Sabtu (31/10) malam, kawasan Jln. Dr. Saharjo, Tebet menjadi riuh dengan kedatangan beberapa klub yang tergabung dalam Asosiasi Honda Jakarta (AHJ). Ada apa ya? Ternyata mereka menghadiri kopi darat gabungan AHJ yang dalam kesempatan ini dihadiri oleh tim Road Safety Association (RSA) Indonesia.

Acara yang digelar di halaman parkir dealer Honda Tunas Dwipa Matra ini dimulai pukul 20.00wib, dengan pembukaan dari AHJ sebagai tuan rumah. Malam itu, tim RSA Indonesia yang hadir cukup banyak, selain Ivan Virnanda, Ketua Umum, hadir juga Sekjen Nursal dan Roky. Ada juga Dest dan Ahmad dari divisi Kegiatan. Tidak ketinggalan, Rio sebagai Badan Kehormatan dan Lucky, Badan Pengawas pun turut hadir.

Dalam syiar road safety kali ini, RSA Indonesia membahas fenomena ojek online dan catatan kritisnya dari aspek Safety Riding. Tema yang cukup menarik ini diminta panitia karena terdapat beberapa anggota AHJ yang juga menjadi driver ojek online.

“Ada lima pelanggaran aturan yang sering dilakukan driver-driver ojek online, melawan arus, tidak punya SIM, parkir sembarangan, masuk busway dan berponsel saat berkendara,”ujar Nursal.

“Teman-teman disini yang bekerja sebagai driver ojek online bisa menjadi katalisator ke rekan-rekan driver ojek online lainnya. Tularkan virus safety ke mereka. Budaya safety dan toleransi yang tumbuh di klub bisa ditularkan ke mereka,”sergah Nursal.

Dalam kesempatan lain, Ivan menyoroti pelatihan-pelatihan berkendara yang diadakan operator ojek online. “Itu bagus dan memang sudah seharusnya. Tapi pelatihan saja belum cukup karena dibutuhkan konsistensi dalam implementasi di lapangannya,”ujar Ivan.

“Tidak cukup melatih keterampilan berkendara saja. Yang penting bagaimana melatih mereka paham akan aturan dan mau mematuhi aturan, juga menumbukan kesadaran ke mereka bagaimana beretika saat berlalu lintas,”tambah Ivan.

Meruyaknya fenomena ojek online harus dibarengi dengan pemahaman aturan lalu lintas, etika dan perilaku berlalu lintas. Hal ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak. Terutama operator-operator atau penyedia jasa ojek online. Masyarakat sebagai pengguna jasa juga punya peran. Bagaimana? Bisa dengan mengingatkan langsung jika sang driver berkendara ugal-ugalan atau memberikan ‘feedback’ pada aplikasi ojek online.

Sejak 2007, RSA Indonesia sudah menawarkan sebuah solusi berkendara aman dan selamat yakni Segitiga RSA, Rules; bagaimana memahami aturan yang berlaku dan mau mematuhinya, Skill; memiliki keterampilan berkendara yang mencukupi, dan Attitude; berperilaku santun, mau berbagi ruas jalan, dan saling menghargai sesama pengguna jalan. Segitiga RSA mesti dilakukan secara komprehensif saat berkendara. Tidak bisa parsial. (lucky)

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *