JULI baru saja berlalu. Angka kecelakaan di jalan Jakarta bukan mereda malah bertambah. Sebanyak 99 jiwa melayang sia-sia, sebanyak 50 di antaranya adalah melibatkan pengendara sepeda motor (bikers).
Lagi-lagi, angka itu adalah baru yang tercatat dan dipublikasikan situs resmi Polda Metro Jaya. Bisa dibayangkan jumlah yang tidak tercatat. Pasti lebih besar. Memprihatinkan.

 

Sepanjang Januari-Juli 2009, jumlah bikers yang tewas naik 19,04%, sedangkan korban yang luka parah dan luka ringan turun 18,34% menjadi 138 orang dari 169 orang. Secara akumulasi jumlah korban menurun 10,9% dari 211 menjadi 188 orang.
Namun, kasus kecelakaan yang melibatkan sepeda motor sepanjang Januari-Juli 2009 menurun 5,73% menjadi 148 kasus dari 157 kasus pada periode sama 2008.

Mayoritas Ditabrak Mobil
Apa yang menyebabkan kecelakaan sepeda motor? Dari total kasus Januari-Juli 2009 paling dominan adalah sepeda motor ditabrak mobil yakni 41,22%. Hal ini menunjukkan bahwa sepeda motor yang bentuknya lebih kecil dari kendaraan roda empat atau lebih, rentan terhadap kecelakaan. Jenis mobil yang menabrak sepeda motor beragam. Mulai dari angkutan perkotaan, sedan, bus, hingga truk trailer.
Sepeda motor yang hanya memiliki dua roda juga rentan tergelincir. Penyebab kecelakaan kedua adalah karena bikers lepas kontrol yakni 13,51%. Sedangkan sepeda motor yang menabrak mobil menempati posisi ketiga penyebab kecelakaan yakni 12,84%, di belakangnya adalah motor menabrak motor yakni 12,16%. Ulah bikers yang menabrak pejalan kaki pun cukup tinggi yakni 6,76%.
Ironisnya, mayoritas korban kecelakaan adalah dari kelompok usia produktif yakni 20-39 tahun yang mencapai 65%. Bisa dibayangkan jika sang korban adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Uang yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan menjadi pengeluaran yang memberatkan ekonomi keluarga. Belum lagi jika sang korban meninggal dunia. Hilang sudah sumber ekonomi keluarga.
Sementara itu, kelompok usia yang menjadi korban lainnya adalah 10-19 tahun (20%) dan 40-69 tahun (15%).
Rentang waktu yang sering terjadi kecelakaan di wilayah Jakarta adalah 06.00-12.00 WIB. Jam-jam tersebut adalah area dimana aktifitas masyarakat untuk bergerak untuk mencari nafkah maupun belajar. Bayangkan jika populasi sepeda motor yang kini mencapai sekitar enam juta unit di Jakarta, keluar serempak sudah pasti memenuhi jalan-jalan di Jakarta. Taruhlah hanya 1/8 saja sepeda motor yang bergerak, sebanyak 750 ribu roda dua menderu di atas aspal Jakarta. Rentang waktu kedua yang rawan adalah saat aktifitas masyarakat hendak pulang menuju rumah yakni 18.00-24.00 WIB (25%).
Jumlah korban kecelakaan dari segi gender mayoritas adalah pria yakni 85,71%, sedangkan wanita 14,29%.
Menjadi tugas berat bagi para petugas kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi lain untuk menertibkan pengendara sepeda motor. Beban berat juga menggayut di pundak para penggiat berkendara yang aman dan selamat (safety riding). Jangan lelah menyebarluaskan kesadaran berkendara yang santun dan bersahabat. (edo rusyanto)

 

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *