dengan 11 Juni 2018, telah terjadi 633 kecelakaan lalu lintas. Angka tersebut turun sekitar 19 persen dari jumlah kecelakaan lalu lintas pada Operasi Ketupat 2017, yakni 932 kejadian.

“Total korban meninggal dunia mencapai 134 orang, atau turun 40 persen dari tahun lalu, yakni 312 orang. Luka berat 28 orang, dan luka ringan 258 orang,” ujar Kepala Bagian Penerangan Satuan, Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 Juni 2018.

Penyebab kecelakaan, kata Yusri, didominasi karena kurang waspadanya pengemudi dalam berkendara. Waktu kecelakaan lalu lintas yang paling sering terjadi pada pukul 09.00-12.00 WIB. Dalam kurun waktu 3 jam tersebut, terjadi 42 kecelakaan.

“Selain itu, kecelakaan lalu lintas paling banyak disumbang oleh kendaraan roda dua, sekitar 232 kejadian, sehingga perlu upaya peningkatan pencegahan di jalur-jalur arteri,” kata Yusri.

Sedangkan untuk pelanggaran, polisi telah menilang sebanyak 23.913 pengendara dan menegur 31.868 pengendara.

Selain itu, berdasarkan hasil dari patroli udara harian, sampai Senin kemarin ada penurunan arus mudik dari arah Jakarta ke arah Jawa Barat dan Jawa Tengah sebesar 40 persen di jalur tol.

Operasi Ketupat berlangsung dari 7 Juni 2018 sampai 24 Juni 2018 atau terselenggara selama 18 hari. Polri dan TNI menurunkan 177 ribu personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2018 di seluruh Indonesia. Pengamanan arus mudik ini juga melibatkan organisasi kemasyarakatan dan Pramuka. (*/ls)

Dikutip dari Tempo