MEREKA datang dari berbagai kelompok pengguna sepeda motor. Tanpa membedakan latar belakang jenis tunggangannya, para anggota kelompok pengguna sepeda motor alias bikers, duduk bersimpuh. Mereka merapatkan barisan.

Kali ini musuh bersama yang menjadi perekat mereka adalah sang jagal jalan raya. Petaka berdarah dingin yang menjagal 70-an pengguna jalan setiap hari. Banyak dari mereka yang bergelimpangan di permukaan aspal adalah dari kalangan pesepeda motor. Maklum, mayoritas pengguna jalan juga berasal dari kelompok ini.

“Ironisnya, kecelakaan mayoritas dipicu oleh perilaku tidak tertib dan kelengahan saat berkendara,” sergah bro Nursal, kepala divisi litbang Road Safety Association (RSA) Indonesia, di kawasan Cibinong, Bogor, Sabtu, 27 September 2014 malam.

Ya. Malam minggu itu tim RSA Indonesia singgah ke basecamp Publishing Motor Community (Pubmomm) dan Supra Club Bogor (Spacbor), di kawasan Cibinong. Lokasi yang berada di Jl Baru Pemda Bogor itu menjadi tempat berkumpul banyak bikers, terlebih di malam akhir pekan. Kehadiran RSA Indonesia atas undangan Pubmomm dan Spacbor yang kemudian dirajut dalam kopi darat keliling (kopdarling) RSA Indonesia. Kopdarling adalah sebuah tradisi RSA Indonesia masuk ke akar rumput dalam menyebarluaskan kesadaran berkendara yang aman dan selamat.

Membangun perilaku berkendara yang aman dan selamat bisa dimulai dari hal-hal yang dianggap kecil. “Misalnya, saat hendak berbelok memberikan lampu sein dan sesudahnya lampu sein dimatikan,” seloroh bro Nursal.
“Lantas, bagaimana cara yang baik memberikan isyarat lampu sein saat hendak berbelok,” tanya bro Gondil dari Cibinong Vario Club (Civic).

Tentang hal ini, bro Nursal mengajak agar puluhan bikers yang hadir malam itu menyalakan lampu sein tiga detik sebelum berbelok. Isyarat lampu sein membantu para pengguna jalan yang ada di belakang orang yang mau berbelok menjadi lebih waspada. Isyarat lampu sein menjadi penting untuk menghindari terjadinya tabrak belakang atau tabrak samping.

Perbincangan pun terus mengalir. Salah satunya, soal penggunaan lampu hazard. “Apa gunanya menyalakan lampu hazard,” tanya ketua umum Spacbor.

kopdarling rsa pubmomm tim rsa_pubmomm

Lagi-lagi bro Nursal memaparkan bahwa menyalakan lampu hazard hanya pada saat kondisi darurat. Misalnya, ketika menghadapi masalah di kendaraan. Saat itulah lampu hazard dinyalakan sebagai tanda, namun kendaraan diberhentikan di pinggir jalan, tidak menghalangi kendaraan lain.

Masalah-masalah yang dianggap kecil ketika berkendara di jalan bukan mustahil memicu kecelakaan lalu lintas jalan. Mesti sering diingatkan bahwa masalah kecil tak jarang memicu persoalan besar.

Hampir seluruh aspek berkendara yang aman dan selamat sudah diatur dalam regulasi yang berlaku saat ini, yaitu Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). UU yang kini sudah dilengkapi sejumlah peraturan pemerintah itu menjadi salah satu fitur penting dalam mewujudkan lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat. Aturan merupakan suatu perangkat yang dibuat pemerintah untuk melindungi keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan. “Masyarakat menaati aturan tersebut untuk satu tujuan, yakni keselamatan bersama,” sergah bro Nursal yang saat itu didampingi tim RSA Indonesia lainnya, yakni bro Dito dan bro Dest.

Malam terus bergulir. Perbincangan juga terus mengalir. Hampir seluruh peserta kopdarling terlarut dalam perbincangan seputar bagaimana upaya ikhtiar melindungi diri dari sang jagal jalan raya. “Salah satunya adalah SEE, yaitu see, evaluate, dan excecute sebagai tools untuk menghindari terjadinya kecelakaan,” kata bro Nursal.
SEE merupakan bagian dari upaya para pengguna jalan untuk senantiasa fokus dan waspada. Sebagaimana banyak orang tahu bahwa berkendara adalah pekerjaan penuh waktu, tak bisa disambi dengan aktifitas lain. Kecuali, mau menggoda sang petaka jalan raya hinggap dalam perjalanan kita.

“Maklum, lengah dan tidak konsentrasi merupakan aspek dominan dalam memicu kecekalaan, selain faktor jalan, kendaraan, dan alam,” kata bro Nursal.

Selain asyik berbincang dan saling berbagai mengenai keselamatan jalan. Tim RSA Indonesia juga membagikan sejumlah merchandise sebagai kenang-kenangan seperti stiker kopdarling RSA Indonesia dan kaos berisi pesan keselamatan jalan. Nah, soal kaos, salah satunya berasal dari gerakan I Wanna Get Home Safely.

Malam terus merangkak menjelang pagi. Kopdarling RSA Indonesia kali ini pun harus disudahi. Lagi, sebuah upaya untuk berbagi dan mengajak anak negeri terbebas dari petaka yang fatal di jalan raya. Ikhtiar, dan terus ikhtiar, hanya itu yang bisa kita lakukan selain berdoa ketika berkendara. Semangat! (edo rusyanto)

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.