<a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-pekan-nasional-keselamatan-jalan-2009/"><b>Siaran Pers RSA : Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2009</b></a> <a href="http://rsa.or.id/rsa-ajak-pemudik-lebih-waspada/"><b>RSA Ajak Pemudik Lebih Waspada</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-tahun-2015-tahun-kelabu-transportasi-publik-di-indonesia/"><b>Siaran Pers: Tahun 2015, Tahun Kelabu Transportasi Publik di Indonesia</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-pemerintah-tidak-konsisten-2/"><b>Siaran Pers RSA : Pemerintah Tidak Konsisten</b></a> <a href="http://rsa.or.id/proteksi-anak-anak-kita/"><b>Proteksi Anak-anak Kita!</b></a>
 

Konvoi Komunitas Otomotif, Jangan Ganggu Pengguna Jalan Lain

Konvoi Komunitas Otomotif, Jangan Ganggu Pengguna Jalan Lain

Jakarta, rsa.or.id — Komunitas pemilik dan penggemar mobil buatan Prancis berkumpul di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Mereka berkumpul tak sekadar membincangkan kegemarannya terhadap mobil Eropa itu namun juga menggelar diskusi soal keselamatan berkendara.

Untuk mengisi diskusi keselamatan berkendara, komunitas penggemar Peugeot, Citroen, dan Renault itu menghadirkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati keselamatan jalan, Road Safety Association (RSA) Indonesia dalam acara yang bertajuk “French Automobile Meet Up”.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum RSA Indonesia Ivan Virnanda menyampaikan materi seputar ‘Konvoi dan Road Safety’. Bagi dia, aktifitas konvoi tak pernah lepas dari kegiatan komunitas otomotif. Karena itu, Ivan mengingatkan kembali makna dan tujuan konvoi.

“Pada dasarnya, konvoi adalah untuk bersenang-senang. Menikmati perjalanan dan pemandangan. Untuk itulah, konvoi jangan sampai mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, apalagi membahayakan keselamatannya,” kata Ivan di lokasi, Sabtu (30/9). 

Menurut Ivan, karena tujuannya untuk kesenangan maka harus dipertimbangkan lagi apakah konvoi komunitas otomotif perlu mendapatkan pengawalan yang justru berpotensi mengganggu kenyamanan lalu lintas.

Selain itu, konvoi pun sebenarnya sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan jalan.

“Dalam UU 22/2009 pasal 134, konvoi ada di urutan paling terakhir yang mendapat hak utama atau prioritas di jalan raya,” ujar Ivan.

Dijelaskannya, dalam pasal 134 itu diatur kendaraan yang mendapat hak utama dimulai dari kendaraan pemadam kebakaran yang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.

Lalu, kendaraan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, kemudian iring-iringan pengantar jenazah.

“Dan yang terakhir adalah konvoi dan/atau kendaraan untuk ‘kepentingan tertentu’ menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia,” jelas Ivan.

Lebih lanjut, Ivan menjelaskan yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, kendaraan pengangkut pasukan, kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan kendaraan untuk penanganan bencanan alam.

“Jadi kalau hanya konvoi atau touring yang pada dasarnya untuk kesenangan, apa termasuk ‘kepentingan tertentu’?,” sergah Ivan.

Selain itu, Ivan menganggap penting adanya itinerary atau rencana perjalanan agar konvoi dan touring dapat aman dan nyaman.

“Rencanakan sebaik mungkin perjalanan kita. Tentukan meet point, rest point, juga pembatasan jumlah mobil dalam kelompok konvoi atau touring, supaya konvoi kita tidak terlalu panjang yang bisa mengganggu arus lalu lintas,” papar Ivan.

Terakhir, Ivan menyampaikan resep keselamatan berkendara dari RSA Indonesia. Ivan menjelaskan ada tiga aspek dalam ‘Segitiga RSA’. Pertama, Rules, pemahaman dan menerapkan aturan lalu lintas, kemudian Skills, yang berarti memiliki keterampilan yang mencukupi untuk berkendara aman, nyaman dan selamat. 

“Lalu yang terakhir tapi penting adalah Attitude yang berarti memiliki sikap dan perilaku berkendara yang saling menghargai sesama pengguna jalan. Ini yang sering dilupakan orang,” tuturnya. (ls)

Ini Alasan Mengapa Perluasan Pembatasan Sepeda Motor Ditolak

8 September, 2017 Berita Terkini
Ini Alasan Mengapa Perluasan Pembatasan Sepeda Motor Ditolak

Rencana perluasan larangan sepeda motor melintasi di beberapa jalan protokol di Jakarta menuai protes. Rencananya, pemprov DKI akan memberlakukan larangan melintas bagi pesepeda motor di Jalan Sudirman hingga Bundaran Senayan dan sepanjang ruas Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Ketua Road Safety Association (RSA) Indonesia, sebuah LSM pemerhati keselamatan jalan, Ivan Virnanda mengatakan, meski tujuan perluasan larangan itu baik, yaitu mengatasi kemacetan dan memaksa warga menggunakan transportasi publik, namun aturan itu tidak dibarengi dengan ketersediaan transportasi publik yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu dan terjangkau. Selain itu, aturan itu juga dianggap diskriminatif karena hanya melarang sepeda motor saja.

Dia menilai, perluasan larangan sepeda motor sebagai sebuah kebijakan panik dari pengambil kebijakan. Sebab, menurut dia, saat ini terjadi ketidakmampuan pemerintah dalam hal penyediaan transportasi publik.

“Larangan ini adalah kebijakan panik dari pemerintah karena tidak sanggup menyediakan transportasi publik yang yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu dan terjangkau,” kata Ivan di Jakarta, Minggu (3/9).

Meski begitu, pihaknya tak menampik sarana transportasi publik di Jakarta sudah lebih baik dari masa sebelumnya namun, kata Ivan, pelayanan yang ada masih jauh dari harapan masyarakat.

Ivan mengambil contoh, saat jam sibuk di koridor I bus Transjakarta, koridor yang berada di jalur pelarangan sepeda motor melintas, yang seharusnya headway (waktu tunggu antar bus) 7 menit di waktu sibuk dan 15 menit waktu normal, saat ini headway di koridor I masih terlalu lama.

“Headway saat ini bisa sampai 15 menit di waktu sibuk,” ujarnya.

Dikatakan Ivan, sebaiknya pengambil kebijakan dalam hal ini Pemprov DKI menyelesaikan dahulu permasalahan transportasi yang ada, ketimbang melarang sepeda motor melintas di jalan protokol.

Menurut Ivan, selama permasalahan transportasi publik tidak dibenahi, memperluas larangan sepeda motor bukanlah solusi untuk mengatasi kemacetan. Terlebih lagi, masih adanya ego sektoral antar pemegang kebijakan menjadi masalah klasik dalam pengambilan keputusan pemerintah. 

Dia mengambil contoh, kebijakan ganjil-genap yang akan diterapkan di ruas tol Cikampek. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah mensosialisasi aturan tersebut namun belakangan, Ditlantas Polda Metro Jaya menampik hal tersebut. Terakhir, kata Ivan, terkait pembatasan sepeda motor di Jalan Pajajaran, Bogor, yang memperlihatkan tak ada koordinasi antara stakeholder kebijakan.

“Yang seperti ini, membuat masyarakat bingung, rakyat kembali jadi korban kesombongan aparat pemerintahan, termasuk larangan sepeda motor ini,” tegas Ivan.

Untuk itu, Ivan mengungkapkan rencana RSA Indonesia untuk melakukan aksi damai yang bertujuan untuk mengingatkan para pengambil kebijakan agar membatalkan rencana perluasan larangan sepeda motor di Jalan Sudirman – Bundaran Senayan dan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

“Aksi damai ini akan diikuti oleh ribuan pengendara motor yang akan melakukan konvoi di sepanjang ruas jalan yang akan dilarang oleh Pemprov DKI. Kami akan coba ingatkan para penguasa di Jakarta,” tegas Ivan.

Tak hanya RSA Indonesia, sejumlah komunitas dan klub motor serta pengguna roda dua juga akan mengikuti aksi damai tersebut. Mereka menyebut kelompoknya dengan GAMPAR atau Gerakan Aliansi Menentang Pembatasan Sepeda Motor.

Dalam aksi damai konvoi tersebut , GAMPAR mengklaim akan diikuti oleh 5000 pengguna roda dua. Selain itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta telah mengonfirmasi pihaknya mendukung aksi tersebut. Dukungan LBH Jakarta itu berupa bantuan penyajian data dan kajian dari aspek hukum terkait perluasan pembatasan sepeda motor.

Lebih lanjut, Koordinator GAMPAR, Rio meminta pihak kepolisian untuk membantu mengamankan dan mengawal aksi mereka agar tidak menimbulkan ekses bagi pengguna jalan saat aksi konvoi berlangsung nanti.

“Kami meminta pihak kepolisian bisa membantu mengawal kami. Ini adalah aksi ketiga yang pernah kami lakukan. Waktu gubernur Sutiyoso dan Foke kita sudah lakukan aksi yang sama,” kata Rio.

Dia juga mengajak siapapun, yang ingin bergabung dalam aksi ini untuk mengkomunikasikan dengan pihaknya.

“Kepada para tokoh masyarakat, yang peduli masalah ini, silahkan bergabung,” ucap Rio.

Usai aksi konvoi, diungkapkan Rio, GAMPAR akan menyampaikan orasi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta. 

“Semoga pemprov DKI dapat menerima aspirasi kami para pengguna sepeda motor sebagai pembayar pajak yang juga ikut membangun jalan-jalan di Jakarta,” pungkasnya. (ls)

Angka Kecelakaan Tinggi, Queenrides Dan RSA Ajak Perempuan Aman Berkendara

24 February, 2017 Berita Terkini, Kegiatan
Angka Kecelakaan Tinggi, Queenrides Dan RSA Ajak Perempuan Aman Berkendara

Data Korlantas Polri menyebutkan tidak kurang dari 50% kecelakaan lalu lintas dipicu oleh unsur lengah saat berkendara. Angka 50% tersebut dari total kecelakaan lalu lintas akibat faktor manusia.

Lengah atau tidak konsentrasi saat berkendara menjadi sorotan dalam seminar keselamatan jalan yang diadakan komunitas Queenrides dan Road Safety Association (RSA) Indonesia pada acara ‪”Ngopi Cantik Queenrides‬ yang bertempat di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jln. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa pagi (7/2).

“Distracted driving terjadi karena konsentrasi pengendara terpecah akibat melakukan aktivitas lain selain berkendara,” ujar Rio Octaviano, Badan Kehormatan RSA Indonesia, yang pagi itu menjadi pembicara.

Dia mengatakan, konsentrasi saat berkendara adalah hal penting saat berkendara. Bahkan negara mengatur hal tersebut dengan Undang-Undang No.22 Tahun 2009 pasal 106 ayat 1 yang menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

“Tidak tanggung-tanggung, bagi yang kedapatan berkendara tidak konsentrasi, sanksi tiga bulan penjara atau denda sebesar Rp. 750.000,” ucapnya.

Banyak aktifitas yang sering dilakukan perempuan yang berpotensi mengganggu konsentrasi saat mengemudi kendaraan. Diantaranya berponsel dan berdandan.

“Segala hal diluar aktivitas berkendara berpotensi memecah konsentrasi termasuk berdandan saat berkendara. Juga berponsel, makan dan minum saat berkendara, termasuk meletakkan asesoris di dashboard,” ujar Rio.

Queenrides adalah komunitas perempuan yang peduli terhadap keselamatan berkendara. Kegiatan mereka bergerak di keselamatan jalan karena menilai perempuan masih dipandang sebelah mata saat mereka berada di jalan raya. Sedangkan RSA Indonesia adalah lembaga swadaya masyarakat yang sejak tahun 2005 telah mengampanyekan pentingnya berkendara aman dan selamat kepada masyakarat pengguna jalan. Mereka berbuat di saat Negara lalai memperhatikan keselamatan warganya di jalan raya. (ls)

Bincang Road Safety di “Mother and Baby Fair”

29 September, 2016 Berita Terkini, Jaringan
Bincang Road Safety di “Mother and Baby Fair”

Kamis (29/09), Road Safety Association (RSA) Indonesia berkolaborasi dengan Queenrides, sebuah komunitas perempuan yang mengampanyekan “Woman Ride Safe” berkesempatan berbagi wawasan road safety yang mengambil tema “Distracted Driving: How To Drive With Kids”.

Acara yang digelar di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta Selatan tersebut diadakan oleh komunitas Mother and Baby Indonesia. Dari RSA diwakili Rio Octaviano, Badan Kehormatan RSA dan dari Queenrides hadir Iim Fahima, Founder Queenrides.

Bahas Road Safety di Mal

28 August, 2016 Berita Terkini, Jaringan
Bahas Road Safety di Mal

Mal adalah pusat perbelanjaan dimana pengunjung dapat berbelanja atau sekedar berjalan-jalan.
Namun apa yang terjadi di Lippo Mall Puri, salah satu mal elit di Jakarta Barat, beberapa pengunjung datang tidak untuk sekedar berbelanja namun mereka datang untuk membahas satu permasalahan besar yang luput perhatian negara, yakni masalah keselamatan di jalan.

Pentingnya Konsentrasi Saat Berkendara

Pentingnya Konsentrasi Saat Berkendara

Data Korlantas Polri menyebutkan tidak kurang dari 50% kecelakaan lalu lintas dipicu oleh unsur lengah saat berkendara. Angka 50% tersebut dari total kecelakaan lalu lintas akibat faktor manusia. .

Lengah, tidak konsentrasi saat berkendara menjadi sorotan dalam sesi berbagi keselamatan jalan oleh Road Safety Association (RSA) Indonesia pada acara ‪#‎ngopicantikqueenrides‬ yang digelar @queen_rides pada Sabtu (30/07) di Gedung Asuransi Astra, Jakarta Selatan.
.
“Distracted driving terjadi karena konsentrasi pengendara terpecah akibat melakukan aktivitas lain selain berkendara,”ujar Ivan Virnanda, Ketua Umum RSA Indonesia, yang siang itu menjadi pemateri.
.
Konsentrasi penuh saat berkendara adalah hal penting saat berkendara. Saking pentingnya bahkan Negara mengatur hal ini pada Undang-Undang No.22 Tahun 2009 pasal 106 ayat 1,”Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh KONSENTRASI”.
.
Tidak tanggung-tanggung, bagi yang kedapatan berkendara tidak konsentrasi, sanksi tiga bulan penjara menanti atau denda Rp. 750.000,-.
.
“Segala hal diluar aktivitas berkendara berpotensi memecah konsentrasi kita termasuk berdandan saat berkendara,”sergah Ivan.
“Berponsel, makan dan minum saat berkendara, termasuk meletakkan asesoris di dashboard berpotensi mengurangi konsentrasi kita,”katanya lagi. (ljs)

Sambangi @DPP_FPI, @RSAIndonesia Ajak Selamat di Jalan

Sambangi @DPP_FPI, @RSAIndonesia Ajak Selamat di Jalan

Rabu (13/07), perwakilan Road Safety Association (RSA) Indonesia tiba di sekretariat DPP Front Pembela Islam (FPI), sebuah ormas keagamaan yang kontroversial di mata masyarakat umum, segala pro-kontra menghiasi perjalanan mereka. Lalu, apa maksud RSA Indonesia datang ke sana?

Berbagi Road Safety bersama Queenrides

Berbagi Road Safety bersama Queenrides

Berbagi wawasan seputar keselamatan berkendara selama mudik lebaran di Castrol Office, Jln. TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Queenrides, sebuah komunitas perempuan pengendara yang memiliki semboyan “Safety, Style and Beauty” menggandeng RSA Indonesia pada acara tersebut, Rabu (29/06).

“Berkendara jarak jauh butuh persiapan ekstra dan manajemen keselamatan yang matang,”ujar Rio Octaviano yang sore itu hadir.

“Konsentrasi hal yang mutlak. Tinggalkan gadget saat berkendara. Jika ingin aman dan selamat,”tambah Rio.

“Pahami batas fisik diri sendiri. Jangan memaksa tetap berkendara saat mengantuk,” katanya lagi.

Pada kesempatan lain, Citra Ayu, instruktur Defensive Driving di Rifat Drive Labs yang juga anggota Divisi Kegiatan RSA Indonesia menyampaikan beberapa tehnik yang baik dan benar saat berkendara.

Acara yang bertajuk Buka Puasa Bersama (Bukber) Cantik ‘Office to Office’ ini digelar Queenrides dari satu kantor ke kantor lainnya yang telah melakukan pendaftaran sebelumnya. “Hal ini kami lakukan agar perempuan pengendara dapat lebih ‘aware’ akan keselamatan diri dan orang lain saat di jalan raya,” ujar mbak Iim Fahima, founder Queenrides. (admin)

Bagaimana Mudik Aman dan Selamat? Simak Tips Ini

Bagaimana Mudik Aman dan Selamat? Simak Tips Ini

Mudik, sebuah ‘ritual’ yang dilakukan oleh umat Muslim menjelang hari raya Idul Fitri. Mudik sejatinya adalah perjalanan silaturahim dengan sanak keluarga di kampung halaman. Namun arus mudik dan balik lebaran menyumbang catatan kelam terhadap angka kecelakaan lalu lintas jalan.

Fakta data memperlihatkan pada 2015, tercatat sekitar 40-an jiwa tewas tiap hari selama arus mudik dan balik lebaran

Berangkat dari keprihatinan atas angka kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran maka Road Safety (RSA) Association akan memberikan beberapa tips mudik aman dan selamat

2. Siapkan Mental; Mudik aman, nyaman dan selamat

  • Selalu berdoa sebelum berkendara
  • Pahami batas fisik, kondisi fisik pengaruhi emosi
  • Buang emosi, tidak ada gunanya
  • Atur jadwal keberangkatan dengan matang agar tidak tergesa-gesa
  • Jangan membawa penumpang dan barang dengan berlebihan
  • Beri kesempatan kendaraan lain yang telah menyalakan lampu sign
  • Waspadai titik-titik kepadatan lalu lintas seperti pasar tumpah dan jalan rusak

Tips Selama Perjalanan Mudik

3. Fokus, Jangan lengah; berperilaku santun dan menghargai sesama

  • Jika mengantuk, beristirahatlah, cari tempat yang aman (rest area, posko mudik)
  • Jangan lupa untuk tidur selama 20-30 menit
  • Siapkan supir cadangan untuk bergantian berkendara
  • Ingat selalu untuk menghargai pengguna jalan lain
  • Menjaga fokus dan kewaspadaan baik saat arus lalu lintas padat atau lengang
  • Selalu jaga jarak aman, tiga detik dengan kendaraan di depan
  • Jangan terpancing dengan pengendara lain yang provokatif

4. Patuhi Aturan Lalu Lintas; Mudik aman, nyaman dan selamat

  • Patuhi tiap rambu lalu lintas , marka jalan dan lampu lalu lintas
  • Jangan membawa penumpang dan barang dengan berlebihan
  • Beri kesempatan kendaraan lain yang telah menyalakan lampu sign
  • Tidak ‘ngebut’ karena mudik perjalanan silaturahim
  • Hindari berponsel saat mengemudi
  • Tidak menggunakan sirine, strobo dan rotator
  • Jika berkendara secara berkelompok jangan nyalakan lampu hazard, ingat hazard hanya untuk darurat dan posisi berhenti
  • Selalu Ikuti arahan dan perintah petugas kepolisian

Tips Kembali dari Mudik

5. Rencanakan Perjalanan Kembali; Jangan tergesa-gesa, ingat keselamatan yang utama

  • Berdoa sebelum memulai perjalanan
  • Rencanakan perjalanan dengan matang
  • Perkirakan dengan matang untuk waktu tempuh dan kepadatan arus balik agar  cukup waktu untuk beristirahat dan siap beraktifitas kembali di hari kerja.
  • Pantau informasi arus balik terkini melalui media online dan media sosial. Ingat , pantau informasinya  jangan saat berkendara!
  • Jadikan perjalanan kembali dari mudik adalah perjalanan kembali untuk mencari nafkah
  • Hindari tergesa-gesa saat perjalanan kembali dari mudik, ingat keselamatan yang utama
  • Jangan memaksa diri tetap berkendara jika sudah mengantuk
  • Beristirahat dan tidur selama 20-30 menit di lokasi-lokasi istirahat, seperti posko mudik, SPBU dan rest area
  • Tetap menjaga fokus, kewaspadaan saat berkendara dan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan
  • Ingatlah selalu, hakikat berkendara adalah tiba selamat di tujuan

Indahnya Berbagi di Jalan Raya

Indahnya Berbagi di Jalan Raya

Salah satu hal yang menjadi akar permasalahan karut marut lalu lintas di kota besar seperti di Jakarta adalah tidak adanya rasa ‘tepa selira’ di jalan raya atau saling menghargai sesama pengguna jalan. Di jalan raya sehari-hari mudah ditemui pengendara saling berebut berada paling depan saat lampu merah menyala hingga melampaui zebra cross dan garis setop . Belum lagi pengendara lain yang tidak memberikan kesempatan pengendara lain yang sudah memberikan isyarat untuk berbelok atau memutar arah.

Hal inilah yang diangkat Road Safety Association (RSA) Indonesia pada kesempatan diskusi seputar keselamatan jalan pada acara Santunan dan Buka Puasa Bersama anak yatim piatu yang digelar Pajero Indonesia chapter Bekasi atau lebih dikenal dengan PIWan Patriot pada Sabtu (18/06) yang bertempat di salah satu hotel di kawasan Jatiasih, Bekasi.

“Bukankah bulan Ramadhan adalah bulannya berbagi dengan sesama? Tidak ada salahnya saat di jalan raya pun kita sudi berbagi jalur jalan dengan pengguna jalan lain,”ujar Ivan Virnanda, Ketua Umum RSA Indonesia.

“Saat di jalan raya, kita ini siapa sih? Bukankah posisi kita sama seperti pengguna jalan lainnya? Maka berperilaku yang santun, saling menghargai sudah menjadi keharusan,”tambah Ivan lagi.

“Begitu pula saat sebuah klub/komunitas otomotif melakukan touring. Harus diingat, posisi kita sama seperti pengguna jalan lainnya,”sergah Ivan.

Sebagaimana yang sudah diusung sejak RSA Indonesia lahir, membawa prinsip berkendara yang aman dan selamat dengan menerapkan segitiga RSA secara simultan saat berkendara. Segitiga RSA terdiri dari memahami dan melaksanakan aturan yang berlaku (Rules), memiliki keterampilan berkendara yang mencukupi (Skill) dan berperilaku santun dan saling menghargai (Attitude).

“Hal yang paling sulit dilakukan biasanya aspek Attitude. Jika Rules bisa kita baca aturannya dan terapkan. Skill bisa dilatih di sekolah mengemudi dan pelatihan berkendara. Tapi Attitude harus dibiasakan,”tutup Ivan. (ls)