Jakarta, rsa.or.id – Masyarakat diresahkan dengan kembali maraknya aksi geng motor yang berbuat onar, seperi yang terjadi di Depok, Jawa Barat, Senin, 25 Desember 2017.

Berdasarkan keterangan Kapolres Kota Depok AKBP Didik Sugiarto, 26 anggota geng motor terlibat kasus penjarahan toko pakaian di Jalan Sentosa Raya, Kota Depok. Yang memprihatinkan, tiga di antaranya adalah perempuan.

Kejadian tersebut menimbulkan banyak tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya dari Sekjen Road Safety Association (RSA), Nursal Ramadhan, saat berbincang dengan medcom.id melalui pesan singkat, Jakarta, Rabu (27/1/2017).

“Kejadian kemarin itu jelas kriminal yang dilakukan oleh sekelompok geng motor. Tidak ada toleransi apapun selain para pelakunya harus ditindak tegas, karena jelas melanggar hukum,” tegas dia.

Lebih lanjut Nursal menjelaskan, bahwa geng merupakan sekelompok orang, dan karena mereka bermotor maka disebut geng motor. Menurutnya, konotasi geng tidak baik dan cenderung melakukan tindakan melawan hukum.

“Jangan samakan geng motor dengan klub atau komunitas motor yang jumlahnya juga banyak di kita,” pungkas Nursal. (*)

Sumber: Medcom.id

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.