<a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-tegakkan-keadilan-di-jalan-raya/"><b>SIARAN PERS: Tegakkan Keadilan di Jalan Raya</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-setop-berkendara-di-trotoar-jalan/"><b>SIARAN PERS RSA: Setop! Berkendara di Trotoar Jalan</b></a> <a href="http://rsa.or.id/rsa-hadiri-pertemuan-lsm-global/"><b>RSA Hadiri Pertemuan LSM Global</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-harus-bertindak/"><b>SIARAN PERS RSA – INDONESIA HARUS BERTINDAK!</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-aliansi-global-keselamatan-jalan-patut-berbuat/"><b>Siaran Pers: Aliansi Global Keselamatan Jalan Patut Berbuat</b></a>
 

Perusahaan Lift Antusias Keselamatan Jalan

Perusahaan Lift Antusias Keselamatan Jalan

Hari Kamis 16 Mei 2013 Road Safety Association (RSA) berkesempatan memberikan pelatihan seputar keselamtan jalan kepada karyawan dan karyawati PT. Kone Indo Elevator, sebuah perusahaan lift yang berkantor pusat di kawasan Bandar Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam catatan saya masih jarang entitas bisnis mengadakan pelatihan seputar keselamatan jalan, kalaupun ada biasanya perusahaan manufaktur yang memang unsur keselamatan nya menjadi salah satu parameter bisnisnya.

Acara yang berlangsung selama 1 hari tersebut dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama berlangsung dari pukul 9 pagi sampai dengan pukul 12 siang. Sedang sesi kedua mulai pukul 13 siang sampai dengan pukul 16 sore. Oh ya, peserta pada sesi pertama berbeda dengan peserta pada sesi kedua. Sesi pertama dikhususkan kepada karyawan operasional lapangan sedangkan sesi kedua disediakan untuk karyawan back office.

Pada sesi pertama, Rio Octaviano selaku pemateri yang juga Badan Pengawas RSA menyampaikan mengapa kita perlu selamat di jalan. “Penegakkan hukum oleh Polisi masih berjalan lamban. Kita selaku pengguna jalan dipaksa untuk survive di jalan. Untuk itulah RSA hadir, memberikan penyadaran ke masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan” ujar Rio. “Apa sih yang dicari oleh kita dengan berkendara melanggar aturan?” tambah Rio.

Di sesi kedua tidak kalah seru nya, Nursal sebagai pemateri yang juga Kepala Divisi Humas RSA dibantu Yudhi Darma, menyampaikan data kecelakaan lalu lintas di Indonesia. “Ngeri ya, melihat angka kecelakaan,”sahut salah satu peserta.

Maklum saja, 89 nyawa harus meregang sia-sia di jalan akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Sedangkan tiga nyawa tewas tiap jam nya di Indonesia. Miris.

Pelatihan yang memang dibuat sangat interaktif lebih mirip sebuah forum diskusi, dimana peserta diberikan kesempatan lebih untuk bertanya dan menyampaikan pendapatnya mengenai permasalahan lalu lintas yang sehari dialami dan dilihat sehari-hari .

“Saya menerabas lampu merah supaya cepat sampai”sahut salah satu peserta. Ada lagi yang lain, ”karena sudah terlambat, saya terpaksa melawan arus,”balas peserta lainnya. Itulah sedikit dari pelanggaran aturan lalu lintas yang sering kita lihat.

Hanya satu yang RSA tawarkan kepada peserta, solusi RSA terhadap segala permasalahan lalu lintas yang terjadi. Apa ya tawarannya? Jawabannya adalah segitiga RSA. Mencakup,  Rules yang dimaknai sebagai pemahaman terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku dan mampu melaksanakannya, kemudian Skill dalam arti kita selaku pengendara perlu memiliki keterampilan berkendara yang cukup dan yang terakhir dan terpenting adalah Attitude atau perilaku saat berkendara. Perilaku santun, elegan, saling menghargai sesama pengguna jalan dan sudi berbagi ruas jalan adalah beberapa contoh perilaku dimaksud. Bagaimana dengan anda? Apakah tertarik tawaran RSA ini? (lucky subiakto)

Seru, ‘Obsesi’ Save Pedestrians di Radio Pelita Kasih

Seru, ‘Obsesi’ Save Pedestrians di Radio Pelita Kasih

PERBINCANGAN bergulir cukup hangat. Bro Humto, penyiar Radio Pelita Kasih (RPK), Jakarta memandu dengan apik. Saya dan bro Nursal dari Road Safety Association (RSA) Indonesia, larut dalam pembahasan bertajuk selamatkan pejalan kaki (save pedestrians) di acara ‘Obsesi’ RPK 96,3 FM, Kamis (9/5/2013) pagi.
Para penanya melalui pesan singkat (SMS) maupun telepon interaktif, menitikberatkan, bagaimana upaya agar pejalan kaki mendapat rasa aman dan selamat saat di jalan. Maklum, kita disodori fakta, rata-rata 18 pejalan kaki tewas setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

“Bagaimana peran negara untuk melindungi pejalan kaki?” Tanya Ibu Surya dari Jakarta, dalam dialog interaktif.

Sontak saya jawab dengan fakta saat ini yang menunjukan bahwa pedestrian atau pejalan kaki yang belum sepenuhnya mendapat rasa aman di jalan. Walau, ada sejumlah upaya pemerintah daerah dengan membuat trotoar jalan yang cukup aman dengan meninggikan permukaan trotoar. Faktanya, trotoar di terabas oleh para pengendara sepeda motor. Atau, trotoar di jadikan tempat berjualan para pedagang kaki lima. Bahkan, di sejumlah pasar di Jakarta, tidak ada ruang bagi pejalan kaki karena lahannya dipakai para pemilik took memajang barang dagangannya.

Negara wajib memberi rasa aman bagi seluruh pengguna jalan. Terkait dengan hak pejalan kaki, selain harus disediakan trotoar, juga harus tersedia marka dan rambu jalan untuk menyeberang. Di sisi lain, perlu jembatan penyeberangan orang (JPO).

“Program apa yang dilakukan RSA untuk mengurangi kecelakaan bagi pejalan kaki?” Tanya Pagar Sianipar, dari Bekasi dalam tanya jawab dan pesan singkatnya.

signboard-save

Kami di RSA melihat bahwa para pejalan kaki juga berkontribusi untuk terciptanya lalu lintas jalan yang aman dan selamat. Berjalan yang aman dan selamat salah satunya adalah dengan tetap fokus dan waspada. Jalan kaki tidak direcoki dengan aktifitas lain seperti berponsel atau melamun. Selain itu, menyeberang pada tempatnya dan selalu memperhatikan sekitar untuk memastikan situasi cukup aman untuk menyeberang.
Ajakan tersebut dilontarkan dalam ajang program rutin kopi darat keliling (kopdarling) yang digelar RSA tiap bulan. Pada kesempatan tertentu, seperti pada ‘Sepekan Aksi Selamatkan Pejalan Kaki’ yang digelar RSA pada 6-12 Mei 2013, aksi dilakukan dengan turun ke jalan. Menutup trotoar sesaat agar tidak dijarah pesepeda motor atau menjaga zebra cross agar aman dilintasi pejalan kaki.

Lalu, terhadap para pengguna jalan yang lain, khususnya para pengendara kendaraan bermotor, diajak untuk mesti memberi prioritas kepada pedestrian. Terlebih, jika pedestrian hendak menyeberang jalan. “Intinya, mesti saling toleransi dan mau berbagi ruas jalan,” kata bro Nursal.
Seorang pendengar dari Kelapa Gading, Jakarta Utara melontarkan pertanyaan cukup tajam. “Mengapa tidak ada larangan pejalan kaki yang melewati underpass?” Tanya dia.

Sang penanya mengaku pernah melihat seorang pejalan kaki yang melewati underpass di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Dia sempat berpikiran, jangan-jangan sang penyeberang hendak bunuh diri.

Aturan yang berlaku saat ini sebenarnya cukup jelas. Dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) ditegaskan, menyeberang harus pada tempatnya. Sedangkan bagi pelanggar marka dan rambu jalan bisa dikenai sanksi denda maksimal Rp 500 ribu. Atau, penjara maksimal dua bulan.
Nah, untuk memperluas pengetahuan masyarakat tentang aturan tersebut, Maunel dari Pasar Rebo, Jakarta Timur mengusulkan agar pemerintah memperbanyak cetakan buku UU. “Setiap orang yang mau bikin atau memperpanjang SIM harus memiliki buku undang-undang berlalu lintas. Jadi, tidak ada lagi alasan bahwa saya tidak tahu aturan yang ada,” kata dia.

signboard-jarahtrotoar_lsw rsa 2013

Karena itu, kata bro Nursal, RSA melakukan pendekatan ketaatan pada aturan (rules), perilaku berkendara yang beradab (attitude), dan berkendara yang terampil (skill). Ketaatan pada aturan tentu bermakna juga memahami dan mengetahui aturan yang berlaku saat ini.

Sekitar satu jam berbincang dalam ‘Obsesi’ memberi warna lain kampanye RSA untuk keselamatan para pejalan kaki. Bro Humto pun menutup siaran persis menjelang pukul 10.00 WIB. Kami pun berpamitan meninggalkan studio yang terletak di Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur tersebut, tentu setelah menikmati segelas teh manis hangat. (edo rusyanto)

Kompas TV Juga Bahas Pejalan Kaki

Kompas TV Juga Bahas Pejalan Kaki

MATAHARI belum nongol. Perjalanan Cibubur, Jakarta Timur ke Palmerah, Jakarta Barat relatif lancar. Di sejumlah titik, ada ketersendatan, seperti di Pasar Kramat Jati dan Pasar Palmerah. Para urban mulai masuk tengah kota, naik sepeda motor dan angkutan kota. Si kuda besi setia menemani hingga gedung studio Kompas TV, Palmerah.

Jarum jam baru menunjukan pukul 05.22 WIB, Rabu (8/5/2013). Gedung berwarna putih berlantai lima itu relatif sepi. Saya ditemui Rony, staf siaran stasiun televisi milik kelompok Kompas Group itu. “Nanti kita bahas soal pengalaman kampanye bagi keselamatan pejalan kaki dan apa harapan Road Safety Association,” ujar Rony, saat briefieng jelang siaran puku 06.00 WIB.

Tak berapa lama, hadir Nisya Amalia, perempuan muda yang dikenal lewat video trotoar dan pemotor yang ditayangkan di jejaring sosial youtube tahun 2009.

“Akhirnya bisa bertemu mas Edo juga, saya ingin gabung juga di acara 12 Mei 2013,” sergah pekerja swasta yang tinggal di Ciputat itu, saat bertemu saya di ruang studio siaran.

Ya. Kami berdua menjadi narasumber dalam talkshow ‘Kompas Pagi’ yang mengangkat tema ‘Masih Amankah Trotoar Kita’. Perbincangan mengalir. Talkshow dipandu host Teuku dan Indah. Berbagai pertanyaan mengalir dari mereka berdua untuk menghidupkan diskusi. Misalnya saja, “Apakah tidak ada sanksi bagi pelanggaran melintas di trotoar?” Tanya Indah.

Soal pelanggaran marka dan rambu jalan seperti zebra cross dan garis setop, kita semua tahu, ada sanksinya di dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Ada denda maksimal Rp 500 ribu atau penjara maksimal dua bulan. Bagaimana implementasinya? Lihat saja di lapangan. Pelanggaran zebra cross dan garis setop, termasuk penjarahan trotoar jalan. Para pedestrian pun terpinggirkan.

Menurut Nisya, saat ini, para pedestrian di Jakarta harus super waspada. Dia pernah harus berhadapan dengan para penjarah trotoar yang justeru memaki dirinya. “Ada yang bilang saya orang ‘gila’,” kata dia. Dia berharap para pengguna jalan bisa lebih saling menghargai. Menempatkan diri sesuai porsinya. Pejalan kaki selaku non vehicle motorist (NVM) tentu lebih rentan dibandingkan pengguna kendaraan bermotor. Karena itu, pedestrian juga mesti lebih hati-hati, termasuk menyeberang di tempatnya.

Kita tahu, rata-rata tiap hari sekitar 18 pejalan kaki tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Bahkan, di dunia, 700-an jiwa tiap hari. Sekira pukul 06.30 WIB talkshow usai. Kami berharap penyebaran informasi dan ajakan mau berbagi jalan, termasuk dengan pejalan kaki, bisa dapat lebih luas lagi. Mendapat respons positif dari publik. Seperti dalam kampanye Selasa (7/5/2013) malam di foodcourt kawasan Pasar Festival, Jakarta Selatan. Para pengunjung banyak bertanya tentang aksi konkret bagi keselamatan pejalan kaki. (edo rusyanto)

RSA Hadiri Pertemuan LSM Global

RSA Hadiri Pertemuan LSM Global

PARA pegiat keselamatan jalan (road safety) global berkumpul di Turki, 4-5 April 2013. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari 80 negara bakal menghadiri pertemuan tersebut.

“Pertemuan di Turki merupakan penggalangan solidaritas global, merajut jaringan, dan memperkuat upaya saling dukung,” ujar Edo Rusyanto, ketua umum Road Safety Association (RSA), di Jakarta, Minggu (31/3/2013).

Pertemuan di Turki merupakan lanjutan pertemuan para LSM keselamatan jalan di Washington DC, Amerika Serikat, pada 2011. Saat itu, pertemuan difasilitasi Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Untuk menghadiri pertemuan di Turki, RSA Indonesia mengutus Rio Octaviano, badan pengawas RSA. Rio yang juga mantan ketua umum RSA itu, hadir dalam pertemuan di Washington.

“Bagi RSA, jaringan global merupakan aspek penting untuk berbagi pengalaman dan mempertajam gerakan keselamatan jalan di Indonesia,” kata Edo.

LSM menjadi pilar penting dalam meningkatkan kesadaran berkendara yang aman dan selamat. Gerakan penyadaran berkendara yang aman dan selamat juga dibarengi desakan kepada pemangku kepentingan keselamatan jalan agar lebih serius melindungi warga negara di jalan raya.

Isu kecelakaan lalu lintas jalan sudah menjadi isu global. WHO dalam laporan ‘Global Status Report on Road Safety 2013’ menyebutkan, kecelakaan lalu lintas jalan menelan 1,2 miliar jiwa manusia. Di Indonesia, pada 2012, setiap jam rata-rata tiga orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. (*)

Kontak:
Lucky J. Subiakto, sekjen RSA
Ponsel 083896248957

www.rsa.or.id
Twitter @rsaindonesia
FB rsaindonesia

Fajar Mas Murni Gandeng RSA

Fajar Mas Murni Gandeng RSA

MANAJEMEN perusahaan trading, PT Fajar Mas Murni (FMM), menggandeng Road Safety Association (RSA) untuk memberi pencerahan seputar keselamatan jalan (road safety). Kegiatan yang dikemas menjadi seminar kecil itu, digelar Kamis (7/2/2013), pagi, di Narogong, Bekasi, Jawa Barat.

Seminar yang merupakan rangkaian ‘HSE Day’ itu, diikuti sekitar 40 karyawan FMM. Mereka adalah pengguna sepeda motor aktif.

Antusiasme peserta cukup terasa dengan mencuatnya banyak pertanyaan sekitar peraturan, ketrampilan, perilaku berkendara. Simak saja misalnya;

“Saya terpaksa lewat jalur busway, berdosakah saya?”

“Saya sering lewat trotoar, karena macet parah dan takut terlambat sampai di kantor” “Apakah polisi menentukan besarnya nilai denda pelanggaran?” “Saya suka menerima telepon sambil berkendara karena penting”

Tim RSA yang diawaki Nursal Ramadhan, Ivan Virnanda, dan Bayu Novrilianto memanfaatkan ajang diskusi untuk menularkan virus road safety. Diskusipun mengalir. Dua arah.

Keterbukaan di antara para peserta mengenai perilaku berkendara yang dilakukan sehari-hari menjadi nuansa tersendiri. Saling berbagi mengenai dampak-dampak negatif akibat berkendara yang tidak tertib atau ugal-ugalan.

Saat ini, masih minim perusahaan yang menggelar ajang diskusi soal keselamatan jalan bagi para karyawannya. Padahal, pengetahuan tentang keselamatan jalan juga amat penting bagi roda usaha perusahaan itu sendiri.

Tak semata berdiskusi dan berbagi pengalaman, dalam kesempatan kali ini, RSA mengusulkan agar FMM bisa membentuk komunitas berkendara yang aman dan selamat. (nursal)

Grup Helm Majelis Rasulullah Butuh Praktik

Grup Helm Majelis Rasulullah Butuh Praktik

BARANGKALI inilah salah satu kelompok masyarakat yang cukup kondang di masyarakat Jakarta. Mereka dikenal karena memiliki jumlah massa yang cukup besar. Bahkan, para petinggi dan politisi pun sesekali nimbrung di ajang mereka.

