rsa kopdarling ryc 2014

KOPI darat keliling alias kopdarling Road Safety Association (RSA) Indonesia singgah ke komunitas Red Yellow Community (RYC), Jumat (28/3/2014) malam. Kali ini, lokasi ajang berbagi para akar rumput itu bertempat di sekitar venue panahan, Istora Senayan, Jakarta. Perbincangan soal keselamatan jalan (road safety) pun mengalir sambil duduk lesehan di udara terbuka.

Bagi RSA Indonesia kopdarling menjadi medium untuk saling berbagi soal pentingnya berkendara yang aman dan selamat sekaligus merapatkan barisan di kalangan akar rumput. Ketika negara disibukkan dengan urusannya sendiri, RSA Indonesia merasa perlu untuk tampil menularkan kesadaran berlalu lintas jalan yang humanis di kalangan masyarakat. Kesadaran itu menjadi strategis dalam meredam potensi terjadinya kecelakaan, sekaligus upaya memangkas buruknya fatalitas kecelakaan. Untuk hal ini RSA Indonesia menyodorkan resep Segitiga RSA yang mencakup rules, skill, dan attitude.

“Road Safety adalah kebutuhan bagi pecintanya dan penyakit bagi pembencinya,” ujar bro Ivan, kepala divisi Kegiatan RSA Indonesia, dalam kopdarling tersebut.

Pemahaman masalah road safety dan sekaligus diimplementasikan menjadi hal yang mendesak pada saat ini. Indonesia menghadapi persoalan cukup pelik terkait kecelakaan di jalan. Tahun 2013, tiap hari terjadi 270-an kasus kecelakaan. Dampaknya, tiap hari sekitar 70-an korban tewas dan ratusan orang menderita luka-luka. Angka-angka nyaris tak berbeda jauh dalam setiap tahunnya, terutama sejak 2010 hingga 2013.

Kopdarling kali ini pun membahas berbagai aspek untuk membekali diri di kalangan pengguna jalan, khususnya bagi para pesepeda motor yang hadir malam itu. Aspek-aspek yang dianggap kecil justeru mesti diperhatikan. Misal, penggunaan lampu sein saat hendak berbelok. Aspek ini, kata bro Ivan, suatu keharusan agar tidak terjadi salah pengertian antara sesama pengguna jalan. Gerakan berbelok atau berpindah jalur akan lebih aman jika dibarengi dengan pemberian lampu sein.

Hal yang tak kalah penting adalah bagaimana berperilaku tertib ketika berlalu lintas jalan. Banyak pengendara bisa naik sepeda motor, tapi banyak yang belum paham etika berkendara di jalan raya. Buntutnya, sebanyak 42% kecelakaan di Indonesia dipicu oleh berkendara yang tidak tertib alias ugal-ugalan melabrak aturan di jalan. Karena itu, salah satu resepnya adalah meredam arogansi saat di jalan.

Upaya untuk meredam arogansi di jalan salah satunya adalah dengan memangkas benih-benih egoisme. Kepentingan individu atau kelompok jangan sampai merugikan orang banyak. Perilaku meminta prioritas di jalan, padahal bukan pemilik hak utama, juga harus dienyahkan. Penggunaan aksesoris seperti lampu dan sirene guna meminta prioritas juga mesti dieliminasi. Aturan soal itu sebenarnya sudah jelas seperti tertera di dalam pasal 59 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Aturan itu mengatur lampu dan bunyi-bunyian bagi pemilik hak utama. Ada tujuh pihak yang mendapat hak prioritas di jalan,” ujar bro Nursal, kepala divisi Litbang RSA.

Ya. Kopdarling menjadi medium RSA Indonesia untuk memaparkan pentingnya toleransi saat berlalu lintas jalan. Keadaban manusia terindikasi dengan memampuan bertoleransi, termasuk di jalan raya.

Saat malam merangkak menjelang dinihari, kopdarling RSA Indonesia di RYC segera disudahi. Langit Jakarta kian temaram, udara pun agak lembab seusai diguyur hujan sebelum kopdarling digelar. 

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.