<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RSA Indonesia</title>
	<atom:link href="http://rsa.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rsa.or.id</link>
	<description>Let&#039;s Share The Road</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 May 2013 03:58:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-EN</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perusahaan Lift Antusias Keselamatan Jalan</title>
		<link>http://rsa.or.id/perusahaan-lift-antusias-keselamatan-jalan/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/perusahaan-lift-antusias-keselamatan-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 16:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky J. Subiakto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2285</guid>
		<description><![CDATA[Hari Kamis 16 Mei 2013 Road Safety Association (RSA) berkesempatan memberikan pelatihan seputar keselamtan jalan kepada karyawan dan karyawati PT. Kone Indo Elevator, sebuah perusahaan lift yang berkantor pusat di]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Kamis 16 Mei 2013 Road Safety Association (RSA) berkesempatan memberikan pelatihan seputar keselamtan jalan kepada karyawan dan karyawati PT. Kone Indo Elevator, sebuah perusahaan lift yang berkantor pusat di kawasan Bandar Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.</p>
<p>Dalam catatan saya masih jarang entitas bisnis mengadakan pelatihan seputar keselamatan jalan, kalaupun ada biasanya perusahaan manufaktur yang memang unsur keselamatan nya menjadi salah satu parameter bisnisnya.</p>
<p>Acara yang berlangsung selama 1 hari tersebut dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama berlangsung dari pukul 9 pagi sampai dengan pukul 12 siang. Sedang sesi kedua mulai pukul 13 siang sampai dengan pukul 16 sore. Oh ya, peserta pada sesi pertama berbeda dengan peserta pada sesi kedua. Sesi pertama dikhususkan kepada karyawan operasional lapangan sedangkan sesi kedua disediakan untuk karyawan back office.</p>
<p>Pada sesi pertama, Rio Octaviano selaku pemateri yang juga Badan Pengawas RSA menyampaikan mengapa kita perlu selamat di jalan. “Penegakkan hukum oleh Polisi masih berjalan lamban. Kita selaku pengguna jalan dipaksa untuk survive di jalan. Untuk itulah RSA hadir, memberikan penyadaran ke masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan” ujar Rio. “Apa sih yang dicari oleh kita dengan berkendara melanggar aturan?” tambah Rio.</p>
<p>Di sesi kedua tidak kalah seru nya, Nursal sebagai pemateri yang juga Kepala Divisi Humas RSA dibantu Yudhi Darma, menyampaikan data kecelakaan lalu lintas di Indonesia. “Ngeri ya, melihat angka kecelakaan,”sahut salah satu peserta.</p>
<p>Maklum saja, 89 nyawa harus meregang sia-sia di jalan akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Sedangkan tiga nyawa tewas tiap jam nya di Indonesia. Miris.</p>
<p>Pelatihan yang memang dibuat sangat interaktif lebih mirip sebuah forum diskusi, dimana peserta diberikan kesempatan lebih untuk bertanya dan menyampaikan pendapatnya mengenai permasalahan lalu lintas yang sehari dialami dan dilihat sehari-hari .</p>
<p>“Saya menerabas lampu merah supaya cepat sampai”sahut salah satu peserta. Ada lagi yang lain, ”karena sudah terlambat, saya terpaksa melawan arus,”balas peserta lainnya. Itulah sedikit dari pelanggaran aturan lalu lintas yang sering kita lihat.</p>
<p>Hanya satu yang RSA tawarkan kepada peserta, solusi RSA terhadap segala permasalahan lalu lintas yang terjadi. Apa ya tawarannya? Jawabannya adalah segitiga RSA. Mencakup,  Rules yang dimaknai sebagai pemahaman terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku dan mampu melaksanakannya, kemudian Skill dalam arti kita selaku pengendara perlu memiliki keterampilan berkendara yang cukup dan yang terakhir dan terpenting adalah Attitude atau perilaku saat berkendara. Perilaku santun, elegan, saling menghargai sesama pengguna jalan dan sudi berbagi ruas jalan adalah beberapa contoh perilaku dimaksud. Bagaimana dengan anda? Apakah tertarik tawaran RSA ini? (lucky subiakto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/perusahaan-lift-antusias-keselamatan-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seru, ‘Obsesi’ Save Pedestrians di Radio Pelita Kasih</title>
		<link>http://rsa.or.id/seru-obsesi-save-pedestrians-di-radio-pelita-kasih/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/seru-obsesi-save-pedestrians-di-radio-pelita-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 04:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky J. Subiakto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2281</guid>
		<description><![CDATA[PERBINCANGAN bergulir cukup hangat. Bro Humto, penyiar Radio Pelita Kasih (RPK), Jakarta memandu dengan apik. Saya dan bro Nursal dari Road Safety Association (RSA) Indonesia, larut dalam pembahasan bertajuk selamatkan]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>PERBINCANGAN bergulir cukup hangat. Bro Humto, penyiar Radio Pelita Kasih (RPK), Jakarta memandu dengan apik. Saya dan bro Nursal dari Road Safety Association (RSA) Indonesia, larut dalam pembahasan bertajuk selamatkan pejalan kaki (save pedestrians) di acara ‘Obsesi’ RPK 96,3 FM, Kamis (9/5/2013) pagi.<br />
Para penanya melalui pesan singkat (SMS) maupun telepon interaktif, menitikberatkan, bagaimana upaya agar pejalan kaki mendapat rasa aman dan selamat saat di jalan. Maklum, kita disodori fakta, rata-rata 18 pejalan kaki tewas setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan.</p>
<p>“Bagaimana peran negara untuk melindungi pejalan kaki?” Tanya Ibu Surya dari Jakarta, dalam dialog interaktif.</p>
<p>Sontak saya jawab dengan fakta saat ini yang menunjukan bahwa pedestrian atau pejalan kaki yang belum sepenuhnya mendapat rasa aman di jalan. Walau, ada sejumlah upaya pemerintah daerah dengan membuat trotoar jalan yang cukup aman dengan meninggikan permukaan trotoar. Faktanya, trotoar di terabas oleh para pengendara sepeda motor. Atau, trotoar di jadikan tempat berjualan para pedagang kaki lima. Bahkan, di sejumlah pasar di Jakarta, tidak ada ruang bagi pejalan kaki karena lahannya dipakai para pemilik took memajang barang dagangannya.</p>
<p>Negara wajib memberi rasa aman bagi seluruh pengguna jalan. Terkait dengan hak pejalan kaki, selain harus disediakan trotoar, juga harus tersedia marka dan rambu jalan untuk menyeberang. Di sisi lain, perlu jembatan penyeberangan orang (JPO).</p>
<p>“Program apa yang dilakukan RSA untuk mengurangi kecelakaan bagi pejalan kaki?” Tanya Pagar Sianipar, dari Bekasi dalam tanya jawab dan pesan singkatnya.</p>
<p><a href="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/05/signboard-save.jpg"><img alt="signboard-save" src="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/05/signboard-save.jpg?w=300&amp;h=212" width="300" height="212" /></a></p>
<p>Kami di RSA melihat bahwa para pejalan kaki juga berkontribusi untuk terciptanya lalu lintas jalan yang aman dan selamat. Berjalan yang aman dan selamat salah satunya adalah dengan tetap fokus dan waspada. Jalan kaki tidak direcoki dengan aktifitas lain seperti berponsel atau melamun. Selain itu, menyeberang pada tempatnya dan selalu memperhatikan sekitar untuk memastikan situasi cukup aman untuk menyeberang.<br />
Ajakan tersebut dilontarkan dalam ajang program rutin kopi darat keliling (kopdarling) yang digelar RSA tiap bulan. Pada kesempatan tertentu, seperti pada ‘Sepekan Aksi Selamatkan Pejalan Kaki’ yang digelar RSA pada 6-12 Mei 2013, aksi dilakukan dengan turun ke jalan. Menutup trotoar sesaat agar tidak dijarah pesepeda motor atau menjaga zebra cross agar aman dilintasi pejalan kaki.</p>
<p>Lalu, terhadap para pengguna jalan yang lain, khususnya para pengendara kendaraan bermotor, diajak untuk mesti memberi prioritas kepada pedestrian. Terlebih, jika pedestrian hendak menyeberang jalan. “Intinya, mesti saling toleransi dan mau berbagi ruas jalan,” kata bro Nursal.<br />
Seorang pendengar dari Kelapa Gading, Jakarta Utara melontarkan pertanyaan cukup tajam. “Mengapa tidak ada larangan pejalan kaki yang melewati underpass?” Tanya dia.</p>
<p>Sang penanya mengaku pernah melihat seorang pejalan kaki yang melewati underpass di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Dia sempat berpikiran, jangan-jangan sang penyeberang hendak bunuh diri.</p>
<p>Aturan yang berlaku saat ini sebenarnya cukup jelas. Dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) ditegaskan, menyeberang harus pada tempatnya. Sedangkan bagi pelanggar marka dan rambu jalan bisa dikenai sanksi denda maksimal Rp 500 ribu. Atau, penjara maksimal dua bulan.<br />
Nah, untuk memperluas pengetahuan masyarakat tentang aturan tersebut, Maunel dari Pasar Rebo, Jakarta Timur mengusulkan agar pemerintah memperbanyak cetakan buku UU. “Setiap orang yang mau bikin atau memperpanjang SIM harus memiliki buku undang-undang berlalu lintas. Jadi, tidak ada lagi alasan bahwa saya tidak tahu aturan yang ada,” kata dia.</p>
<p><a href="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/05/signboard-jarahtrotoar_lsw-rsa-2013.jpg"><img alt="signboard-jarahtrotoar_lsw rsa 2013" src="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/05/signboard-jarahtrotoar_lsw-rsa-2013.jpg?w=600&amp;h=424" width="600" height="424" /></a></p>
<p>Karena itu, kata bro Nursal, RSA melakukan pendekatan ketaatan pada aturan (rules), perilaku berkendara yang beradab (attitude), dan berkendara yang terampil (skill). Ketaatan pada aturan tentu bermakna juga memahami dan mengetahui aturan yang berlaku saat ini.</p>
<p>Sekitar satu jam berbincang dalam ‘Obsesi’ memberi warna lain kampanye RSA untuk keselamatan para pejalan kaki. Bro Humto pun menutup siaran persis menjelang pukul 10.00 WIB. Kami pun berpamitan meninggalkan studio yang terletak di Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur tersebut, tentu setelah menikmati segelas teh manis hangat. <strong>(edo rusyanto)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/seru-obsesi-save-pedestrians-di-radio-pelita-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diguyur Hujan, Aksi Save Pedestrians Jalan Terus</title>
		<link>http://rsa.or.id/diguyur-hujan-aksi-save-pedestrians-jalan-terus/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/diguyur-hujan-aksi-save-pedestrians-jalan-terus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 04:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky J. Subiakto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2279</guid>
		<description><![CDATA[HUJAN tak mengendurkan semangat warga Jakarta mengikuti Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Minggu (12/5/2013) pagi. Ribuan orang tumpah ruah di ajang yang kondang disapa car free day (CFD). Ada pejalan]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>HUJAN tak mengendurkan semangat warga Jakarta mengikuti Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Minggu (12/5/2013) pagi. Ribuan orang tumpah ruah di ajang yang kondang disapa car free day (CFD). Ada pejalan kaki, pesepeda kayuh, hingga para pecinta sepatu roda.</p>
<p>&#8220;Hari ini kita mendapat berkah hujan,&#8221; ujar bro Alfred, dari Koalisi Pejalan Kaki, di panggung HBKB, Minggu.</p>
<p>Permukaan aspal masih basah. Gerimis berebutan turun dari langit. Puluhan relawan dan pengurus Road Safety Association (RSA) Indonesia menyeruak diantara ribuan warga di ajang HBKB.</p>
<p>RSA hadir menyerukan pentingnya berlalu lintas yang aman dan selamat. Khususnya, memberi rasa aman dan selamat bagi para pejalan kaki. &#8220;Selamatkan pejalan kaki,&#8221; seru Lucky Subiakto, sekretaris jenderal RSA saat longmarch di sekitar Bundaran HI.</p>
<p>RSA menggelar aksi ‘Selamatkan Pejalan Kaki’ selama satu pekan, 6-12 Mei 2013. Di Jakarta, dibuka dengan dengan aksi simpatik pada Senin (6/5/2013) pagi hingga sore. Aksi tersebar di Bundaran Senayan (Jakarta Selatan), Perempatan Matraman (Jakarta Timur), dan Tugu Tani (Jakarta Pusat).</p>
<p>Edukasi juga dilakukan melalui media mainstream seperti televisi (Kompas TV), radio (Green Radio FM dan RPK FM), media cetak (di antaranya Kompas, Media Indonesia, dan Indo Pos), serta media online (di antaranya Kompas.com, Metrotv.com, Antaranews.com, dan Vivanews.com). Selain itu melalui media sosial seperti blog, twitter, dan facebook.</p>
<p>Dalam kampanye kali ini, RSA juga masuk ke kelompok sepeda motor di Jakarta, yakni Honda Spacy Rider Club (HSRC) Jakarta, pada Jumat (10/5/2013) malam. Sedangkan ke Everyday Motor Club (EMC) dilakukan di Ciawi, Bogor, Sabtu (11/5/2013).</p>
<p>Selain di Jakarta, kampanye ‘Save Pedestrian’ juga digelar relawan RSA di beberapa kota. Di kota Bandung, aksi digelar pada Sabtu, sedangkan di Padang dan Palembang pada Minggu. Di kedua kota itu, aksi berbarengan dengan di Jakarta. &#8220;Semua pejuang bersemangat dari awal sampai akhir. Walau, bubar karena kehujanan dan pejuang pun berteduh,&#8221; jelas Kang Ibrahim, ketua Pusat Informasi Kegiatan (PIK) RSA Bandung, dalam pesan tertulis What’s App kepada saya.</p>
<p>Kembali soal aksi ‘Save Pedestrians’ RSA di Bundaran HI, Jakarta. Hujan dan gerimis dan mengendurkan semangat. Selain berjalan kaki mengitari Bundaran serta membentangkan spanduk dan papan pesan, aksi kali ini juga diramaikan penampilan teatrikal Teater 8, Universitas Sahiid, Jakarta. &#8220;Aksi menceritakan soal mirisnya nasib pejalan kaki yang haknya dirampas pesepeda motor,&#8221; kata Nadya, humas Teater 8.</p>
<p>Ya. Pejalan kaki merupakan salah satu pengguna jalan yang rentan terjebak kecelakaan lalu lintas jalan. Di Indonesia, 18 pejalan kaki tewas tiap hari menjadi korban kecelakaan. Bahkan, di dunia, menurut data World Health Organization (WHO), tiap hari, sekitar 700-an pejalan kaki tewas.</p>
<p>Indonesia harus bertindak. Melindungi kelompok yang rentan kecelakaan di jalan, seperti pejalan kaki, pesepeda kayuh, dan pesepeda motor. RSA Indonesia mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih peduli dengan keselamatan sesama pengguna jalan. (edo rusyanto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/diguyur-hujan-aksi-save-pedestrians-jalan-terus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompas TV Juga Bahas Pejalan Kaki</title>
		<link>http://rsa.or.id/tv-pun-ikutan-dukung-selamatkan-pejalan-kaki/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/tv-pun-ikutan-dukung-selamatkan-pejalan-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 12:38:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky J. Subiakto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2275</guid>
		<description><![CDATA[MATAHARI belum nongol. Perjalanan Cibubur, Jakarta Timur ke Palmerah, Jakarta Barat relatif lancar. Di sejumlah titik, ada ketersendatan, seperti di Pasar Kramat Jati dan Pasar Palmerah. Para urban mulai masuk]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>MATAHARI belum nongol. Perjalanan Cibubur, Jakarta Timur ke Palmerah, Jakarta Barat relatif lancar. Di sejumlah titik, ada ketersendatan, seperti di Pasar Kramat Jati dan Pasar Palmerah. Para urban mulai masuk tengah kota, naik sepeda motor dan angkutan kota. Si kuda besi setia menemani hingga gedung studio Kompas TV, Palmerah.</p>
<p>Jarum jam baru menunjukan pukul 05.22 WIB, Rabu (8/5/2013). Gedung berwarna putih berlantai lima itu relatif sepi. Saya ditemui Rony, staf siaran stasiun televisi milik kelompok Kompas Group itu. &#8220;Nanti kita bahas soal pengalaman kampanye bagi keselamatan pejalan kaki dan apa harapan Road Safety Association,&#8221; ujar Rony, saat briefieng jelang siaran puku 06.00 WIB.</p>
<p>Tak berapa lama, hadir Nisya Amalia, perempuan muda yang dikenal lewat video trotoar dan pemotor yang ditayangkan di jejaring sosial youtube tahun 2009.</p>
<p>&#8220;Akhirnya bisa bertemu mas Edo juga, saya ingin gabung juga di acara 12 Mei 2013,&#8221; sergah pekerja swasta yang tinggal di Ciputat itu, saat bertemu saya di ruang studio siaran.</p>
<p>Ya. Kami berdua menjadi narasumber dalam talkshow ‘Kompas Pagi’ yang mengangkat tema ‘Masih Amankah Trotoar Kita’. Perbincangan mengalir. Talkshow dipandu host Teuku dan Indah. Berbagai pertanyaan mengalir dari mereka berdua untuk menghidupkan diskusi. Misalnya saja, &#8220;Apakah tidak ada sanksi bagi pelanggaran melintas di trotoar?&#8221; Tanya Indah.</p>
<p>Soal pelanggaran marka dan rambu jalan seperti zebra cross dan garis setop, kita semua tahu, ada sanksinya di dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Ada denda maksimal Rp 500 ribu atau penjara maksimal dua bulan. Bagaimana implementasinya? Lihat saja di lapangan. Pelanggaran zebra cross dan garis setop, termasuk penjarahan trotoar jalan. Para pedestrian pun terpinggirkan.</p>
<p>Menurut Nisya, saat ini, para pedestrian di Jakarta harus super waspada. Dia pernah harus berhadapan dengan para penjarah trotoar yang justeru memaki dirinya. &#8220;Ada yang bilang saya orang ‘gila’,&#8221; kata dia. Dia berharap para pengguna jalan bisa lebih saling menghargai. Menempatkan diri sesuai porsinya. Pejalan kaki selaku non vehicle motorist (NVM) tentu lebih rentan dibandingkan pengguna kendaraan bermotor. Karena itu, pedestrian juga mesti lebih hati-hati, termasuk menyeberang di tempatnya.</p>
<p>Kita tahu, rata-rata tiap hari sekitar 18 pejalan kaki tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Bahkan, di dunia, 700-an jiwa tiap hari. Sekira pukul 06.30 WIB talkshow usai. Kami berharap penyebaran informasi dan ajakan mau berbagi jalan, termasuk dengan pejalan kaki, bisa dapat lebih luas lagi. Mendapat respons positif dari publik. Seperti dalam kampanye Selasa (7/5/2013) malam di foodcourt kawasan Pasar Festival, Jakarta Selatan. Para pengunjung banyak bertanya tentang aksi konkret bagi keselamatan pejalan kaki. (edo rusyanto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/tv-pun-ikutan-dukung-selamatkan-pejalan-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers RSA: Selamatkan Pejalan Kaki!</title>
		<link>http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-selamatkan-pejalan-kaki/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-selamatkan-pejalan-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 02:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky J. Subiakto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers RSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2268</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, Senin, 6 Mei 2013 &#8211; Pejalan kaki merupakan salah satu pengguna jalan yang rentan terjebak kecelakaan lalu lintas jalan. Di Indonesia, 18 pejalan kaki tewas tiap hari menjadi korban]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, Senin, 6 Mei 2013 &#8211; Pejalan kaki merupakan salah satu pengguna jalan yang rentan terjebak kecelakaan lalu lintas jalan. Di Indonesia, 18 pejalan kaki tewas tiap hari menjadi korban kecelakaan. Bahkan, di dunia, menurut data World Health Organization (WHO), tiap hari, sekitar 700-an pejalan kaki tewas.</p>
<p>&#8220;Indonesia harus bertindak. Melindungi kelompok yang rentan kecelakaan di jalan, seperti pejalan kaki, pesepeda kayuh, dan pesepeda motor,&#8221; ujar Edo Rusyanto, ketua umum Road Safety Association (RSA) Indonesia, di Jakarta, Senin (6/5/2013).</p>
<p>Menurut dia, RSA mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih peduli dengan keselamatan sesama pengguna jalan. Termasuk, para pejalan kaki tetap berperilaku yang aman dan selamat. Menyeberang pada tempatnya.</p>
<p>Sedangkan, negara wajib memberi rasa aman dan selamat bagi seluruh pengguna jalan. Menyediakan trotoar jalan yang aman. Menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau. Indonesia harus berbuat. Cukup sudah 80-an jiwa tewas sia-sia setiap hari.</p>
<p>&#8220;Untuk itu RSA menggelar aksi &#8216;Selamatkan Pejalan Kaki&#8217; yang dimulai Senin, 6 Mei 2013,&#8221; kata Rio Octaviano, person in charge (PIC) Aksi Save Pedestrians RSA, di Jakarta, Senin.</p>
<p>Dia menjelaskan, aksi damai itu bakal digelar di beberapa kota sepanjang 6-12 Mei 2013. Kota-kota itu mencakup Jakarta, Bandung, Subang, Jogjakarta, Padang, dan Palembang.</p>
<p>Di Jakarta, aksi damai berupa teatrikal, penyebaran flyer, stiker, bentang spanduk dan puncaknya pada tanggal 12 Mei 2013 berupa aksi jalan kaki bersama (long march) di kawasan Car Free Day, Jln. MH. Thamrin</p>
<p>&#8220;Aksi ini bagian dari program keselamatan jalan di seluruh dunia, Global Road Safety Week (GRSW) yang pada 2013 bertajuk Pejalan Kaki,&#8221; jelas Lucky Subiakto, sekjen RSA.</p>
<p><b>Jadwal Aksi Save Pedestrians:</b></p>
<p>1. Kegiatan: Aksi Teatrikal<br />
o Hari,Tanggal : Senin, 6 Mei 2013<br />
o Pukul : 09.00-selesai<br />
o Lokasi : 3 Titik bergantian:<br />
§ Bundaran Senayan &#8211; Jakarta Selatan, jam 09.00-10.00<br />
§ Perempatan Matraman &#8211; Jakarta Timur, jam 11.00-12.00<br />
§ Tugu Tani &#8211; Jakarta Pusat, jam 14.00-15.00</p>
<p>2. Kegiatan: Aksi Simpati &#8211; Long Short Walk (Long March)<br />
o Hari,Tanggal : Minggu, 12 Mei 2013<br />
o Pukul : 07.00 &#8211; 10.00wib<br />
o Lokasi : Car Free Day, Jl. Teluk Betung, Jakarta Pusat.<br />
o Rute: Jln. Teluk Betung-Bundaran HI-Perempatan McDonald/Sarinah-Bundaran HI-Jln. Teluk Betung.</p>
<p>Info Lebih Jauh:<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Nursal Ramadhan, kepala divisi Humas RSA.<br />
Ponsel : 081219109910</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-selamatkan-pejalan-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Undangan Aksi Selamatkan Pejalan Kaki</title>
		<link>http://rsa.or.id/undangan-aksi-selamatkan-pejalan-kaki/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/undangan-aksi-selamatkan-pejalan-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 03:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky J. Subiakto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Slider]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2265</guid>
		<description><![CDATA[Pejalan kaki merupakan salah satu pengguna jalan yang rentan terjebak kecelakaan lalu lintas jalan. Di Indonesia, 18 pejalan kaki tewas tiap hari menjadi korban kecelakaan. Bahkan, di dunia, menurut data]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>Pejalan kaki merupakan salah satu pengguna jalan yang rentan terjebak kecelakaan lalu lintas jalan. Di Indonesia, 18 pejalan kaki tewas tiap hari menjadi korban kecelakaan. Bahkan, di dunia, menurut data World Health Organization (WHO), tiap hari, sekitar 700-an pejalan kaki tewas.</div>
<div></div>
<div>Indonesia harus bertindak. Melindungi kelompok yang rentan kecelakaan di jalan, seperti pejalan kaki, pesepeda kayuh, dan pesepeda motor.</div>
<div><span id="more-2265"></span></div>
<div></div>
<div></div>
<div>Road Safety Association (RSA) Indonesia mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih peduli dengan keselamatan sesama pengguna jalan. Termasuk, para pejalan kaki tetap berperilaku yang aman dan selamat. Menyeberang pada tempatnya.</div>
<div></div>
<div>
<p>Seiring dengan maraknya kecelakaan di jalan dan rendahnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap nasib pengguna jalan belakangan ini, kami Road Safety Association, mengundang rekan-rekan relawan mengikuti kegiatan bertema; Selamatkan Pejalan Kaki</p>
<p><strong>1. Kegiatan : Aksi Teatrikal dan Sebar Flyer.</strong><br />
o Hari,Tanggal : Senin, 6 Mei 2013<br />
o Pukul : 09.00-selesai<br />
o Lokasi : 3 Titik bergantian:<br />
 Bundaran Senayan – Jakarta Selatan, jam 09.00-10.00<br />
 Perempatan Matraman – Jakarta Timur, jam 11.00-12.00<br />
 Tugu Tani – Jakarta Pusat, jam 14.00-15.00</p>
<p><strong>2. Kegiatan : Aksi Simpati – Long Short Walk (Long March)</strong><br />
o Hari,Tanggal : Minggu, 12 Mei 2013<br />
o Pukul : 07.00 – 10.00wib<br />
o Lokasi : Car Free Day, Jl. Teluk Betung, Jakarta Pusat.<br />
o Rute: Jln. Teluk Betung-Bundaran HI-Perempatan McDonald/Sarinah-Bundaran HI-Jln. Teluk Betung.</p>
<p>Aksi ini bagian dari program keselamatan jalan di seluruh dunia, Global Road Safety Week (GRSW) yang pada 2013 bertajuk ‘Pejalan Kaki/Pedestrian.’</p>
<p>Besar harapan kami para relawan dapat bergabung dalam aksi kali ini. Walau, kami mohon maaf, apabila tidak bisa menyediakan fasilitas berlebih bagi kita para pejuang keselamatan jalan dari akar rumput.</p>
<p>Kontak :</p>
<p>Nursal: 081219109910<br />
Lucky : 083896248957<br />
Edo: 0818141867</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/undangan-aksi-selamatkan-pejalan-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahas Road Safety Bareng Jenderal Bintang Satu</title>
		<link>http://rsa.or.id/bahas-road-safety-bareng-jenderal-bintang-satu/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/bahas-road-safety-bareng-jenderal-bintang-satu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 05:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky J. Subiakto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2263</guid>
		<description><![CDATA[BUAT yang kedapatan proses penerbitan surat izin mengemudi (SIM) nya tidak sesuai prosedur, bakal kena sanksi pencabutan sementara. Kepolisian juga bakal merapihkan mekanisme penerbitan SIM sesuai Undang Undang dan Peraturan]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BUAT yang kedapatan proses penerbitan surat izin mengemudi (SIM) nya tidak sesuai prosedur, bakal kena sanksi pencabutan sementara. Kepolisian juga bakal merapihkan mekanisme penerbitan SIM sesuai Undang Undang dan Peraturan Kapolri (Perkap). Serius nih?</p>
<p>“Ya, kami akan benahi penerbitan SIM. Tahun 2013, sudah dimulai. Cabut sementara mereka yang tidak sesuai kompetensi. Laporkan kepada kami,” ujar Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Agung Budi M, wakil kepala Korps Lalu Lintas (Wakakorlantas) Polri, saat berbincang dengan saya, di Jakarta, Senin (29/4/2014).</p>
<p>Perbincangan bergulir di dalam acara ’8-11 Show’ yang disiarkan langsung Metro TV, sekitar pukul 09.30-10.00 WIB. Selain di dalam acara, perbincangan juga dilakukan di sela siaran, sebelum, dan sesudah siaran.</p>
<p>Saat siaran, kami dipandu oleh Marissa Anita, host Metro TV yang terkenal cukup lincah memandu acara. Jadilah perbincangan terasa kian hidup. “Bagaimana pembenahan soal SIM?” Sergah Marissa.</p>
<p><span id="more-2263"></span></p>
<p><a href="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/04/pin-keselamatan-berlalulintas-korlantas.jpg"><img alt="pin keselamatan berlalulintas korlantas" src="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/04/pin-keselamatan-berlalulintas-korlantas.jpg?w=150&amp;h=117" width="150" height="117" /></a></p>
<p>Brigjen Agung Budi pun menjelaskan dengan gamblang. Selain pencabutan SIM, pihaknya juga bakal mensertifikasi pusat-pusat sekolah mengemudi. Penerbitan SIM berbasis kompetensi. Maklum, setidaknya 13 juta SIM diterbitkan dalam satu tahun.</p>
<p>Soal SIM menjadi salah satu bahasan yang dikupas dalam talkshow kali ini. SIM yang berbasis kompetensi menjadi salah satu fitur penting mereduksi potensi kecelakaan lalu lintas jalan. Maklum, kita kehilangan tiga anak bangsa dalam setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Miris.</p>
<p>“Selain memperketat SIM apalagi yang dilakukan kepolisian?” Tanya Marissa.</p>
<p>Wakakorlantas menegaskan, pihaknya menerapkan penegakan peraturan di jalan. Selain itu, melakukan pelatihan dan imbauan agar pengguna jalan menjadi pelopor keselamatan.</p>
<p><a href="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/04/edo-di-metro-marissa-agung.jpg"><img alt="edo di metro marissa agung" src="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/04/edo-di-metro-marissa-agung.jpg?w=197&amp;h=300" width="197" height="300" /></a></p>
<p>Dia mengamini saat saya sampaikan suara sebagian rakyat soal kerinduan pada sosok polisi yang bersih. Polisi yang tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu. “Laporkan kepada propam kami jika ada perilaku yang dianggap menyimpang,” kata Brigjen Agung Budi.</p>
<p>Termasuk, katanya, mengeliminasi benih-benih arogansi di jalan yang bisa memicu gesekan horisontal. Bukan mustahil gesekan-gesekan itu merusak konsentrasi berkendara. Saat itulah sang jagal bisa menghampiri.<br />
Ngomong-ngomong, seusai talkshow saya dan Marissa mendapat pin kehormatan ‘Pelopor Keselamatan Berlalulintas’ dari Brigjen (Polisi) Agung Budi. Kami pun pamitan meninggalkan pelataran Gedung National Traffic Management Centre (NTMC) Polri di kawasan Jl MT Haryono, Jakarta. <strong>(edo rusyanto)</strong></p>
<p><a href="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/04/edo-wakakorlantas.jpg"><img alt="edo wakakorlantas" src="http://edorusyanto.files.wordpress.com/2013/04/edo-wakakorlantas.jpg?w=600&amp;h=450" width="600" height="450" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/bahas-road-safety-bareng-jenderal-bintang-satu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIARAN PERS RSA Indonesia: Selamat Jalan Ustadz Jeffry</title>
		<link>http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-selamat-jalan-ustadz-jeffry/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-selamat-jalan-ustadz-jeffry/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 07:50:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky J. Subiakto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers RSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2259</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, 26 April 2013 &#8211; Kita semua dikagetkan kabar duka cita. Tokoh muda Islam, ustadz Jeffry Al Buchori meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor, Jumat (26/4/2013). Duka mendalam. Kepolisian RI]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b></b>JAKARTA, 26 April 2013 &#8211; Kita semua dikagetkan kabar duka cita. Tokoh muda Islam, ustadz Jeffry Al Buchori meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor, Jumat (26/4/2013). Duka mendalam.</p>
<p>Kepolisian RI menyatakan, sepeda motor yang dikendarai Ustadz lepas kendali dan menabrak pohon palem. Saat kejadian kondisi jalan mulus dan almarhum memakai helm. Bahkan, membawa surat-surat lengkap seperti surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM).</p>
<p>Ustadz Jeffry Al Buchori yang kondang disapa Uje meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB. Kecelakaan yang dialaminya terjadi di kawasan Jl Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Almarhum menunggang motor sport Kawasaki E650 bernopol B 3590 SGQ.</p>
<p>&#8220;Kami turut berduka cita atas wafatnya almarhum,&#8221; ujar Sekjen Road Safety Indonesia (RSA) Indonesia, Lucky Subiakto, di Jakarta, Jumat (26/4/2013) siang.</p>
<p>Menurut dia, kecelakaan tak pernah mengenal jarak, waktu, dan status sosial. Bisa menimpa siapa saja.</p>
<p>&#8220;Kita para pemotor ketika berkendara dinihari mau tak mau mesti menggandakan kewaspadaan. Kondisi tubuh harus benar-benar prima. Jangan memaksakan diri bila kondisi badan sedang tidak prima. Juga menahan diri dari godaan memacu kendaraan lantaran lengang dan mulusnya jalan,&#8221; kata Lucky.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum RSA Indonesia, Edo Rusyanto menjelaskan, Indonesia menghadapi persoalan serius terkait keselamatan jalan. &#8220;Tahun lalu, tiap jam sedikitnya rata-rata ada 13 kecelakaan dan menyebabkan tiap jam 3 orang tewas,&#8221; kata Edo, Jumat.</p>
<p>Dia mengakui, keterlibatan sepeda motor masih cukup besar, yakni sekitar 64% terhadap total kecelakaan lalu lintas jalan. &#8220;Sekalipun, menurut kepolisian, jumlahnya menurun signifikan, yakni 27% dibandingkan tahun 2011,&#8221; kata dia.</p>
<p>Merujuk data Badan Kesehatan Dunia (WHO), di dunia, tiap jam 32 pemotor tewwas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Sedangkan di Indonesia, diperkirakan rata-rata satu pemotor tewas di jalan.</p>
<p>Karena itu, RSA Indonesia mengajak seluruh pengguna jalan agar meningkatkan konsentrasi saat berkendara. Maklum, risiko kian besar saat lengah menjalar.</p>
<p>Kondisi letih, lelah, dan kantuk yang menjalar saat dinihari, menjadi beban tersendiri. Siklus tubuh memasuki waktu istirahat saat dinihari juga mesti diantisipasi. Kita semua mahfum, berkendara adalah pekerjaan penuh waktu. Butuh konsentrasi penuh. Mutlak.</p>
<p>Manusia hanya bisa berikhtiar. Selebihnya serahkan kepada Nya. Selamat jalan Ustadz Jeffry. Beristirahatlah dengan tenang. Amin. (*)</p>
<p>Kontak lebih lanjut:<br />
Lucky Subiakto, sekjen RSA<br />
Hp 083896248957</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rsa.or.id&amp;h=JAQECSJsr&amp;s=1" target="_blank" rel="nofollow">www.rsa.or.id</a><br />
Twitter @rsaindonesia<br />
FB: rsaindonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-selamat-jalan-ustadz-jeffry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers: Aliansi Global Keselamatan Jalan Patut Berbuat</title>
		<link>http://rsa.or.id/siaran-pers-aliansi-global-keselamatan-jalan-patut-berbuat/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/siaran-pers-aliansi-global-keselamatan-jalan-patut-berbuat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 17:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lucky J. Subiakto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers RSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2252</guid>
		<description><![CDATA[Aliansi Global Keselamatan Jalan Patut Berbuat JAKARTA, 23 April 2013 &#8211; Aliansi global lembaga swadaya masyarakat (LSM) keselamatan jalan punya andil. Patut berbuat untuk mengubah kelamnya lalu lintas jalan. Global]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>Aliansi Global Keselamatan Jalan Patut Berbuat</b></p>
<p>JAKARTA, 23 April 2013 &#8211; Aliansi global lembaga swadaya masyarakat (LSM) keselamatan jalan punya andil. Patut berbuat untuk mengubah kelamnya lalu lintas jalan. Global Alliance Non Government Organization (NGO) Road Safety mengulik sejauh mana andil publik dalam mereduksi fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan, 4-5 April 2013 di Antalya, Turki.</p>
<p>Road Safety Association Indonesia (RSA Indonesia) hadir sebagai sebagai satu-satunya LSM yang mewakili Indonesia dalam kancah pertemuan LSM dari 80 negara di dunia. Pertemuan di Turki merupakan lanjutan pertemuan para LSM keselamatan jalan di Washington DC, Amerika Serikat, pada 2011. Saat itu, pertemuan difasilitasi Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).</p>
<p><span id="more-2252"></span></p>
<p><img title="More..." alt="" src="http://subiakto.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" /></p>
<p>“Dari pertemuan di Turki memperkuat dasar mengapa RSA Indonesia selalu memperhatikan masalah penegakan hukum terkait keselamatan lalu lintas jalan,” ujar Rio Octaviano, utusan RSA Indonesia dalam pertemuan Aliansi Global, di Jakarta, Selasa (23/4/2013).</p>
<p>Dunia menghadapi masalah serius terkait kecelakaan lalu lintas jalan. WHO menuturkan, setidaknya 1,24 juta jiwa tewas sia-sia akibat kecelakaan. Wilayah dengan pendapatan menengah mempunyai kecenderungan lebih tinggi tingkat kematiannya, yakni mencapai 80%. Sedangkan wilayah berpendapatan rendah hanya 12% dan daerah berpendapatan tinggi hanya 8%. Afrika menjadi bagian tertinggi dalam kematian akibat kecelakaan laluintas, sedangkan Asia Tenggara memiliki tingkat kematian 18,5%. Sebanyak 50% dari korban kecelakaan lalu lintas itu adalah para pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara motor. Karena itu, WHO mencanangkan penurunan fatalitas kecelakaan sebesar 50% pada 2020 lewat program Decade of Action. “LSM berperan penting untuk mencapai hal itu,” kata David Ward, general director FIA foundation, saat pembukaan pertemuan di Turki.</p>
<p>Pertemuan Aliansi Global melihat aspek hukum sebagai fitur penting dalam mengurangi fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan. Aturan hukum penting untuk mengatur soal batas kecepatan dan pelarangan mengemudi usai meminum alkohol.</p>
<p>Selain itu, menurut Etienne Krug dari WHO, masalah hukum dan  implementasinya juga penting untuk permasalahan helm, seat belt, dan seatbelt untuk anak. Dia menyebutkan, hanya empat dari 281 negara yang mengatakan bahwa penegakan hukum berjalan cukup baik di negaranya.</p>
<p>Menurut dia, ke depannya lebih baik mencoba saling mengadopsi peraturan untuk kondisi lalu lintas jalan yang lebih baik di masing-masing Negara. Selain itu, meningkatkan sosialisasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang penegakan hukum.  “Tentu, sembari kita turut mendorong perbaikan atas aturan yang ada,” ujar Krug.</p>
<p>Dia optimistis, para LSM bisa melakukan perubahan lewat sosialisasi dan advokasi, termasuk beraliansi dengan pemangku kepentingan. Termasuk dengan kalangan korporasi swasta. RSA Indonesia menempuh hal serupa seperti bersinergi dengan Garda Oto dalam menghadiri pertemuan di Turki. Kesemua itu untuk satu tujuan, demi menyelamatkan nyawa anak negeri.</p>
<p>RSA Indonesia menyodorkan gagasan tentang pentingnya para LSM mendorong terwujudnya komunikasi dua arah dengan para pemangku kepentingan. Negara sebagai penanggung jawab rasa aman di jalan raya, mutlak mewujudkan kewajibannya. Terkait hal itu, Krug menyarankan para LSM berinteraksi dengan kantor perwakilan WHO di negara masing-masing.</p>
<p>Bahkan, bagi Kepolisian Antalya, Turki, masalah keselamatan jalan yang rumit dapat diselesaikan selama ada kerjasama yang baik antara seluruh pihak. “Mirip pernyataan para pemangku kepentingan keselamatan jalan di Indonesia, hanya saja perlu ditingkatkan sinergi di antara mereka agar tidak ada ego sektoral,” kata Ketua Umum RSA Indonesia, Edo Rusyanto, di Jakarta, Selasa.</p>
<p>Program Assistant WHO Turkey mencontohkan keberhasilan dengan otoritas lokal soal kampanye pemakaian sabuk pengaman. Keberhasilan tercapai karena adanya komitmen yang kuat di level pemangku kebijakan Turki.</p>
<p><b>Analisis Data</b></p>
<p>Pada bagian lain, <i>Associate Director</i> Berman Institute of Bioethics John Hopkins Bloomberg School of Public Health, Adnan A Hyder, menyoroti pentingnya data sebagai basis gerakan LSM. Analisis terhadap data yang ada dapat membantu sejauhmana pencapaian aktifitas dari tiap LSM.</p>
<p>Dia juga menyebutkan, pentingnya data untuk membuat tiap LSM menjadi fokus dalam menjalankan kegiatannya. Dalam pengumpulan data bukan berarti LSM mutlak menjalankan riset dan sebagainya. Namun, LSM dapat menggunakan data yang sudah ada, tentunya darisumber yang kredibel.</p>
<p>Adnan mewanti-wanti soal benturan kepentingan dalam pelaksanaan riset. Dia mencontohkan,kajian mengenai alkohol dan kaitannya dengan kecelakaan lalu lintas jalan. Jika kajian didukung oleh perusahaan minuman keras, kendati kemungkinan data tersebut benar, tapi sangat tidak dianjurkan.</p>
<p>Selain dari pihak kepolisian, data dari rumah sakit juga bisa menjadi alternatif. Para LSM bisa bekerjasama dengan beberapa rumah sakit di negara masing-masing.</p>
<p>Terkait data, Ilyas Daoud, <i>p</i><i>roject </i><i>o</i><i>fficer</i> European Transport Safety Council (ETSC), berbagi pengalaman bahwa  pihaknya tiap 3-4 bulan mempublikasi data yang ada. Termasuk, katanya, data tahunan. Ada empat fase yang dijalankan oleh Daoud, yaitu, adopsi strategi, perencanaan,implementasi, dan evaluasi. Di Eropa, pada 2012, tiap hari ada 75 orang tewas dan 250.000 luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas jalan.</p>
<p>Di sisi lain, disoroti juga tentang pentingnya peran industri otomotif dalam keselamatan jalan.  David Ward dari Global NCAP (New Car Assesment Program), menyatakan, pihaknya turut membuat standardisasi internasional dalam produksi mobil. Sekalipun Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memiliki standar, NCAP menaikkan standar tersebut. Dia menyayangkan mobil sekarang diproduksi lebih rendah dari standardisasi keselamatan milik PBB. “Harusnya ada yang bisa mencegah hal ini terjadi. Dalam hal ini, bukan hanya industri yang patut dipersalahkan ,” kata dia.</p>
<div>Sementara itu, Director Eastern Alliance for Safe and Sustainable Transport, Emma McLennan, menyayangkan sikap permisif atas korupsi kepolisian sehingga mengabaikannya. Bagi dia,korupsi dalam kepolisian punya pengaruh besar terhadap keselamatan jalan. Karena itu, dia menganalisis institusi kepolisian di daerah mereka. Di lapangan ditemui buruknya manajemen polisi, komunikasi yang tidak baik, rendahnya moral petugas kepolisian, dan kurangnya perangkat yang dimiliki petugas. Lewat langkah yang serius, kondisi itu bisa diubah setelah dilakukan pergantian kepala kepolisian yang dibarengi penataan ulang organisasi. <b>(*)</b></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/siaran-pers-aliansi-global-keselamatan-jalan-patut-berbuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIARAN PERS RSA &#8211; INDONESIA HARUS BERTINDAK!</title>
		<link>http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-harus-bertindak/</link>
		<comments>http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-harus-bertindak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 17:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nursal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers RSA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsa.or.id/?p=2242</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, 21 April 2013 &#8211; Kecelakaan lalu lintas jalan tak pernah mengenal gender, strata sosial, ekonomi, bahkan hukum dan politik. Siapapun bisa menjadi pelaku atau korban kecelakaan. Fakta memperlihatkan, kita]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, 21 April 2013 &#8211; Kecelakaan lalu lintas jalan tak pernah mengenal gender, strata sosial, ekonomi, bahkan hukum dan politik. Siapapun bisa menjadi pelaku atau korban kecelakaan. Fakta memperlihatkan, kita kehilangan tiga jiwa tiap jam akibat kecelakaan di jalan.</p>
<p>&#8220;Saatnya Indonesia berani untuk bertindak, mencegah fatalitas kecelakaan, kalau kita mau, pasti bisa,&#8221; tegas Edo Rusyanto, ketua umum Road Safety Association (RSA), saat sosialisasi keselamatan jalan di ajang Car Free Day (CFD), di Jakarta, Minggu (21/4/2013) pagi.</p>
<p>Masyarakat pengguna jalan bisa mereduksi potensi kecelakaan. Bahkan, lewat ikhtiar yang berkesinambungan, berpeluang memperkecil fatalitas kecelakaan. Kita tahu, sepanjang 1992-2012, lebih dari 300 ribu jiwa tewas sia-sia di jalan raya.</p>
<p>Penularan kesadaran keselamatan jalan oleh elemen masyarakat melalui ajang-ajang informal. RSA Indonesia sebagai elemen masyarakat, blusukan ke sel-sel masyarakat melalui medium komunitas atau kelompok pengguna kendaraan sejak tahun 2007. &#8220;Kami punya ajang kopi darat keliling alias kopdarling yang rutin digelar tiap bulan,&#8221; ujar Lucky Subiakto, sekjen RSA.</p>
<p>Salah satu medium yang dipergunakan adalah ajang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (car free day) di Jakarta. Dalam ajang itu, sedari pagi, banyak didatangi warga Jakarta untuk berjalan kaki, bersepeda, dan berolahraga senam. &#8220;Hari Minggu pagi ini kami ingin mengajak masyarakat lebih aman dan selamat saat berkendara,&#8221; kata Rio Octaviano, badan pengawas RSA Indonesia.</p>
<p>Menurut Edo, materi yang disampaikan ke publik adalah ajakan untuk mengaplikasikan Segi Tiga RSA. Komponen segi tiga itu mencakup ketaatan pada aturan (rules), perilaku (attitude)  berkendara yang aman dan selamat, serta berketrampilan (skill) yang memadai dalam berkendara.<br />
&#8220;Ketiga unsur itu saling terkait, salah satu saja abai, berpotensi memicu kecelakaan di jalan,&#8221; ujar Edo.</p>
<p>Selain di ajang CFD, Minggu siang, relawan RSA Indonesia juga mensosialisasikan keselamatan berkendara di Senayan, Jakarta. Ajang yang digelar salah satu media cetak dan mitranya itu, dimanfaatkan untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat yang peduli keselamatan jalan.</p>
<p>Indonesia harus memikul beban 13 kasus kecelakaan tiap jam. Bergelimpangannya para korban usia produktif, berpotensi menggerogoti kehidupan masyarakat dan merusak daya saing. Saatnya Indonesia bertindak. Saatnya Indonesia mengarahkan pandangan lebih serius untuk keselamatan jalan sebagaimana yang telah dilakukan oleh negara-negara lain. (*)</p>
<p>Untuk Kontak:</p>
<p>Edo Rusyanto, Ketua Umum Road Safety Association (RSA)</p>
<p>Mobile: +621818141867<br />
Email: edorusyanto@gmail.com</p>
<p>FB: RSA Indonesia<br />
Twitter: @rsaindonesia<br />
www.rsa.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-harus-bertindak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
