Salah satu hal yang menjadi akar permasalahan karut marut lalu lintas di kota besar seperti di Jakarta adalah tidak adanya rasa ‘tepa selira’ di jalan raya atau saling menghargai sesama pengguna jalan. Di jalan raya sehari-hari mudah ditemui pengendara saling berebut berada paling depan saat lampu merah menyala hingga melampaui zebra cross dan garis setop . Belum lagi pengendara lain yang tidak memberikan kesempatan pengendara lain yang sudah memberikan isyarat untuk berbelok atau memutar arah.

Hal inilah yang diangkat Road Safety Association (RSA) Indonesia pada kesempatan diskusi seputar keselamatan jalan pada acara Santunan dan Buka Puasa Bersama anak yatim piatu yang digelar Pajero Indonesia chapter Bekasi atau lebih dikenal dengan PIWan Patriot pada Sabtu (18/06) yang bertempat di salah satu hotel di kawasan Jatiasih, Bekasi.

“Bukankah bulan Ramadhan adalah bulannya berbagi dengan sesama? Tidak ada salahnya saat di jalan raya pun kita sudi berbagi jalur jalan dengan pengguna jalan lain,”ujar Ivan Virnanda, Ketua Umum RSA Indonesia.

“Saat di jalan raya, kita ini siapa sih? Bukankah posisi kita sama seperti pengguna jalan lainnya? Maka berperilaku yang santun, saling menghargai sudah menjadi keharusan,”tambah Ivan lagi.

“Begitu pula saat sebuah klub/komunitas otomotif melakukan touring. Harus diingat, posisi kita sama seperti pengguna jalan lainnya,”sergah Ivan.

Sebagaimana yang sudah diusung sejak RSA Indonesia lahir, membawa prinsip berkendara yang aman dan selamat dengan menerapkan segitiga RSA secara simultan saat berkendara. Segitiga RSA terdiri dari memahami dan melaksanakan aturan yang berlaku (Rules), memiliki keterampilan berkendara yang mencukupi (Skill) dan berperilaku santun dan saling menghargai (Attitude).

“Hal yang paling sulit dilakukan biasanya aspek Attitude. Jika Rules bisa kita baca aturannya dan terapkan. Skill bisa dilatih di sekolah mengemudi dan pelatihan berkendara. Tapi Attitude harus dibiasakan,”tutup Ivan. (ls)

 

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.