PULUHAN anggota Honda Freed Owners Indonesia (Hofos) akhirnya mendeklarasikan anti ponsel saat berkendara. RSA yang hadir di tengah mereka merasa tersentuh dan bangga pada kepedulian soal keselamatan jalan tersebut.
“Kami anggota Hofos berkonsentrasi dalam berkendara dan tidak berponsel serta mendesak pemerintah dan polisi untuk menegakan hukum secara tegas dan konsisten,” papar bro Doni Laksmana, saat membacakan tiga point deklarasi di Jakarta, Minggu (4/3/2012) siang.

Rio Octaviano, ketua umum Road Safety Association (RSA) dan Edo Rusyanto, kepala divisi litbang Road Safety Association (RSA) hadir sebagai pembicara sebelum deklarasi dibacakan. Rio dengan lugas mengajak agar pola pikir dan perilaku anggota Hofos menjadi lebih peduli keselamatan jalan, termasuk soal antiponsel dalam berkendara. “Masalah keselamatan jalan tidak bisa dilihat parsial, kami melihatnya sebagai satu kesatuan dalam mewujudkan keselamatan jalan,” tegas bro Rio. Titik penekanan kami adalah bahwa tren berponsel dalam memicu kecelakaan lalu lintas jalan cenderung meningkat dua tahun terakhir.

Bahkan, pada 2010, peningkatannya mencapai sekitar 1.288% dibandingkan setahun sebelumnya. Tampaknya, para pengendara menjadi produk masyarakat kota yang tidak sabaran sehingga saat berkendarapun tetap berponsel. Sebaiknya, menepi atau menunda perbincangan via ponsel saat berkendara.

Secara psikologis, dampak dari pesan dalam pembicaraan bisa memengaruhi konsentrasi berkendara. Padahal, kata bro Rio, Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan tegas mengatur soal konsentrasi. Setiap pengendara mutlak berkonsentrasi. “Jika dilanggar sanksinya bisa denda maksimal Rp 750 ribu atau pidana kurungan maksimal tiga bulan,” ujar bro Rio.

Adapun isi utuh Deklarasi Hofos tahun 2012 mencakup, pertama, mengajak seluruh pengguna jalan di Indonesia untuk lebih bertanggung jawab, saling menghargai, dan bersahabat serta santun di jalan. Kedua, bertindak sabar, disiplin serta meningkatkan ketaatan pada aturan lalu lintas sehingga menciptakan keselamatan dan kenyamanan di jalan raya. Ketiga, berkonsentrasi dalam mengemudi untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara dan mendesak pemerintah dan polisi untuk lebih tegas dan konsisten dalam menegakan UU No 22 tahun 2009.
Menjelang pukul 15.00 WIB, acara pun selesai dan kami meninggalkan kawasan Sunter, Jakarta Utara, kantor PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku produsen Honda Freed. Hofos mendapat fasilitas tempat workshop di areal showroom milik HPM.

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *