PARA pemotor duduk di lantai berwarna putih. Sebagian lainnya berdiri. Antusiasme terasa menjalar di ruang pelaksanaan safety riding course (SRC) yang digelar komunitas pemotor Bayonet, Jakarta Timur. Perbincangan seputar faktor pemicu kecelakaan dan upaya menguranginya pun mengalir. Mulai pentingnya memakai helm setiap saat bersepeda motor, hingga tidak berponsel sambil mengemudi. Tampaknya, ajang pelatihan seputar keselamatan bersepeda motor merupakan makanan rutin bagi komunitas tersebut.

Pelatihan di sudut bangunan Universitas Darma Persada, Duren Sawit, Jakarta Timur itu, tak hanya diikuti anggota Bayonet. “Ada 50 peserta, kebanyakan dari komunitas atau klub lain,” kata bro Hamdani, ketua Bayonet, saat berbincang dengan saya, Sabtu (27/10/2012) siang. Dalam perbincangan seusai saya memberi materi seputar keselamatan jalan, dia bercerita banyak soal komunitasnya. Termasuk rencana mereka menularkan safety riding keperguruan tinggi. “Lagi dipersiapkan untuk ke Universitas Assafiiyah,” katanya.

Kehadiran saya pagi itu merupakan perpanjangan tangan Road Safety Association (RSA). Bagi RSA berbagi dengan kelompok pemotor adalah salah satu fondasi di akar rumput. Bagian dari upaya memberdayakan masyarakat. Meningkatkan kemampuan para pengguna jalan agar aman, nyaman, dan selamat di jalan. Untuk hal itu, RSA mengusung tiga hal kunci yakni ketaatan pada aturan, berkendara penuh etika, dan memiliki keterampilan mumpuni.

Selain seputar keselamatan jalan, kali ini kami juga menyelipkan isu pembatasan jarak tempuh sepeda motor. Materi merujuk pada Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan Peraturan Pemerintah (PP) No 32/2011 tentang Manajemen rekayasa lalu lintas. Dalam aturan itu terlihat bahwa pembatasan arus lalu lintas sepeda motor mencakup waku dan jalan. Artinya, bisa pada jalan tertentu dan waktu tertentu. Tentu harus ada prasyarat, seperti harus tersedianya jaringan dan angkutan umum yang memadai.

Selain RSA, dalam SRC Bayonet kali ini hadir juga pihak Dikyasa Polda Metro Jaya dan PSRT Pulsarian. Bayonet yang memiliki 150 anggota itu, merupakan bagian dari 27 Pra Pulsarian. Pra adalah sebutan semacam cabang atau wilayah dalam komunitas pengguna motor Bajaj Pulsar, Pulsarian. (edo rusyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *