<a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-pekan-nasional-keselamatan-jalan-2009/"><b>Siaran Pers RSA : Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2009</b></a> <a href="http://rsa.or.id/rsa-ajak-pemudik-lebih-waspada/"><b>RSA Ajak Pemudik Lebih Waspada</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-tahun-2015-tahun-kelabu-transportasi-publik-di-indonesia/"><b>Siaran Pers: Tahun 2015, Tahun Kelabu Transportasi Publik di Indonesia</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-pemerintah-tidak-konsisten-2/"><b>Siaran Pers RSA : Pemerintah Tidak Konsisten</b></a> <a href="http://rsa.or.id/proteksi-anak-anak-kita/"><b>Proteksi Anak-anak Kita!</b></a>
 

Bincang Road Safety di “Mother and Baby Fair”

29 September, 2016 Berita Terkini, Jaringan
Bincang Road Safety di “Mother and Baby Fair”

Kamis (29/09), Road Safety Association (RSA) Indonesia berkolaborasi dengan Queenrides, sebuah komunitas perempuan yang mengampanyekan “Woman Ride Safe” berkesempatan berbagi wawasan road safety yang mengambil tema “Distracted Driving: How To Drive With Kids”.

Acara yang digelar di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta Selatan tersebut diadakan oleh komunitas Mother and Baby Indonesia. Dari RSA diwakili Rio Octaviano, Badan Kehormatan RSA dan dari Queenrides hadir Iim Fahima, Founder Queenrides.

Bahas Road Safety di Mal

28 August, 2016 Berita Terkini, Jaringan
Bahas Road Safety di Mal

Mal adalah pusat perbelanjaan dimana pengunjung dapat berbelanja atau sekedar berjalan-jalan.
Namun apa yang terjadi di Lippo Mall Puri, salah satu mal elit di Jakarta Barat, beberapa pengunjung datang tidak untuk sekedar berbelanja namun mereka datang untuk membahas satu permasalahan besar yang luput perhatian negara, yakni masalah keselamatan di jalan.

Bertemu Ombudsman RI

Bertemu Ombudsman RI

Jumat (13/05) Road Safety Association (RSA) Indonesia berkesempatan melakukan pertemuan dengan salah satu Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Bpk. Alamsyah Saragih.

Dalam pertemuan tersebut tim RSA Indonesia yang diwakili Ivan, Ketua Umum dan Rio, Badan Kehormatan, menyampaikan beberapa permasalahan terkait keselamatan jalan dan kehidupan berlalu lintas di Indonesia.

Ombudsman RI juga berharap RSA Indonesia dapat turut mengkritisi setiap kebijakan stakeholder terkait lalu lintas jalan dan juga pelayanan-pelayanan dari para stakeholder keselamatan jalan supaya kepentingan publik selalu mendapat perhatian yang utama. 

Pelat Nomor Kendaraan Bukan Sembarang Pelat

Pelat Nomor Kendaraan Bukan Sembarang Pelat

Kendaraan bermotor yang berlalu lalang di lalu lintas sangat banyak. Untuk memudahkan identifikasi oleh institusi terkait maka setiap kendaraan bermotor harus dilengkapi dengan pelat nomor kendaraan atau tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). TNKB memiliki fungsi, salah satunya sebagai bukti bahwa kendaraan tersebut telah terregistrasi oleh Kepolisian RI.

Pembahasan seputar TNKB mencuat dalam sesi berbagi keselamatan jalan yang digelar komunitas Ninja Mono Owner (NIMO) dengan mengundang Road Safety Association (RSA) Indonesia sebagai narasumber pada Sabtu (09/01) di kawasan Melawai, Jakarta Selatan.

Konvoi Tidak Bisa Sembarangan

15 December, 2015 Berita Terkini, Jaringan
Konvoi Tidak Bisa Sembarangan

Konvoi atau berkendara secara berkelompok adalah agenda yang sering dilakukan komunitas otomotif baik mobil atau motor. Biasanya konvoi dilakukan komunitas otomotif jika mereka akan pergi ke suatu tempat untuk mengadakan acara mereka sendiri atau sekedar menghadiri undangan dari komunitas lainnya. Namun tak jarang konvoi justru melahirkan hal-hal negatif seperti kemacetan lalu lintas, unjuk kekuatan atau show of force dan ironisnya konvoi juga berpotensi melahirkan peluang terhadap kecelakaan seperti tabrak beruntun.

Tema konvoi ini diangkat Road Safety Association (RSA) Indonesia pada sharing session Munaslub Daihatsu Ayla Indonesia (DAI) di Astra Daihatsu Motor, Sunter, Jakarta Utara pada Minggu (13/12).

“Konvoi tidak bisa sembarangan. Pasal 134 UU No.22/2009 telah mengatur siapa saja pemilik hak utama yang mendapat prioritas di jalan raya,”ujar Ivan, Ketua Umum RSA Indonesia yang siang itu hadir ditemani Nursal, Sekjen; Ahmad, Kepala Divisi Kegiatan dan Lucky, Badan Pengawas.

“Idealnya, konvoi yang legal adalah yang mendapat pengawalan dari petugas kepolisian,”sergah Nursal. “Tapi dalam penerapannya harus perhatikan aspek genting dan penting, juga etika lalu lintas. Hargai pengguna jalan lainnya,”tambahnya lagi.

Penggunaan asesoris berkendara seperti lampu strobo, rotator dan sirine juga mendapat sorotan pada acara tersebut.”Merah untuk damkar dan ambulans, biru untuk kepolisian, kuning untuk alat berat dan mobil pemeliharaan jalan,” jelas Nursal. “Pasal 59 UU No.22/2009 sudah mengatur siapa saja yang berhak menggunakan sirine dan strobo. Silahkan dibaca,” katanya lagi.

Dalam kesempatan lain, om Yono selaku Ketua Tim AdHoc Munaslub Daihatsu Ayla Indonesia (DAI) mengatakan bahwa acara ini sangat berguna apalagi bagi DAI sebagai klub yang belum lama terbentuk namun sudah memiliki anggota ribuan. Dia berharap acara seperti ini dapat berlanjut di kemudian hari.

“Sebagai sebuah klub baru, DAI masih membutuhkan masukan-masukan agar kami dapat menjadi pengguna jalan yang baik,”ujar om Yono.

Dalam catatan kami, Daihatsu Ayla Indonesia (DAI) berhasil meraih juara pertama dalam acara “Astra Road Safety Community Challenge” yang beberapa waktu lalu diadakan oleh PT. Astra International. (lucky)

Keluarga dan Komunitas, Garda Terdepan Keselamatan

14 December, 2015 Berita Terkini, Jaringan
Keluarga dan Komunitas, Garda Terdepan Keselamatan

Keluarga adalah sebuah entitas kedua setelah diri sendiri dalam kehidupan bernegara. Banyak orang bilang jika kita ingin berbuat baik maka dimulailah dari diri sendiri dan keluarga kita. Selain itu keluarga mempunyai peran penting dalam membentuk karakter seseorang. Hal inilah yang diangkat oleh Road Safety Association (RSA) Indonesia dalam acara Satu Dekade HSX 125 Community, sebuah kelompok pesepeda motor yang menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125cc. Kebetulan tema yang dipakai pada acara tersebut adalah “Together as One Family” atau “Bersama sebagai Satu Keluarga”.

Lalu apa hubungan keluarga dengan keselamatan jalan? “Sebagai satu keluarga, jika ada anggota klub atau komunitas yang bersalah, diambil tindakan apa dari klub/komunitasnya?,” tanya Nursal dalam pengantar syiar keselamatan jalan Sabtu (12/12) sore hari di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan. “Apakah diberikan sanksi atau malah dibela dengan pembenaran? tanya Nursal lagi.

Dalam entitas keluarga selalu terdapat norma dan etika yang harus dihormati oleh anggota keluarga. Begitu juga keselamatan jalan. Keselamatan di jalan sebagai suatu permasalahan lalu lintas tentunya sudah ada aturannya. Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 telah mengatur dengan lengkap dan tegas mengenai lalu lintas dan angkutan jalan. “Ada 300-an pasal. Silahkan dibaca dan dipahami pasal demi pasal. Sebagai anggota keluarga kita patut hormati norma dan etika keluarga. Sebagai pengguna jalan, kita mesti tahu apa saja yang diatur dalam UU tersebut,”sergah Nursal.

Acara talk show yang dipandu MC bikers yang cukup kondang, Alfa juga dihadiri Kompol Yovan dari Dikyasa Polda Metro Jaya. Dalam sesinya, Ibu Yovan menyoroti masih tingginya jumlah pelanggaran. “Pelanggaran aturan lalu lintas selalu berujung pada kecelakaan. Mari kita bersatu, keselamatan nomor satu,”ujar Ibu Yovan.

Tak salah jika Ibu Yovan mengatakan seperti itu. Data kecelakaan selama semester pertama 2015 mencatat 76ribuan kecelakaan lalu lintas dengan 250-an kasus kecelakaan tiap harinya dengfan korban 70-an nyawa tewas tiap hari. Sejumlah pengguna jalan masih harus menerima pahitnya kecelakaan lalu lintas. Dan entitas seperti keluarga, komunitas pesepeda motor menjadi garda terdepan untuk mengingatkan anggotanya agar selalu berkendara aman dan selamat. (lucky)

Perenungan Korban Kecelakaan Lalu lintas Dunia di Car Free Day

Perenungan Korban Kecelakaan Lalu lintas Dunia di Car Free Day

World Day of Remembrance for Road Traffic Victims adalah sebuah acara untuk mengenang para korban kecelakaan lalu lintas jalan, yang berawal dari inisiasi rekan-rekan dari European Federation of Road Traffic Victims (FEVR) pada tahun 1995 bergulir menjadi program internasional yang di peringati setiap tahunnya.

Road Safety Association (RSA) Indonesia yang juga menjadi anggota aliansi LSM Keselamatan Jalan Dunia, Minggu (22/11) kembali mengadakan perenungan bersama di area Car Free Day Jakarta bersama Koalisi Pejalan Kaki yang dipunggawai Alfred, pegiat pejalan kaki yang juga inisiator Car Free Day di Indonesia.

Acara diawali dengan mengheningkan cipta sebagai perenungan terhadap para korban kecelakaan lalu lintas jalan di dunia yang dipimpin Alfred.

“Aksi hari ini untuk menggugah kesadaran kita akan pentingnya keselamatan di jalan, aman dan selamat itu penting,”ujar Ivan, Ketua Umum RSA Indonesia membuka acara.

“Korban jiwa berjatuhan tiap hari di jalanan negeri ini, para pelaku kecelakaan bisa saja menjadi pelaku kriminal jalan raya apalagi hingga mengakibatkan hilangnya nyawa. Say no to road crime!”, sergah Nursal, Sekjen RSA Indonesia.

Dalam kesempatan lain, Dessy, seorang peserta None dari Kepulauan Seribu yang berbagi panggung dengan RSA Indonesia mengatakan,”bagi saya keselamatan di jalan itu penting. Karena kita pergi seringkali meninggalkan keluarga di rumah. Pastinya keluarga di rumah akan menunggu kita pulang dengan selamat.”

“Kecelakaan bisa dihindari. Jangan bilang kecelakaan itu takdir! Karena kita bisa mencegahnya. Selalu tertib aturan, patuhi himbauan petugas, dan saling menghargai sesama pengguna jalan,”sergah Agus dari komunitas HOC.

Selama 2011-2015 sebanyak 800.000 orang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan, mulai dari korban luka ringan, luka berat hingga meninggal dunia. Angka 73 jiwa tewas setiap hari lantaran kecelakaan lalu lintas jalan sudah sepatutnya menjadi perhatian pemerintah secara khusus.

“Jika pemerintah sangat responsif terhadap kasus terorisme dan narkoba, bahkan dibentuk badan-badan khusus yang menangani dua kasus tersebut, mengapa tidak dilakukan hal yang sama buat keselamatan jalan?,” tanya Nursal.

“Aksi hari ini tidak cukup menyadarkan masyarakat saja. Kami juga meminta pemerintah untuk menyediakan sarana transportasi umum yang memadai. Juga penegakan hukum lalu lintas jalan yang lebih tegas, konsisten, transparan, kredibel dan tidak pandang bulu,”ujar Ivan.

“Tidak lupa meminta adanya sinergitas yang lebih solid antar pemangku kebijakan keselamatan jalan di negeri ini,”katanya lagi.

Aksi yang diadakan di kawasan Car Free Day tepatnya di mulut jalan Teluk Betung, MH. Thamrin ini cukup menarik perhatian masyarakat. Beragam kalangan turut menyimak, mulai dari yang sedang berolahraga, anggota komunitas otomotif, pesepeda kayuh, hingga kalangan akademisi. Aksi “long march” pun sempat dilaksanakan atas permintaan masyarakat yang hadir. Long march yang membentangkan spanduk bertuliskan “World Day of Remembrance for Road Traffic Victims, It’s Time to Remember – Say No to Road Crime” ini mengambil rute mulai dari lokasi acara menuju bundaran HI dan kembali lagi ke lokasi acara.

Sebelumnya, aksi serupa untuk mengenang para korban kecelakaan lalu lintas dunia sudah dilaksanakan RSA Indonesia pada Sabtu (14/11) bersama komunitas MTRI di kawasan Cibogo, Puncak, Jawa Barat. (luckysubiakto)

Bahas Road Safety Bareng YMCI

17 September, 2015 Jaringan No comments
Bahas Road Safety Bareng YMCI

Sabtu (12/09) di lahan parkir sebuah mini market di Bitung, Tangerang menjadi tempat berkumpulnya bikers dari Yamaha MX Club Indonesia. Acara tersebut adalah Kumpul Bareng YMCI dalam rangka “9 Tahun YMCI Tangerang” yang dimulai pukul 22.00.

Nursal Ramadhan, Sekjen dan Ivan Virnanda, Ketua Umum RSA Indonesia hadir dalam acara tersebut membawakan materi yang bertema “bagaimana mengurangi angka kecelakaan roda dua?” sesuai dengan permintaan panita acara. Materi disampaikan dengan konsep diskusi interaktif yang diselingi sharing pengalaman masing-masing peserta saat berkendara.

“Jalan raya Tangerang menyimpan catatan kelam. Sekitar 76% korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas adalah pesepeda motor,” ujar Ivan. “Apakah kita sudah bebas dari rasa waswas akan menjadi korban kecelakaan?” sergah Nursal.

“Tiap enam hari, satu pesepeda motor tewas, dan tiap hari, tiga pesepeda motor luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas,”tambah Ivan.

Dinginnya hawa malam di kawasan Bitung, Tangerang tak mengurangi antusias para peserta untuk saling berbagi pengalaman. Diskusi mengalir terus termasuk pembahasan tata cara touring yang baik menjadi topik diskusi berikutnya.

”RSA Indonesia sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat secara konsisten mengajak seluruh pengguna jalan untuk menggunakan prinsip segitiga RSA saat berada di jalan raya,”sergah Nursal.

“Patuhi aturan, punya keterampilan berkendara yang mencukupi dan berperilaku yang aman, nyaman, selamat dan sudi berbagi ruas jalan, saling menghargai sesama pengguna jalan,”ujar Ivan.

Acara yang juga merupakan Kopi Darat Keliling (Kopdarling) RSA Indonesia tersebut dihadiri bikers klub YMCI dari berbagai chapter seperti: Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Bandung berakhir menjelang dinihari dengan membawa pesan kepada setiap peserta bahwa tanggung jawab keselamatan jalan ada di pundak setiap pengguna jalan. Jika setiap pengguna jalan menyadari hal tersebut mungkin angka 70-an nyawa hilang tiap hari di jalan raya akan semakin menyusut. (lucky)

image

image

image

Ngobrol Road Safety di Sawangan, Depok

Ngobrol Road Safety di Sawangan, Depok

Sabtu (08/08) kawasan Perumahan Bukit Sawangan Indah, Depok menjadi tempat kopi darat keliling atau kopdarling Road Safety Association (RSA) Indonesia. Acara kopdarling yang dimulai pukul 22.00 tersebut diadakan di lokasi kopi darat Supra Club Bogor yang bertajuk “Kopi Darat Gabungan Federasi Supra Indonesia”.

Nursal Ramadhan sebagai Sekjen RSA Indonesia hadir dalam kopdarling tersebut membawakan materi seputar road safety. Materi diberikan dengan konsep diskusi interaktif dengan lebih banyak sharing pengalaman masing-masing peserta saat berkendara.

image

“Bagaimana menyikapi pengguna jalan lain yang tidak tertib?” tanya salah satu peserta kopdarling. “Apakah kita sudah bebas dari rasa waswas akan menjadi korban kecelakaan?” tanya peserta lainnya. Ya, dinginnya hawa malam di kawasan Sawangan, Depok tak mengurangi antusias para peserta untuk saling berbagi pengalaman

”RSA Indonesia sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat secara konsisten mengajak seluruh pengguna jalan untuk menggunakan prinsip segitiga RSA saat berada di jalan raya,”sergah Nursal.

“Patuhi aturan, punya keterampilan berkendara yang mencukupi dan berperilaku yang aman, nyaman, selamat dan sudi berbagi ruas jalan, saling menghargai sesama pengguna jalan,”tambah Nursal.

image

Kopdarling yang dihadiri beberapa klub Honda Supra yang tergabung dalam Federasi Supra Indonesia tersebut berakhir menjelang dinihari dengan membawa pesan kepada setiap peserta bahwa tanggung jawab keselamatan jalan juga ada di pundak setiap pengguna jalan.

Bukan tidak mungkin jika setiap pengguna jalan menyadari hal tersebut maka angka 70-an nyawa tewas tiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan akan semakin berkurang. (lucky)

image

Setiap Enam Hari, Seorang Pejalan Kaki Meninggal

Setiap Enam Hari, Seorang Pejalan Kaki Meninggal

NASIB pejalan kaki atau pedestrian di Jakarta memang cukup dramatis. Banyak dari trotoar yang disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta kondisinya tidak layak untuk dilintasi pedestrian. Risikonya, sang pedestrian terancam oleh berbagai bahaya, termasuk diserempet atau ditabrak kendaraan bermotor.

“Saat ini hanya sekitar 1.000 kilometer trotoar yang laik dilintasi dari sekitar 7.000 kilometer jalan yang ada di Jakarta,” ujar Alfred Sitorus, ketua Koalisi Pejalan Kaki, di Jakarta, Kamis, 21 Januari 2015 pagi.

Dia menambahkan, saat ini, di Jakarta dapat dengan mudah ditemui fasilitas jalan kaki yang membahayakan dan tidak layak. Kondisi yang masuk kategori tersebut antara lain adalah tidak adanya fasilitas penyeberangan jalan, trotoar yang berundak naik turun, berlobang, dan terhalang tiang/pot bunga/pos polisi. Selain itu, dijadikan lahan parkir, tempat berdagang, jalur terputus, dan JPO curam.

Menurut dia, berjalan kaki adalah moda transportasi yang esensial dalam kota modern. Hal itu terutama terkait dengan peranannya dalam mengintegrasikan transportasi publik dalam sebuah konsep transport orientied development (TOD) sehingga memungkinkan seseorang mudah mengakses perpindahan antar satu angkutan publik yang satu dengan yang lain secara cepat.

Pastinya, bagi saya, apa pun kendaraan yang dipakai, pada dasarnya kita semua adalah pejalan kaki. Mereka yang bersepeda motor, bermobil, atau naik angkutan umum, pasti pada dasarnya adalah pedestrian. Mereka berjalan kaki menuju atau selepas menggunakan moda transportasi kendaraan bermotor.

Nah, soal kecelakaan lalu lintas jalan, menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, pada 2014, setiap enam hari satu pejalan kaki tewas akibat petaka di jalan raya itu. Bila dibandingkan periode setahunnya memang cukup baik. Maklum, pada 2013, di Jakarta dan sekitarnya, setiap empat hari ada satu pedestrian yang tewas akibat kecelakaan.

Sekalipun demikian, masih menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, kontribusi pejalan kaki terhadap total korban meninggal dunia jumlahnya terus menyusut. Pada 2013, jumlah pedestrian yang meninggal dunia setara dengan 15,23% dari total korban tewas akibat kecelakaan. Sedangkan pada 2014, prosentasenya turun menjadi 10,22%.

Bisa jadi bermakna bahwa kesadaran para pejalan kaki untuk lebih aman dan selamat kian meningkat. Di sisi lain, bisa juga bermakna bahwa kesadaran pengguna kendaraan bermotor untuk menghargai pejalan kaki juga kian membaik. Semua memiliki kemungkinan-kemungkinan. Pastinya, semoga kita semua kian menyadari setiap hak dan kewajiban masing-masing saat di jalan raya. Semua ada porsinya.

Oh ya, pejalan kaki yang tewas akibat kecelakaan di seluruh Indonesia sedikitnya mencapai sebanyak 18 orang per hari. Sedangkan di seluruh dunia mencapai sekitar 747 pedestrian tewas per hari. (edo rusyanto)