Diduga Memukul Mobil, Polantas Dilaporkan Pengguna Jalan
Seorang Polantas yang tengah bertugas mengatur lalu lintas diduga memukul badan sebuah mobil Daihatsu Taruna di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur Senin 10 April 2012. Saat itu mobil hendak berbelok kiri menuruti perintah yang disampaikan oleh Polantas tersebut.
“Sayang” nya mobil tersebut sedang dikendarai oleh seorang aktifis keselamatan jalan, Rio Octaviano, yang juga Ketua Umum Road Safety Association , sebuah organisasi nirlaba yang peduli keselamatan jalan dan lalu lintas. Dalam kejadian tersebut, Rio merasa tidak nyaman dan dipersalahkan oleh Polantas dalam kejadian tersebut sebagaimana yang diceritakan sebagai berikut :
Sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (10/4/2012), saya Rio Octaviano, berkendara roda empat dari arah kuburan Kebon Nanas, Jakarta. Tiba diperempatan jalan, di sebelah kiri ada pos polisi, traffic light berwarna merah, saya memberhentikan laju kendaraan.
Seorang anggota polisi lalu lintas (polantas) memberi isyarat untuk terus ke kiri, saat itu saya pikir hanya untuk kendaraan roda dua. Petugas menghampiri dan menginstruksikan agar saya terus ke kiri, karena kondisi lalu lintas terhenti. Sebagai warga negara yang mengerti bahwa diskresi polisi itu dilindungi oleh UU Kepolisian, maka saya pun menjalankan kendaraan sesuai instruksi.
Tapi pada saat bersamaan, ada motor di depan mobil saya. Klakson saya bunyikan agar motor ke kiri. Pengendara motor itu tampaknya tidak terima, saya pun berusaha klakson lagi. Pada saat itu juga petugas tersebut memukul mobil saya, perkiraan saya di dekat kaca belakang sebelah kiri. Mungkin tidak terlalu terdengar dari luar, tapi suasana berbeda ketika ada di dalam kabin mobil. Saya yang kaget pada saat itu berusaha memberitahu kepada petugas bahwa ada motor di depan saya, tapi justru saya yang disalahkan, kenapa tidak jalan dari awal (saya sudah sampaikan alasannya diatas).
Saya mencoba melihat nama di rompi petugas tersebut, tapi dijawab dengan lantang menyebutkan namanya.
Saya sangat mengerti, saya sangat kooperatif, tapi saya TIDAK TERIMA ketika mobil saya dipukul, dan saya dipersalahkan pada situasi itu.
Karena saya tinggal di negara hukum, saya pun mencoba melanjutkan ini dengan prosedur yang berlaku.
Saksi pada saat kejadian, adalah istri saya, yang terheran-heran pada saat itu.
Menurut Rio, hal yang menarik disini adalah selain bagian Pengawasan Internal (Paminal), di Polda Metro Jaya ternyata ada bagian Perawatan Personel (Watpers) yang bertugas memproses para polantas nakal. ”Ruangannya ada di 12A, seberang tahanan Satnarkoba,” tambah Rio. Rio juga mengatakan akan mengajak petugas dari Watpers untuk hadir dalam kegiatan-kegiatan Road Safety Associaton yang memang peduli akan keselamatan jalan dan lalu lintas.
Dengan kejadian ini bisa menjadi contoh bahwa jika anda memiliki permasalahan dengan perilaku polantas yang tidak santun, jangan hanya bisa menggerutu saja, tetapi berperan aktif melaporkannya. Ini bertujuan untuk saling mengingatkan dalam rangka perbaikan kualitas kinerja Kepolisian dalam hal ini Polantas.

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama tinggalkan komentar!