Itulah sosok majelis taklim Majelis Rasulullah. Setiap Senin malam, saya kerap berpapasan dengan aktifitas mereka di kawasan Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan.

Baca selebihnya

Ajakan Mengenang Korban Kecelakaan Lalu Lintas Di Bandung

Ajakan Mengenang Korban Kecelakaan Lalu Lintas Di Bandung

Salam Keselamatan Jalan, Salam Rakyat,

Untuk memperingati hari Mengenang Korban Kecelakaan Lalu Lintas Jalan 2012 (World Day Of Remembrance 2012), kami Road Safety Association Indonesia-Bandung,  mengadakan acara bentang spanduk dan bagi flyer kepada pengguna jalan.

 

 

 

Aksi ini dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Minggu/16 Desember 2012
Pukul.               : 13.00
Lokasi.             : Perempatan lampu merah Soekarno Hatta – Buah Batu

Bagi kawan-kawan yang hendak bergabung, kami sangat menunggu kehadirannya.

Mohon maaf, apabila kami tidak bisa menyediakan hal yang mewah, karena kami berjuang dengan niat hati yang tulus, berjuang dari akar rumput, debu, tanah, hujan, kotor, bersama kita bersatu. Demi keselamatan dan kenyamanan kita bersama.

Contact Person :
Ridwan : 087825088663
Ibrahim : 0818630567
Yazid  : 08121811253

Road Safety Association
www.rsa.or.id
let’s share the road

Kami Hadir Di Social Media Festival 2012

Kami Hadir Di Social Media Festival 2012

Social Media Festival adalah sebuah ajang dimana beragam komunitas media sosial berkumpul dan saling memperkenalkan diri sekaligus  berbagi wawasan. Social Media Festival menjadi semacam pesta akbar bagi komunitas media sosial, pada gelaran tahun 2011 Social Media Festival tercatat sukses mengumpulkan 70 komunitas dan lebih dari 44.000 pengunjung. Seiring dengan ikhtiar untuk mengkampanyekan keselamatan jalan dan memperkenalkan diri pada khalayak yang lebih luas maka Road Safety Association (RSA) Indonesia bekerjasama dengan AXIC (Avanza Xenia Indonesia Club) turut berpartisipasi dalam Social Media Festival 2012. Keikutsertaan RSA dalam acara ini seiring dengan tema Social Media Festival 2012 itu sendiri yakni “Create and Collaborate” dimana semua pengisi acara; baik komunitas, media maupun brand dapat berkolaborasi untuk membentuk sesuatu yang bisa bermanfaat bagi mereka dan khayalak. Tentunya partisipasi RSA dalam tema tersebut berada dalam ruang lingkup keselamatan jalan.

Baca selebihnya

Pergerakan Simultan Di Bulan Ramadhan

Pergerakan Simultan Di Bulan Ramadhan

Road Safety Association, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat bersama para aktivis keselamatan jalan kembali melakukan gerakan, masih teringat di bulan Ramadhan 2 tahun sebelumnya ratusan aktivis keselamatan jalan menyuarakan untuk menunttut transportasi publik menyusul kebijakan pelarangan kendaraan bermotor roda dua yang akan dilarang masuk ke dalam jalan protokol. Orasi demi orasi diteriakan kepada para pemangku kebijakan untuk mau peduli dengan transportasi publik.

Baca selebihnya

Memoles Kegigihan Grup Helm Majelis Rasulullah

Memoles Kegigihan Grup Helm Majelis Rasulullah

HUJAN deras terus mengguyur kawasan Cakung, Jakarta Timur. Satu per satu, anak-anak muda itu berdatangan. Sebagian besar basah terguyur hujan. Maklum, mereka bersepeda motor.
“Sebagian tersendat, terhalang tiba kesini,” papar bro Syamsuri, ketua Gerakan Anak Majelis Rasulullah SAW Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas, saat berbincang dengan saya, di Cakung, Minggu (29/4/2012) siang. Kami berkumpul di Kampung Jembatan RT 12 RW 12 NO.30, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Baca selebihnya