MALAM kian larut. Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat masih berdenyut. Aneka kelompok sepeda motor hilir mudik. Riuh rendah suara knalpot ditingkahi sesekali suara bak klakson mobil polisi. Tot tot tot….dibarengi cahaya biru terang.
Di sudut jalan terlebar di seantero Kota Depok itu, belasan anak-anak muda para penunggang Bajaj Pulsar asyik masyuk sendiri, Sabtu (29/10/e011). Mereka bersimpuh di atas pelataran parkir rumah toko (ruko). Membentuk lingkaran dan saling berbagi masalah keselamatan jalan.
Saya tiba persis jelang tengah malam masuk ke dinihari. Di lokasi ada tiga kolega saya dari Road Safety Association (RSA). Bro Rio Octaviano, bro Joan, dan bro Azdi. Seorang bikers anggota Pulsarian Depok sedang menyampaikan masukan dan pertanyaan. Sebagian lainnya menyimak, sedangkan lainnya sibuk ada yang berbincang-bincang sendiri. Lumrah.

“Bagaimana agar kita bisa menghindari dari kesan dan perilaku arogan di jalan saat konvoy? Bagaimana kita mensosialisasikan dan menggoyang pemerintah bahwa klub motor tidak ugal-ugalan?” Tutur bro Deni dari Pulsarian Depok serius.
Bagi saya, pertanyaan itu amat tajam.
Sekaligus menyimpan sebuah ajakan untuk berkendara yang bisa saling peduli.
Soal kelompok pemotor arogan saat berkonvoy adalah yang beredar di tengah masyarakat kita. Ada apatisme ketika melihat iring-iringan pemotor. Kuncinya adalah bagaimana kelompok tersebut punya aturan main yang saklek. Misal, saat konvoy, tidak boleh arogan. Titik.
“Citra klub itu melekat dalam anggotanya,” kata bro Rio yang merupakan Ketua Umum RSA.
Sementara bro Rino, anggota Pulsarian Depok lainnya, berbagi pengalaman soal dirinya yang terpaksa masuk busway karena padatnya kendaraan di jalur arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Adegan itu difoto rekan Pulsarian lainnya dan dimasukan ke jejaring milis. “Saya minta maaf, tapi Saya juga mempertanyakan pemotor yang memotret saat berkendara, itu juga tidak safety,” tukas bro Rino.
Sontak hal itu membuat kolega saya, bro Rio, melontarkan rasa kagumnya. “Hanya orang besar yang mau mengakui kesalahannya sendiri, mengalah bukan berarti kalah,” sergahnya.
Soal aktifitas lain saat bermotor, kata bro Rio, berpotensi mengurangi daya konsentrasi pemotor. Ujung-ujungnya bisa memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Pentingnya Perilaku

Kita tahu, pemicu terbesar kecelakaan lalu lintas jalan adalah perilaku pengendaranya. Praktis, hal itu amat terkait soal konsentrasi. Di sisi lain, perlu ada gerakan baru soal melihat keselamatan jalan. Bila saat ini yang digulirkan adalah soal kewajiban, rasanya sudah waktunya digulirkan bahwa keselamatan adalah kebutuhan. Misal, memakai helm saat bermotor adalah sebuah kebutuhan, bukan semata kewajiban karena ada regulasinya.

Hal itu menggelitik bro Ghodex, ketua Pulsarian Depok. Dia berbagi pengalaman soal kesadaran memakai helm di keluarganya. “Suatu ketika saya lupa tidak memakai helm ketika hendak bermotor di sekitar rumah, tapi isteri saya mengingatkan pentingnya memakai helm,” kata dia.
RSA memang bukan siapa-siapa. Kelompokpressure group ini hanya ingin berbagi seluas mungkin soal keselamatan jalan. “Karena itu, kami senang sekali berbagi dengan RSA soal perilaku dan faktor-faktor lain yang terkait keselamatan jalan,” tutur bro Budi, anggota Pulsarian Depok, di penghujung sharing RSA dengan kelompok penunggang Bajaj Pulsar. Saya termasuk yang mengamati kelompok tersebut. Dipersepsi saya, pemakai Pulsar ini cukup antusias soal keselamatan jalan. Bahkan, mereka memiliki tim inti yang disebut Pulsarian Safety Riding Team (PSRT). Semangat mereka sekuat srigala malam. Seperti makna kata Pulsar itu sendiri yang berarti srigala dalam bahasa Indonesia.
Hampir pukul 01.30 WIB, Minggu (30/10/2011) ketika saya berpamitan. Bergegas menuju rumah untuk istirahat. Satu lagi pengalaman saya bertemu dengan para Srigala Margonda. (edo rusyanto)

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *