Jakarta, rsa.or.id — Komunitas pemilik dan penggemar mobil buatan Prancis berkumpul di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Mereka berkumpul tak sekadar membincangkan kegemarannya terhadap mobil Eropa itu namun juga menggelar diskusi soal keselamatan berkendara.

Untuk mengisi diskusi keselamatan berkendara, komunitas penggemar Peugeot, Citroen, dan Renault itu menghadirkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati keselamatan jalan, Road Safety Association (RSA) Indonesia dalam acara yang bertajuk “French Automobile Meet Up”.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum RSA Indonesia Ivan Virnanda menyampaikan materi seputar ‘Konvoi dan Road Safety’. Bagi dia, aktifitas konvoi tak pernah lepas dari kegiatan komunitas otomotif. Karena itu, Ivan mengingatkan kembali makna dan tujuan konvoi.

“Pada dasarnya, konvoi adalah untuk bersenang-senang. Menikmati perjalanan dan pemandangan. Untuk itulah, konvoi jangan sampai mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, apalagi membahayakan keselamatannya,” kata Ivan di lokasi, Sabtu (30/9).

Menurut Ivan, karena tujuannya untuk kesenangan maka harus dipertimbangkan lagi apakah konvoi komunitas otomotif perlu mendapatkan pengawalan yang justru berpotensi mengganggu kenyamanan lalu lintas.

Selain itu, konvoi pun sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan jalan.

“Dalam UU 22/2009 pasal 134, konvoi ada di urutan paling terakhir yang mendapat hak utama atau prioritas di jalan raya,” ujar Ivan.

Dijelaskannya, dalam pasal 134 itu diatur kendaraan yang mendapat hak utama dimulai dari kendaraan pemadam kebakaran yang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.

Lalu, kendaraan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, kemudian iring-iringan pengantar jenazah.

“Dan yang terakhir adalah konvoi dan/atau kendaraan untuk ‘kepentingan tertentu’ menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia,” jelas Ivan.

Lebih lanjut, Ivan menjelaskan yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, kendaraan pengangkut pasukan, kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan kendaraan untuk penanganan bencanan alam.

“Jadi kalau hanya konvoi atau touring yang pada dasarnya untuk kesenangan, apa termasuk ‘kepentingan tertentu’?,” sergah Ivan.

Selain itu, Ivan menganggap penting adanya itinerary atau rencana perjalanan agar konvoi dan touring dapat aman dan nyaman.

“Rencanakan sebaik mungkin perjalanan kita. Tentukan meet point, rest point, juga pembatasan jumlah mobil dalam kelompok konvoi atau touring, supaya konvoi kita tidak terlalu panjang yang bisa mengganggu arus lalu lintas,” papar Ivan.

Terakhir, Ivan menyampaikan resep keselamatan berkendara dari RSA Indonesia. Ivan menjelaskan ada tiga aspek dalam ‘Segitiga RSA’. Pertama, Rules, pemahaman dan menerapkan aturan lalu lintas, kemudian Skills, yang berarti memiliki keterampilan yang mencukupi untuk berkendara aman, nyaman dan selamat.

“Lalu yang terakhir tapi penting adalah Attitude yang berarti memiliki sikap dan perilaku berkendara yang saling menghargai sesama pengguna jalan. Ini yang sering dilupakan orang,” tuturnya. (ls)

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.