SAAT bertemu jagal jalan raya, semua rencana bisa berantakan. Bayangkan, sudah menderita luka berat, keluar uang puluhan juta rupiah, tapi tetap divonis pidana penjara.

Hal itu dialami oleh Prasidayan, sebut saja begitu. Mobil yang dikendarai pria muda ini menabrak pohon lataran dia mengantuk saat nyetir. Kecelakaan terjadi pada dinihari, menjelang pagi.

Peristiwa bermula ketika dia mengemudi mobil menggantikan Tankan, sopir yang semestinya bertugas mengemudi. Pada jam-jam awal perjalanan semua berlangsung mulus. Tapi, saat memasuki pukul 03.00 WIB kondisi Prasidayan mulai mengantuk, di kursi bagian belakang lima penumpang mobil bahkan sudah tertidur. Hanya, Tankan yang masih terjaga disampingnya, menemani mengemudi. Rasa kantuk yang menyerang akhirnya membuat mobil multiple vehicle purpose (MPV) yang dikemudikan dia lepas kendali hingga berujung menabrak pohon. Saat kejadian, kecepatan mobil berkisar 70 hingga 80 kilometer per jam.

Buntut dari kecelakaan lalu lintas jalan itu tiga orang penumpang meninggal dunia. Sisanya, menderita luka-luka, termasuk Prasidayan. Bahkan, dia sempat tidak sadarkan diri hampir satu bulan lamanya dan menjalani operasi organ dalam tubuhnya.

Sebagai bagian dari rasa tanggung jawab, dia menyantuni para korban meninggal dunia dan mereka yang luka-luka. Jumlah uang yang dikeluarkan tidak tanggung-tanggung, mencapai puluhan juta rupiah. Sedangkan untuk pengobatan dirinya sendiri, dia mengeluarkan biaya sekitar Rp 60 juta.

Antara Prasidayan dan keluarga para korban pun telah terjadi perdamaian. Keluarga korban bahkan menyatakan sikap tidak akan menuntut ke ranah pengadilan.

Tapi, fakta berkata lain. Kasus ini terus bergulir. Prasidayan tetap dimejahijaukan oleh penuntut dengan tuntutan 10 bulan penjara. Namun, dua tahun setelah kejadian, majelis hakim berkata lain dan memutuskan pidana penjara selama lima bulan.

Jadi ingat kasus kecelakaan penyanyi dangdut, Saipul Jamil. Artis kondang itu mengalami kecelakaan di jalan tol Cipularang, Jawa Barat pada 3 September 2012. Setelah melewati sejumlah persidangan, pada 17 September 2012Saipul Jamil divonis lima bulan penjara. Namun, putusan mendekam di penjara itu tidak perlu dijalankan kecuali ada keputusan bersalah selama masa percobaan 10 bulan. Dalam kecelakaan itu mobil sang artis mengangkut 10 orang termasuk dirinya dan menyebabkan isteri Saipul meninggal dunia.

Oh ya, dalam kasus Prasidayan, dia dituding melanggar pasal 310 ayat (4) Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal itu menyatakan pengemudi yang lalai kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia bakal diganjar penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Point yang juga penting dari aturan itu sebenarnya ada di pasal sebelumnya di dalam UU yang sama. Dalam pasal 106 ditegaskan bahwa setiap pengemudi wajib berkonsentrasi ketika berkendara. Hal-hal yang dinilai merusak konsentrasi saat mengemudi antara lain adalah sakit, mengantuk, mabuk, menelepon, dan menonton televisi.

Para pelanggar aturan pasal yang satu ini juga tidak main-main. Ada sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan dan denda maksimal Rp 750 ribu. Tapi, rasanya kok belum pernah dengar yah ada yang kena sanksi untuk yang satu ini? Ada yang pernah tahu? (edo rusyanto)

ilustrasi foto dari @tmcpoldametro

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.