Sabtu (14/11) kawasan Cibogo, Bogor, Jawa Barat bergemuruh dengan hiruk pikuk suara bikers dan tentunya suara sepeda motor ciri khas bertorsi besar dan Gedung Unit Pendidikan dan Pelatihan Perusahaan Listrik Negara atau Udiklat PLN Cibogo menjadi tempat berkumpulnya para bikers dari Master of Torque Riders Indonesia (MTRI).

Berkumpulnya para bikers MTRI ini dalam rangka menghadiri seminar “Sharing Session Road Safety Awareness” yang diadakan oleh pengurus MTRI dengan menggandeng Road Safety Association (RSA) Indonesia. Kali ini dari RSA Indonesia hadir, Ivan Virnanda, Ketua Umum, Nursal, Sekjen, Ahmad Haryanto, Kepala Divisi Kegiatan dan Lucky, Badan Pengawas.

“RSA hadir bukan sebagai pihak yang paling tahu tentang Road Safety tapi mungkin kami lebih dulu tahu, makanya kami namakan sharing session,” buka Ivan, Ketua Umum RSA Indonesia dalam sambutan pembukaan acara.

“Sebanyak 250-an kasus kecelakaan terjadi tiap hari di negeri ini, apakah kita akan berpangku tangan?,” lanjut Ivan.

Sharing dan diskusi tentang keselamatan jalan berjalan interaktif apalagi saat diputarnya video kecelakaan lalu lintas.

“Video-video ini kami putar bukan untuk tontonan, tapi sebagai tuntunan agar lahir awareness terhadap pentingnya keselamatan,” ujar Nursal, Sekjen RSA dalam sesi berikutnya.

“70-an jiwa tewas tiap hari akibat kecelakaan lalu lintas di negeri ini. Saatnya kita bertindak!,” ujar Nursal lagi.

Diskusi mengalir terus, dari pembahasan bagaimana membentuk kesadaran akan keselamatan, etika berkendara, aturan-aturan tentang lalu lintas hingga bagaimana berkendara yang aman dan selamat.

“Defensive Riding, sering kita dengar istilah ini, tapi tak banyak yang paham akan maknanya. Disinilah kita uraikan,” sergah Nursal.

“Tiap hari, 260-an sepeda motor terlibat kecelakaan, kita bisa saja menjadi salah satunya. Terapkan segitiga RSA, Rules, Skill dan Attitude kapanpun dan dimanapun,” ujar Nursal.

Sebagai penutup disampaikan tahap-tahap pemeriksaan kondisi sepeda motor sebelum digunakan. “Hal sepele yang sering dilupakan pengendara. Ingat, bro, masalah yang besar biasanya diawali dari hal sepele,” tandas Ivan.

Oh ya, di awal acara ini tidak lupa dilakukan mengheningkan cipta dalam rangka Hari Perenungan bagi Korban Kecelakaan Lalu lintas se-Dunia atau World Day of Remembrance for Road Traffic Victims.

Adapun tema World Day Remembrance tahun ini adalah “Say No to Road Crime”. Tema ini bukan tanpa alasan, pelaku kecelakaan lalu lintas bisa termasuk pelaku tindakan kriminal apalagi jika dalam kasus kecelakaannya berakibat hilangnya nyawa seseorang.

Pada sesi akhir acara, keseluruhan yang hadir meneriakkan yel-yel, “Road Crime, No! Road Safety, Yes!” dengan mengepalkan tangan sambil membentangkan spanduk World Day of Remembrance for Road Traffic Victims. (lucky)

▶ Show quoted text

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.