laka ninik banyumas metrotv

AKHIRNYA kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang menimpa Ninik Setyowati (45) berujung perdamaian. Status Ninik sebagai tersangka dicabut oleh Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah. Ninik dan keluarga merasa lega.

Dari kasus kecelakaan yang menimpa Ninik kita bisa mendapat pembelajaran, kecelakaan berdampak luas. Tak sekadar menimbulkan luka, kerusakan barang, dampak ekonomi, dan kehilangan nyawa. Tapi, kecelakaan juga bisa berekses pada aspek hukum. Banyak contoh sudah terjadi di negeri kita tercinta, Republik Indonesia.
Kita para pengguna jalan tentu tak ingin celaka. Apalagi, sudah jatuh tertimpa tangga pula, diseret ke pengadilan. Ikhtiar yang kita bisa lakukan hanya berdoa dan berkendara dengan waspada serta penuh konsentrasi.

Berdasarkan pemberitaan berbagai media massa, kronologis kecelakaan yang menimpa Ninik adalah sebagai berikut:

Kamis, 6 Agustus 2012:

Sekira pukul 18.45 WIB, sepeda motor baru melaju beberapa meter dengan kecepatan rendah, berserempetan dengan truk gandeng di Jl Supriyadi, Purwokerto, Jawa Tengah. Ninik terluka di kaki kanan hingga lumpuh, sedangkan puterinya, Kumaratih Sekar Hanifah (11), meninggal dunia. Truk berpelat nomor AE 8379UB bermuatan tepung terigu, sedangkan Ninik mengendarai sepeda motor motor Honda Revo berpelat R 2120 TA.

Rabu, 9 Januari 2013:

Suami Ninik meminta kasus kecelakaan diproses secara hukum demi kepastian.

Jumat, 11 Januari 2013:

Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas mendatangi Ninik yang masih terbaring di rumahnya, Jln Mahoni V, Perumahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, untuk melakukan pemeriksaan.

Selasa, 15 Januari 2013:

Ninik diminta menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) dengan status tersangka. Ninik dituding lalai sehingga menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa seseorang. Dia dibidik Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kamis, 24 Januari 2013:

Polres Banyumas, Jawa Tengah menerima permohonan mediasi dari kedua pihak, yaitu keluarga Ninik dan sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan. Polisi mengabulkan permohonan mediasi tersebut.

Jumat, 25 Januari 2013:

Wakil Ketua Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh mengunjungi rumah Ninik di Purwokerto. Dia mengatakan, siap mengawal kasus ini jika perkara tersebut sampai ke pengadilan. Dilihat dari kronologi kasus, kata dia, seorang ibu yang memboncengkan anaknya tentu akan berhati-hati. Dengan demikian, tidak ada niat untuk menghilangkan nyawa sama sekali. Dia melihat sebagai musibah. Polisi dan jaksa harus cari terobosan. Jangan sampai hanya yuridis formal, tetapi juga bicara keadilan yang hakiki.

Sabtu, 26 Januari 2013:

Pihak Ninik dan sopir truk, Suparman (60), warga Ngawi, Jawa Timur sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan tidak akan saling menuntut di kemudian hari. Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah mencabut status tersangka Ninik.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Banyumas Ajun Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, penghentian penyidikan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan rasa keadilan di masyarakat. Selain itu, didasari atas kesepakatan pengemudi truk dan Ninik yang berkomitmen tak akan saling menuntut di kemudian hari di pengadilan. (edo rusyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *