<a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-akkhir-tahun-rsa-buang-ego-sektoral-perkuat-sinergi-stake-holder/"><b>SIARAN PERS AKHIR TAHUN RSA: Buang Ego Sektoral, Perkuat Sinergi Stake Holder</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-tegakkan-keadilan-di-jalan-raya/"><b>SIARAN PERS: Tegakkan Keadilan di Jalan Raya</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-setop-berkendara-di-trotoar-jalan/"><b>SIARAN PERS RSA: Setop! Berkendara di Trotoar Jalan</b></a> <a href="http://rsa.or.id/rsa-hadiri-pertemuan-lsm-global/"><b>RSA Hadiri Pertemuan LSM Global</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-harus-bertindak/"><b>SIARAN PERS RSA – INDONESIA HARUS BERTINDAK!</b></a>
 

Kopdar Jarsos, Kopi Darat Jejaring Sosial RSA Indonesia

Kopdar Jarsos, Kopi Darat Jejaring Sosial RSA Indonesia

Salam Keselamatan Jalan,

Bersama ini kami mengundang anda semua untuk hadir pada:

KOPDAR JARSOS (KOPI DARAT JEJARING SOSIAL) RSA INDONESIA

Sebuah acara yang akan mempertemukan seluruh member mailing list, follower Twitter, dan Facebookers serta Klub/Komunitas yang peduli Road Safety.

Acara ini akan diadakan pada:

Hari : Jumat, 12 April 2013
Pukul: 20.00 – 23.000 WIB
Agenda: Silaturahim dan Diskusi seputar Road Safety
Lokasi: Parkir Belakang Gedung Sampoerna Strategic Square, Jln. Jend. Sudirman, Jaksel

Petunjuk lokasi:
- Masuk dari Jln, Garnisun bila dari Jln, Jend. Sudirman
- Masuk dari Jln, Mesjid Hidayatullah (belakang Gedung Standard
Chartered bila dari Jln. Prof. Dr. Satrio)
- Peta Terlampir

Besar harapan kami, rekan-rekan bisa menghadirinya agar kita bisa saling berinteraksi dengan yang lainnya sambil bersilaturahim, bertukar pikiran dan berdiskusi bersama.

Contact Person: Dito 0857 8026 5121, Reza 0878 8546 0884

 

RSA Hadiri Pertemuan LSM Global

RSA Hadiri Pertemuan LSM Global

PARA pegiat keselamatan jalan (road safety) global berkumpul di Turki, 4-5 April 2013. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari 80 negara bakal menghadiri pertemuan tersebut.

“Pertemuan di Turki merupakan penggalangan solidaritas global, merajut jaringan, dan memperkuat upaya saling dukung,” ujar Edo Rusyanto, ketua umum Road Safety Association (RSA), di Jakarta, Minggu (31/3/2013).

Pertemuan di Turki merupakan lanjutan pertemuan para LSM keselamatan jalan di Washington DC, Amerika Serikat, pada 2011. Saat itu, pertemuan difasilitasi Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Untuk menghadiri pertemuan di Turki, RSA Indonesia mengutus Rio Octaviano, badan pengawas RSA. Rio yang juga mantan ketua umum RSA itu, hadir dalam pertemuan di Washington.

“Bagi RSA, jaringan global merupakan aspek penting untuk berbagi pengalaman dan mempertajam gerakan keselamatan jalan di Indonesia,” kata Edo.

LSM menjadi pilar penting dalam meningkatkan kesadaran berkendara yang aman dan selamat. Gerakan penyadaran berkendara yang aman dan selamat juga dibarengi desakan kepada pemangku kepentingan keselamatan jalan agar lebih serius melindungi warga negara di jalan raya.

Isu kecelakaan lalu lintas jalan sudah menjadi isu global. WHO dalam laporan ‘Global Status Report on Road Safety 2013’ menyebutkan, kecelakaan lalu lintas jalan menelan 1,2 miliar jiwa manusia. Di Indonesia, pada 2012, setiap jam rata-rata tiga orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. (*)

Kontak:
Lucky J. Subiakto, sekjen RSA
Ponsel 083896248957

www.rsa.or.id
Twitter @rsaindonesia
FB rsaindonesia

Kampanye Road Safety di Markas Jaket Kuning

Kampanye Road Safety di Markas Jaket Kuning

MENGAJAK perguruan tinggi untuk peduli keselamatan jalan (road safety) menjadi sebuah tantangan. Peran lembaga pendidikan itu cukup strategis bagi kehidupan bangsa kita. Sejarah mencatat, kelompok pemuda dan para cendikiawan mewarnai jatuh bangunnya Republik Indonesia tercinta.

Manakala ada undangan dari Pusat Kajian dan Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PKTK3) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, sontak saya mengiyakan. Lembaga tersebut mengajak Road Safety Association (RSA) yang saya pimpin untuk berbagi pengalaman. Jadilah saya tampil bicara di ajang SHE International Seminar “Safety Leadership, Disaster, & Crisis Management”, 26-27 Maret 2013, di kampus UI Depok.

Seminar menghadirkan Jusuf Kalla sebagai pembicara kunci. Sempat saya sampaikan kepada mantan wakil presiden itu, soal meruyaknya kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Tiap jam kita kehilangan tiga nyawa anak negeri akibat kecelakaan. “Mesti dilihat populasi penduduk dan jumlah kendaraan yang ada, hal itu terkait,” ujar dia, saat berbincang singkat usai memberi sambutan, Selasa (26/3/2013) pagi.

Saya kebagian berbicara pada Rabu (27/3/2013). Saya ditemani bro Dito Faisal, salah seorang pengurus RSA. Kami menjadikan seminar itu sebagai medium menularkan kesadaran road safety di kalangan calon-calon pemimpin bangsa. “Bagaimana kiat berkampanye road safety yang bisa direspons bagus oleh masyarakat,” tanya seorang mahasiswi saat kami berdiskusi, Rabu sore.

seminar fkm ui_edo

Diskusi cukup serius. Namun, sesekali diselingi canda tawa untuk mencairkan suasana. Tak pelak, terdengar suara riuh rendah di ruang Promosi Doktoral di gedung G, FKM UI. Saat saya paparkan bagaimana sejak 2007 RSA blusukan ke komunitas-komunitas di Jakarta dan sekitarnya, mayoritas peserta cukup antusias. “Bagaimana kampanye road safety yang efektif? Lantas, bagaimana cara mengukur keberhasilannya,” sergah seorang mahasiswa yang mengaku ingin meniru gaya kampanye RSA.

seminar fkm ui_peserta 3

Siang hingga sore itu saya memang sengaja memaparkan pengalaman yang dialami selama RSA blusukan kampanye keselamatan jalan. Lewat jurus mendekati para pengguna jalan secara langsung, kami merasa selama ini cukup mendapat respons antusias. Mengubah secara perlahan pola pikir dan sikap para pengguna jalan. Tentu agar lebih aman, nyaman, dan selamat. Memang bukan hal mudah. Maklum, tiap hari, dalam tiga tahun terakhir, sekitar 300 kasus kecelakaan terjadi di Indonesia. Lebih dari separuh kasus kecelakaan dipicu oleh faktor manusia.

Pendekatan kepada akar rumput (grass root) bukan tanpa tantangan dan kendala. Selalu ada resistensi yang menganggap RSA bak ‘polisinya’ para pemotor. Atau, menganggap RSA terlalu menggurui. Setiap perjuangan selalu ada tantangan. Itu pasti. Saya selalu mengatakan kepada teman-teman di RSA, susah bukan berarti tidak bisa dan jangan pernah letih. Karena itu, slogan kami adalah menuju harapan agar anak cucu kami kelak tidak tertimpa musibah kecelakaan lalu lintas jalan.

“Selain kampanye ke kelompok masyarakat, apakah RSA juga bekerjasama dengan para stakeholder keselamatan jalan atau pemerintah?” Tanya seorang peserta.

Saya coba utarakan apa yang terjadi selama ini ketika jalan bareng dengan Polda Metro Jaya, Korlantas Polri, kementerian perhubungan, hingga kementerian kesehatan. Jalan bareng itu di antaranya adalah berupa diskusi, bertukar pikiran dalam workshop atau sumbang saran untuk kegiatan-kegiatan sosialisasi keselamatan jalan.

Dalam seminar di FKM UI kali ini, kami pun tetap menyampaikan ‘Segitiga RSA’. Jurus itu berisi tentang upaya lebih aman dan selamat dengan mengedepankan ketaatan pada aturan (rules). Selain itu, berkendara yang peduli dengan sesama pengguna jalan (attitude) dan meningkatkan keterampilan berkendara (skill).

Pada pamungkas, kami lontarkan tentang pentingnya penegakan hukum lalu lintas jalan. Hal ini untuk merespons pernyataan kepolisian yang senantiasa mengatakan bahwa kecelakaan kerap kali diawali oleh pelanggaran aturan di jalan. Nah, kalau pelanggaran dikurangi berarti bisa menekan jumlah kasus kecelakaan dong? (edo rusyanto)

Kopdarling Bareng HRC Jakarta

Kopdarling Bareng HRC Jakarta

Sabtu 2 Maret 2013, terasa berbeda di depan kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Tepatnya di lokasi kopi darat Honda Revo Club Jakarta kami hadir berbagi wawasan dan diskusi seputar keselamatan berkendara.

Kopi Darat Keliling atau yang dikenal Kopdarling adalah salah satu cara RSA Indonesia mengkampanyekan keselamatan berkendara ke kalangan grass root pengguna jalan.

Baca selebihnya

Fajar Mas Murni Gandeng RSA

Fajar Mas Murni Gandeng RSA

MANAJEMEN perusahaan trading, PT Fajar Mas Murni (FMM), menggandeng Road Safety Association (RSA) untuk memberi pencerahan seputar keselamatan jalan (road safety). Kegiatan yang dikemas menjadi seminar kecil itu, digelar Kamis (7/2/2013), pagi, di Narogong, Bekasi, Jawa Barat.

Seminar yang merupakan rangkaian ‘HSE Day’ itu, diikuti sekitar 40 karyawan FMM. Mereka adalah pengguna sepeda motor aktif.

Antusiasme peserta cukup terasa dengan mencuatnya banyak pertanyaan sekitar peraturan, ketrampilan, perilaku berkendara. Simak saja misalnya;

“Saya terpaksa lewat jalur busway, berdosakah saya?”

“Saya sering lewat trotoar, karena macet parah dan takut terlambat sampai di kantor” “Apakah polisi menentukan besarnya nilai denda pelanggaran?” “Saya suka menerima telepon sambil berkendara karena penting”

Tim RSA yang diawaki Nursal Ramadhan, Ivan Virnanda, dan Bayu Novrilianto memanfaatkan ajang diskusi untuk menularkan virus road safety. Diskusipun mengalir. Dua arah.

Keterbukaan di antara para peserta mengenai perilaku berkendara yang dilakukan sehari-hari menjadi nuansa tersendiri. Saling berbagi mengenai dampak-dampak negatif akibat berkendara yang tidak tertib atau ugal-ugalan.

Saat ini, masih minim perusahaan yang menggelar ajang diskusi soal keselamatan jalan bagi para karyawannya. Padahal, pengetahuan tentang keselamatan jalan juga amat penting bagi roda usaha perusahaan itu sendiri.

Tak semata berdiskusi dan berbagi pengalaman, dalam kesempatan kali ini, RSA mengusulkan agar FMM bisa membentuk komunitas berkendara yang aman dan selamat. (nursal)

Klub Motor Plaza Indonesia Jempolan

Klub Motor Plaza Indonesia Jempolan

KLUB sepeda motor yang satu ini memang penuh gairah. Perannya tak melulu jadi ajang kongkow. Maklum, para anggotanya memberi roh lebih. Gairah untuk berpetualang, sekaligus saling berbagi, saling mengingatkan.

Begitulah setidaknya yang saya rasakan dari sosok Plaza Indonesia Motor Club (PIMC). Denyut klub yang lahir pada 28 Desember 2007 itu, cukup terasa mewarnai dinamika di lingkungannya berdiri.

Karena itu, saat ada kesempatan, saya coba tambahkan bahan bakar penyulut gairah. Semangat untuk saling mengingatkan pentingnya keselamatan jalan (road safety). Kita sudah muak dengan bergelimpangannya 80-an anak bangsa tiap hari, di jalan raya.

“Saat negara loyo melindungi warganya di jalan raya, saatnya warga tampil, termasuk klub motor seperti PIMC.” Itu kalimat yang saya ucapkan saat memberi ‘pidato kecil’ dalam syukuran hari jadi ke-5 PIMC, di Multi Function Plaza Indonesia, di Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2013) malam.

Dihadapan para anggota PIMC dan undangan, termasuk media massa yang hadir, saya ajak mereka membuka mata. Kecelakaan tak hanya berdampak fisik, sosial, dan ekonomi. Kecelakaan juga berimbas pada masalah hukum. Bisa-bisa, jika dianggap sebagai pemicu, meringkuk di balik jeruji penjara.

Amat logis jika lebih baik mencegah daripada mengobati. Terus meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan saat berkendara. Bahkan, terus membekali diri dengan pemahaman dan keterampilan berkendara yang aman dan selamat.

“Untuk itu, dalam waktu dekat kami membentuk PIMC Safety Riding Team,” ujar La Ode Mahfud, ketua umum PIMC.

PIMC yang kini beranggotakan 54 pemotor, cukup kental dengan urusan safety riding. Sepanjang sebelas tahun, sudah dua kali menggelar pelatihan safety riding, salah satunya dengan Road Safety Association (RSA).

rsa edo di pimc 213

Bahkan, kata salah seorang anggotanya, untuk masukk menjadi anggota, setiap calon mesti mengantongi sertifikat safety riding. Sertifikat bisa diperoleh darimana saja. Tak harus dari ajang pelatihan yang digelar internal PIMC. Luar biasa.

“Safety riding butuh dipraktikan di lapangan. Anggota klub mesti mengamalkannya. Semoga klub lain di Jakarta meniru PIMC,” ajak A Judiarto, ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jakarta, saat memberi sambutan.

Kehadiran Judiarto malam itu juga untuk menyerahkan sertifikasi keanggotaan IMI Jakarta kepada PIMC.

Sementara itu, Rosano Barrack, petinggi PT Plaza Indonesia Realty Tbk, saat memberi sambutan berulang-ulang menegaskan pentingnya safety riding. “PIMC bikin safety riding semoga bisa mengurangi kecelakaan. Hal itu sesuai dengan misi korporasi,” kata dia.

Sebuah niat mulia. Tak heran jika tema ulang tahun PIMC yang kelima mengusung ‘Disiplin Berkendara Cerminan Budaya Kerja.’ Salut. Selamat ulang tahun. (edo rusyanto)

Seruan di Hari Pejalan Kaki Nasional

Seruan di Hari Pejalan Kaki Nasional

rsa trotoarian liput

SAAT menerima undangan dari Koalisi Pejalan Kaki, saya bergegas mengajak relawan Road Safety Indonesia (RSA) untuk bergabung. Undangannya tidak tanggung-tanggung, deklarasi ‘Hari Pejalan Kaki Nasional.’

Tak butuh waktu lama, undangan yang diterima Senin (21/1/2013) sore, langsung direspons para relawan RSA. Secara organisasi, RSA pun menyiapkan pernyataan sikap dan dukungan material serta sumber daya manusia.

Ketika langit Jakarta masih dirudung mendung, sejumlah relawan bergerak dari tempat tinggal masing-masing ke Tugu Tani, Jakarta Pusat. Lokasi itu dipilih karena tepat setahun lalu, 22 Januari 2012, terjadi tragedi anak negeri. Sembilan pejalan kaki tewas diseruduk pengendara mobil pribadi. Kasusnya pun menjadi topik hangat. Sang penabrak dibui dan divonis 15 tahun penjara.

Baca selebihnya

Giliran Nongol Di Komunitas Mobil Putih

Giliran Nongol Di Komunitas Mobil Putih

KAWASAN Lippo Karawaci, Tangerang, Banten dirundung gerimis. Di sudut Supermal Karawaci, sejumlah anggota Komunitas Mobil Putih (White Car Community), sibuk menggelar ‘Gathering Akbar Mobil Putih’, Minggu (20/1/2013) siang.

Saya bersama, Sekjen Road Safety Association (RSA) bro Lucky dan Humas RSA bro Ivan, menjejakan kaki 30 menit menjelang pukul 14.00 WIB. Sesuai jadwal, RSA menjadi narasumber untuk talkshow seputar keselamatan jalan (road safety) pada pukul 14.00 WIB.

Suasana kawasan mal siang itu dipadati kendaraan. Mulai dari mobil pribadi hingga angkutan umum taksi. Tampaknya, pusat perbelanjaan itu menjadi tujuan untuk menekuni gaya hidup masyarakat di sekitarnya.

Baca selebihnya

Grup Helm Majelis Rasulullah Butuh Praktik

Grup Helm Majelis Rasulullah Butuh Praktik

BARANGKALI inilah salah satu kelompok masyarakat yang cukup kondang di masyarakat Jakarta. Mereka dikenal karena memiliki jumlah massa yang cukup besar. Bahkan, para petinggi dan politisi pun sesekali nimbrung di ajang mereka.

Itulah sosok majelis taklim Majelis Rasulullah. Setiap Senin malam, saya kerap berpapasan dengan aktifitas mereka di kawasan Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan.

Baca selebihnya

Di Buperta Kita Bincang Road Safety

Di Buperta Kita Bincang Road Safety

KAWASAN Bumi Perkemahan (Buperta) Cibubur cukup nyaman. Hijaunya pepohanan menghembuskan udara segar. Cuaca kebetulan juga sedikit mendung siang itu.

Kami dari Road Safety Association (RSA) menjejakan kaki di kawasan ujung Jakarta Timur (Jaktim) itu, untuk menyambangi komunitas Honda Supra X 125 Communitty (HSX 125 C). Sebulan lalu, bro Fajar dari HSX 125 C menghubungi saya dan akhirnya, Sabtu (12/1/2013) siang, simbiosisme RSA dan HSX 125 C pun terealisasi.

Baca selebihnya