iims 2013 pengunjung

ADA sesuatu yang berbeda di tengahgempita pameran mobil yang dikabarkan beromzet hampir Rp 5 triliun dan terbesar di Indonesia. Ada sedikit ‘kegelisahan’ di sela gemulai gadis nan molek penjaga stand pameran. Ada ‘keriuhan yang senyap’ di salah satu sudut pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013.

Mereka yang sukarela hadir di booth mini itu adalah para anggota komunitas pengguna mobil yang justeru membahas hal berbeda. Sang penyelenggara ‘Bincang Komunitas’, harian Kompas, memberi label bahasan
Minggu (29/9/2013) siang itu, “Peran Komunitas dalam Menyosialisasikan Cara Berkendara yang Aman.”

Para penggiat keselamatan jalan dari Road Safety Association (RSA) mengajak anggota komunitas yang hadir untuk lebih antusias menyebarluaskan cara berkendara yang aman dan selamat. “Kami minta tolong RSA untuk mengupas peran komunitas dalam menyosialisasikan cara berkendara yang aman,” kata sist Oka, dari Kompas, di Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Menyambut ajakan tersebut, RSA mengirim Ketua Umum-nya Edo Rusyanto, Kepala Divisi Kegiatan Ivan Virnanda dan anggota Divisi Kegiatan Ahmad Haryanto. Sedangkan peserta ajang itu berasal dari anggota komunitas Avanza Xenia Indonesia Club (AXIC) dan White Car Community Bekasi.

Fakta di Sekitar

Beberapa tahun terakhir, terutama sejak awal tahun 2000-an, kehadiran komunitas pengguna kendaraan bermotor kian meruyak di Indonesia. Mulai dari kendaraan roda dua, roda empat, hingga pengguna angkutan umum. Komunitas menjadi wadah berinteraksi, tukar informasi, menyalurkan hobi, hingga berbagi dengan sesama.

Komunitas menjadi tempat berinteraksi yang nyaman. Pertemuan berkala merekatkan silaturahim diantara anggota komunitas, sekalipun interaksi sehari-hari juga ditopang teknologi informasi. Banyak dari komunitas memanfaatkan fasiltas internet dan teknologi seluler dalam merajut komunikasi harian. Beberapa wujud komunikasi itu di antaranya berupa mailing list atau email. Lalu, media sosial seperti blog, twitter, facebook, hingga fasilitas perpesanan di black berry messenger.

edo rsa iims 2013

Lantas, bagaimana peran komunitas dalam menyebarluaskan kesadaran berkendara yang aman dan selamat?

Sebelum masuk kesana, perlu dijawab dulu, untuk apa mensosialisasikan berkendara yang aman dan selamat?

Mari kita lihat dulu fakta yang ada. Tahun 2012, tiap hari ada 320-an kasus kecelakaan. Angka itu naik 7,4% jika dibandingkan 2011 yang tiap hari 300 kasus.

Kecelakaan berbuntut tragis. Tahun 2012, tiap hari, rata-rata 81 jiwa tewas. Turun 9,53% jika dibandingkan korban tewas tahun 2011 yang tiap hari 89 jiwa.

Dari 320-an kasus kecelakaan tiap hari pada 2012, kendaraan yang terlibat kecelakaan masih didominasi sepeda motor, yakni 64,21%. Tahun 2012, tiap hari ada 304 sepeda motor yang terlibat kecelakaan.

Lalu, mobil pribadi yang terlibat kecelakaan pada 2012, rata-rata 69 mobil tiap harinya. Sedangkan mobil angkutan dan bus rata-rata per hari pada 2012 masing-masing 44 mobil dan 23 bus. Khusus untuk bus, jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan pada 2012 melonjak 59% dibandingkan 2011.

Mari kita lihat faktor-faktor pemicu kecelakaan di Indonesia. Dalam rentang delapan bulan 2013, faktor manusia menjadi pemicu kecelakaan yang terbesar, yakni 87,48%. Lalu, faktor kedua terbesar adalah faktor jalan, yakni 8,34% dan ketiga terbesar, faktor kendaraan (3,28%). Sedangkan faktor alam menyumbang sekitar 0,90% terhadap total kecelakaan Januari-Agustus 2013.

Bila mengutip data Kepolisian RI, sepanjang Januari-Agustus 2013 terlihat ada beberapa aspek di faktor manusia. Aspek utama di faktor manusia yang memicu kecelakaan sepanjang delapan bulan 2013 adalah faktor tidak tertib, yakni 45,23%.

Sedangkan aspek kedua dan ketiga terbesar adalah lengah 32,32% dan berkendara cepat 14,59%. Oh ya, aspek tidak tertib dalam berkendara ternyata mengakibatkan terjadinya 117 kasus kecelakaan per hari. Lalu, aspek lengah menimbulkan 84 kasus per hari dan ngebut menyumbang 38 kasus kecelakaan per hari.

Peran Komunitas

Nah, melihat kondisi yang ada tersebut, bagaimana dengan peran komunitas kendaraan bermotor?

Hal pertama yang bisa dilakukan komunitas adalah dengan membudayakan berkendara yang aman dan selamat di kalangan anggotanya. Dalam hal ini bisa melalui pembahasan informal atau formal. Mulai dengan mencaritahu faktor-faktor pemicu kecelakaan, testimoni, hingga pelatihan.

ivan rsa iims 2013

Lalu, para anggota komunitas bisa menularkan pengetahuannya kepada keluarga tercinta. Mengajak anggota keluarga lebih peduli dan menerapkan berkendara yang selamat. Maklum, sekitar 63,7% korban kecelakaan adalah dari kalangan usia produktif. Bahkan, 87,2% pelaku kecelakaan adalah kelompok usia produktif. Kita tahu, kecelakaan bisa menyakitkan banyak orang. Kecelakaan bisa memporak-porandakan keluarga manakala sang korban adalah tiang ekonomi keluarga.

Ketiga, peran komunitas yang amat strategis adalah dengan memberi tauladan bagi masyarakat sekitar. Selain menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain, lewat berkendara yang aman dan selamat bisa menjaga citra komunitas.

Tiga peran tadi bisa menjadi salah satu upaya publik menjaga keselamatan di jalan. Sekalipun, di sisi lain, desakan kepada negara selaku penanggung jawab keselamatan warganya, harus terus disuarakan.
“Kami juga berharap para produsen memperkenalkan keselamatan berkendara kepada konsumennya,” kata Agus, dari Axic.

Peran komunitas tadi berakar pada tiga aspek. RSA mengerucutkan dalam ‘Segitiga RSA’, yakni ketaatan pada aturan (rules) dan berkendara yang mumpuni (skill). “Selain itu, peduli pada sesama pengguna jalan (attitude),” kata Ivan.

Ketiganya tidak bisa secara parsial, implementasinya harus bersamaan. Untuk satu tujuan, mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis. (edo rusyanto)

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *