<a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-aliansi-global-keselamatan-jalan-patut-berbuat/"><b>Siaran Pers: Aliansi Global Keselamatan Jalan Patut Berbuat</b></a> <a href="http://rsa.or.id/hadir-di-pertemuan-lsm-keselamatan-jalan-dunia-rsa-usung-indonesiaroadalert/"><b>Hadiri Pertemuan LSM Keselamatan Jalan Dunia, RSA Usung #IndonesiaRoadAlert</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-serukan-kikis-mentalitas-suap-ii/"><b>Siaran Pers RSA : RSA Serukan Kikis Mentalitas Suap</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-selamat-jalan-ustadz-jeffry/"><b>SIARAN PERS RSA Indonesia: Selamat Jalan Ustadz Jeffry</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-indonesia-dan-koalisi-pejalan-kaki-ajak-cegah-kecelakaan/"><b>Siaran Pers: RSA Indonesia dan Koalisi Pejalan Kaki Ajak Cegah Kecelakaan</b></a>
 

Bahas Road Safety di Mal

28 August, 2016 Berita Terkini, Jaringan
Bahas Road Safety di Mal

Mal adalah pusat perbelanjaan dimana pengunjung dapat berbelanja atau sekedar berjalan-jalan.
Namun apa yang terjadi di Lippo Mall Puri, salah satu mal elit di Jakarta Barat, beberapa pengunjung datang tidak untuk sekedar berbelanja namun mereka datang untuk membahas satu permasalahan besar yang luput perhatian negara, yakni masalah keselamatan di jalan.

Jelang Lebaran 2016, Kemenhub Gelar Mudik Gratis Bagi Pesepeda Motor

13 May, 2016 Berita Terkini
Jelang Lebaran 2016, Kemenhub Gelar Mudik Gratis Bagi Pesepeda Motor

Menjelang musim lebaran 2016 Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kembali menggelar Mudik Gratis bagi pesepeda motor. Hal ini sudah rutin dilakukan mengingat angka kecelakaan yang melibatkan pesepeda motor selama musim mudik dalam beberapa tahun terakhir mencatat angka yang cukup signifikan.

Berikut Siaran Pers dari Kemenhub RI yang kami terima melalui surat elektronik.

SIARAN PERS
Nomor: 112/SP/V/BKIP/2016

PENDAFTARAN MUDIK GRATIS DIBUKA 13 MEI 2016

JAKARTA  Pada masa Angkutan Lebaran 2016, Kementerian Perhubungan kembali menggelar mudik gratis untuk para pemudik sepeda motor dengan menggunakan bus. Pendaftaran secara online melalui portal mudikgratis.dephub.go.id dibuka pada 13 Mei 2016 sampai dengan 12 Juni 2016. Sedangkan pendaftaran offline mulai dibuka pada 16 Mei 2016 sampai dengan 12 Juni 2016.

Ada yang berbeda pada pendaftaran offline pada tahun ini. Apabila pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat langsung melakukan pendaftaran di Kantor Kementerian Perhubungan, pada tahun 2016 ini, Kementerian Perhubungan mendatangi masyarakat dengan membuka booth pendaftaran di beberapa titik keramaian di Kota Jakarta dan sekitarnya.

Pada masa Angkutan Lebaran 2016, Kementerian Perhubungan menyediakan kuota sebanyak 12.000 sepeda motor dan 24.000 penumpang dengan total anggaran Rp 20 milyar. Kuota tersebut dibagi untuk arus mudik sebanyak 8.400 sepeda motor dengan 16.800 penumpang dan untuk arus balik sebanyak 3.600 sepeda motor dengan 7.200 penumpang. Jumlah kuota sepeda motor tersebut mengalami kenaikan sebesar 275% dari tahun 2015 yaitu sebanyak 3.200 sepeda motor.

Program mudik gratis pengguna sepeda motor dengan bus tahun ini melayani 9 kota tujuan arus mudik yaitu Tegal, Kebumen, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Wonogiri, Wonosobo, Magelang, dan Semarang. Sedangkan untuk arus baliknya, terdapat 3 kota tujuan yaitu Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Untuk arus mudik, pemberangkatan sepeda motor pada 1 Juli 2016 di Kantor Bulog Divisi Regional I Kelapa Gading Jakarta Utara dan penumpangnya pada 2 Juli 2016 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sedangkan untuk arus balik, sepeda motor diberangkatkan dari kota tujuan pada 16 Juli 2016 dan penumpangnya pada 17 Juli 2016.

Persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah sepeda motor harus dalam keadaan orisinil dan laik jalan; STNK dan pajak kendaraan dalam keadaan hidup (dilunasi); dan membawa identitas diri (KTP, KK, STNK, dan SIM).

Untuk masyarakat yang melakukan pendaftaran online, jangka waktu verifikasi dokumen maksimum 3 hari, apabila pendaftar tidak melakukan verifikasi maka slot kuota akan dilepas dari booking online dan diharuskan mendaftar ulang. Lokasi verifikasi online yaitu di Kantor Dishub Tangerang, Kantor Dishub Tangerang Selatan, Kantor Dishub Depok, dan Kantor Dishub Kota Bekasi. Sedangkan untuk masyarakat yang melakukan pendaftaran secara offline diharapkan langsung membawa kelengkapan dokumen untuk mempermudah proses pendaftaran.

Selain dengan moda angkutan jalan, Kementerian Perhubungan juga telah membuka pendaftaran mudik gratis pengguna sepeda motor dengan menggunakan kereta api pada tanggal 8 Maret 2016 sampai dengan 6 Juni 2016. Pada tahun 2015 lalu, kuota subsidi angkutan mudik motor gratis menggunakan angkutan kereta api sebesar 9.900 motor, sedangkan pada tahun 2016 jumlah tersebut mengalami peningkatan menjadi 15.834 motor.

Penyelenggaraan mudik motor gratis dengan kereta api tahun ini menawarkan tiga lintasan tujuan yaitu, lintas utara dimana kereta api akan berhenti di Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Tegal, Stasiun Pekalongan, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Ngrombo, Stasiun Cepu, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Babat, dan berakhir di Stasiun Surabaya Pasarturi. Selanjutnya pada lintas selatan 1 dimana kereta api akan berhenti di Stasiun Purwokerto, Stasiun Kroya, Stasiun Gombong, Stasiun Kebumen dan mengakhiri perjalanan di Stasiun Kutoarjo. Sedangkan lintas terakhir yaitu lintas selatan 2 dimana kereta api akan berhenti di Stasiun Lempuyangan, Stasiun Klaten, Stasiun Solojebres, Stasiun Madiun, Stasiun Kertosono, dan Stasiun Kediri.

Kementerian Perhubungan menyelenggarakan mudik gratis pemudik sepeda motor 2016 untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan menekan angka kecelakaan di jalan selama masa penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2016 sehingga keselamatan dan kenyamanan mudik lebaran dapat terlaksana dengan baik.

Hal ini merupakan fokus kerja Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan untuk terus meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi, meningkatkan kapasitas, serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat. (RY/BU/SR/HP)

**********
Jakarta, 12 Mei 2016
KEPALA BIRO
KOMUNIKASI DAN INFORMASI PUBLIK
  
TTD
HEMI PAMURAHARDJO
Pembina Tk. I (IV/b)
NIP. 19660508 199003 1 001
Nomor Kontak Informasi Lebih Lanjut:
Nama Kontak : Hemi Pamurahardjo
Telp. Kontak : 081282808976

Dan informasi berikutnya adalah lokasi-lokasi pendaftaran secara offline Mudik Gratis Kemenhub.

LAMPIRAN SIARAN PERS
Nomor: 112/SP/V/BKIP/2016

Lokasi pendaftaran secara offline di beberapa titik di Jakarta yaitu sebagai berikut:

DKI JAKARTA
16  21 Mei 2016 : Pasar Kebayoran Lama
22 Mei 2016 : Blom M Square
23  28 Mei 2016 : Kantor Kec. Tanah Abang dan Kec. Kemayoran
29 Mei 2016 : Blok M Square
30 Mei  4 Juni 2016 : Kawasan KBN
5 Juni 2016 : Blok M Square
6  11 Juni 2016 : Terminal Grogol
12 Juni 2016 : Blok M. Square

KOTA DEPOK
16  21 Mei 2016 : Pasar Agung
22 Mei 2016 : CFD Universitas Indonesia
23  28 Mei 2016 : Kantor Kec. Beji dan Kec. Sukmajaya
29 Mei 2016 : CFD Universitas Indonesia
30 Mei  4 Juni 2016 : Kawasan Industri Cimanggis
5 Juni 2016 : CFD Universitas Indonesia
6  11 Juni 2016 : Terminal Depok
12 Juni 2016 : CFD Universitas Indonesia

KOTA TANGERANG
16  22 Mei 2016 : Pasar Malabar
23  29 Mei 2016 : Kantor Kec. Ciledug dan Kec. Batuceper
30 Mei  5 Juni 2016 : Kawasan Industri Kosambi
6  11 Juni 2016 : Terminal Kalideres

KOTA TANGERANG SELATAN
16  22 Mei 2016 : Pasar Serpong
23  29 Mei 2016 : Kantor Kec. Pamulang dan Kec. Pondok Aren
30 Mei  6 Juni 2016 : Kawasan Pergudangan Taman Tekno
6  12 Juni 2016 : Stasiun Sudamara

PUSAT KERAMAIAN
22 Mei 2016 : Kebun Binatang Ragunan
29 Mei 2016 : Kebun Binatang Ragunan
5 Juni 2016 : Kebun Binatang Ragunan
12 Juni 2016 : Kebun Binatang Ragunan

KOTA BEKASI
16  22 Mei 2016 : Pasar Kranji
23  29 Mei 2016 : Kantor Kec. Pondok Gede dan Kec. Bekasi Timur
30 Mei  6 Juni 2016 : Kawasan Pulogadung
6  12 Juni 2016 : Terminal Bekasi

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Di Wilayah Polda Metro Jaya Naik 5 Persen

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Di Wilayah Polda Metro Jaya Naik 5 Persen

Jakarta – Jajaran Direktorat Lalu LintasPolda Metro Jaya mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami kenaikan selama periode April 2016.

Sebanyak 538 kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang April 2016.
Angka tersebut naik lima persen dibandingkan Maret 2016 dengan angka 511 kecelakaan lalu lintas.

Tetapi angka korban jiwa bisa ditekan meskipun angka kecelakaan tinggi.

Selama periode Maret sampai April 2016 terjadi penurunan angka korban meninggal dunia sebesar 12 persen atau tujuh orang dari jumlah 57 orang menjadi 50 orang.

“Dari aspek kuantitatif terjadi trend peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas periode April dibandingkan Maret 2016,” tutur Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, Minggu (8/5/2016).

Kendaraan sepeda motor menempati peringkat pertama jumlah paling banyak mengalami kecelakaan.

Pada periode April 2016 ini, kecelakaan melibatkan sepeda motor terjadi sebanyak 514 kali sementara Maret 2016 sebanyak 459 kecelakaan atau mengalami kenaikan 12 persen.

Sementara itu, kendaraan roda empat jenis sedan berada di urutan kedua.

Pada periode April 2016 ini, kecelakaan melibatkan roda empat terjadi sebanyak 26 kali sementara Maret 2016 sebanyak 18 kali atau mengalami kenaikan 44 persen.

Sedangkan di urutan ketiga ada kendaraan truk tronton.
Pada periode April 2016 ini, kecelakaan melibatkan truk tronton terjadi sebanyak 30 kali sedangkan pada Maret 2016 sebanyak 11 kali atau mengalami kenaikan 173 persen.

Selama periode April 2016 ini, Polda Metro Jaya menyita STNK kendaraan bermotor sebanyak 801 atau naik sebesar tujuh persen dibandingkan Maret 2016 sebanyak 746.

Sementara penyitaan SIM sebanyak 233 atau naik sembilan persen dibandingkan Maret 2016 sebanyak 213.

Sumber: poldametrojayadotinfo

Utusan Khusus PBB, Jean Todt Bertemu RSA Indonesia

Utusan Khusus PBB, Jean Todt Bertemu RSA Indonesia

Utusan khusus Perserikatan Bangsa Bangsa, Jean Todt dalam kapasitasnya sebagai ‘United Nations Special Envoy for Road Safety’ datang berkunjung ke Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Jean Todt menyempatkan bertemu Road Safety Association (RSA) Indonesia dan menyampaikan program road safety, mengingat Indonesia mempunyai angka kecelakaan yang cukup tinggi.

Pada kesempatan tersebut, RSA Indonesia menyampaikan program road safety yang sudah, sedang dan akan dilakukan RSA untuk kepentingan road safety di Indonesia. Sejak 2007, RSA Indonesia bergerak ke seluruh sel-sel masyarakat melakukan sosialisasi dan edukasi pentingnya keselamatan di jalan raya. Di lini advokasi, RSA Indonesia berperan aktif menjadi kelompok penekan yang mengkritisi setiap kebijakan para pemangku kebijakan (stake holder) keselamatan jalan di Indonesia.

Aspek penegakan hukum dan peran Pemerintah yang dinilai masih kurang menjadi sorotan lainnya pada diskusi yang berlangsung Rabu (17/02) di Kedutaan Besar Perancis. Termasuk fasilitas jalan yang belum mendukung sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Keprihatinan terhadap masih tingginya angka kecelakaan di Indonesia terungkap dalam diskusi selanjutnya.
“Data Kepolisian Indonesia pada 2015 menunjukkan angka kecelakaan turun selama 5 tahun terakhir, namun masih terhitung tinggi untuk ukuran dunia,”ujar Jean Todt yang juga menjabat sebagai Presiden Federation Internationale de l’Automobile (FIA).

“Kecelakaan di jalan raya merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya di dunia dan pembunuh nomor satu untuk masyarakat usia produktif,”tambahnya lagi.

Pada diskusi penutup, Jean Todt, pria berusia 69 tahun yang pernah memimpin tim balap F1 Ferrari Scuderia menyampaikan apresiasi dan harapan kepada RSA Indonesia untuk terus konsisten melakukan program road safety.

“Saya menghargai apa yang sudah dilakukan RSA Indonesia dan berharap kalian dapat terus konsisten sama seperti yang dilakukan NGO lainnya di seluruh dunia,” tutup Jean Todt. (*)

Siaran Pers: RSA Indonesia dan Koalisi Pejalan Kaki Ajak Cegah Kecelakaan

Siaran Pers: RSA Indonesia dan Koalisi Pejalan Kaki Ajak Cegah Kecelakaan

Jakarta, 24 November 2015 – Kecelakaan lalu lintas jalan masih menjadi catatan hitam Indonesia. Sepanjang 2015 setidaknya setiap hari 70-an jiwa melayang sia-sia di jalan raya. Korban yang bergelimpangan tersebut buah getir dari 250-an kasus kecelakaan yang terjadi setiap hari di seantero Nusantara.

Kondisi di dunia tidak jauh berbeda. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan Global Road Safety 2015 menyatakan bahwa 1,25 juta jiwa tewas akibat kecelakaan setiap tahun. Tiga kelompok yang rentan kecelakaan adalah sebanyak 23% pesepeda motor, pejalan kaki (22%), dan pesepeda kayuh (6%) atau sekitar 49% dari total korban kecelakaan dunia. WHO telah menginisiasi  program pengurangan kematian dan korban luka akibat lalu lintas jalan sebesar 50% pada 2020. Salah satu upaya masyarakat global adalah lewat Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020.

Melihat kondisi tersebut Road Safety Association (RSA) Indonesia dan Koalisi Pejalan Kaki (KPK) meminta Negara lebih serius menangani masalah kecelakaan. Di sisi lain, kedua kelompok masyarakat itu mengajak publik untuk lebih sadar untuk berlalu lintas jalan yang aman dan selamat.

“Perhatian pemerintah terhadap keselamatan jalan kami rasakan masih timpang dibandingkan dengan kasus lain seperti penyalahgunaan narkoba dan terorisme. Untuk dua kasus tersebut, pemerintah sangat sigap bahkan membentuk badan nasional yang khusus menangani kasus tersebut, mengapa dengan keselamatan jalan tidak dilakukan hal yang sama?,” tutur Ivan Virnanda, ketua Umum RSA Indonesia, di Jakarta, Selasa (24/11).

RSA Indonesia dan KPK meminta Kepolisian RI menegakkan hukum dengan lebih tegas, konsisten, transparan, kredibel, dan tidak pandang bulu. Lalu, pemerintah menyediakan sarana transportasi umum yang aman, nyaman, selamat, terjangkau secara akses dan finansial. Sementara masyarakat diminta untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku, memiliki keterampilan berkendara yang mencukupi dan sudi berbagi ruas jalan dan menghargai sesama pengguna jalan.

Sementara itu, terkait dengan Hari Perenungan Korban Kecelakaan Dunia (World Day of Remembrance for Road Traffic Victims) RSA Indonesia dan KPK menggelar aksi bersama pada ajang Car Free Day, di Jakarta, Minggu (22/11). Dalam ajang bersama itu diserukan agar pengguna jalan lebih waspada saat berlalu lintas jalan dan membuka mata negara untuk lebih serius.

Di sisi lain, kata Ivan, pelaku kecelakaan lalu lintas adalah penjahat jalanan. Kecelakaan lalu lintas merupakan tindak kriminal apalagi jika menyebabkan hilangnya nyawa. “Sanksi penjara dan administratif telah menunggu sang pelaku,” katanya.

Ajang World Day of Remembrance for Road (WDOR) diinisiasi European Federation of Road Traffic Victims (FEVR) pada tahun 1995. Hal itu lantas bergulir menjadi program internasional yang diperingati setiap tahunnya setelah diadopsi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa pada 26 Oktober 2015. RSA Indonesia sebagai jaringan aliansi LSM Keselamatan Jalan Dunia merasa patut menyuarakannya di Indonesia. Tema WDOR tahun ini yang diperingati pada 15 November 2015 adalah “It’s time to Remember – Say No to Road Crime.’ (*)

Kontak:
RSA Indonesia: Ivan Virnanda: 0811 941 355
Koalisi Pejalan Kaki: Alfred: 0852 8023 0523

Perenungan Korban Kecelakaan Lalu lintas Dunia di Car Free Day

Perenungan Korban Kecelakaan Lalu lintas Dunia di Car Free Day

World Day of Remembrance for Road Traffic Victims adalah sebuah acara untuk mengenang para korban kecelakaan lalu lintas jalan, yang berawal dari inisiasi rekan-rekan dari European Federation of Road Traffic Victims (FEVR) pada tahun 1995 bergulir menjadi program internasional yang di peringati setiap tahunnya.

Road Safety Association (RSA) Indonesia yang juga menjadi anggota aliansi LSM Keselamatan Jalan Dunia, Minggu (22/11) kembali mengadakan perenungan bersama di area Car Free Day Jakarta bersama Koalisi Pejalan Kaki yang dipunggawai Alfred, pegiat pejalan kaki yang juga inisiator Car Free Day di Indonesia.

Acara diawali dengan mengheningkan cipta sebagai perenungan terhadap para korban kecelakaan lalu lintas jalan di dunia yang dipimpin Alfred.

“Aksi hari ini untuk menggugah kesadaran kita akan pentingnya keselamatan di jalan, aman dan selamat itu penting,”ujar Ivan, Ketua Umum RSA Indonesia membuka acara.

“Korban jiwa berjatuhan tiap hari di jalanan negeri ini, para pelaku kecelakaan bisa saja menjadi pelaku kriminal jalan raya apalagi hingga mengakibatkan hilangnya nyawa. Say no to road crime!”, sergah Nursal, Sekjen RSA Indonesia.

Dalam kesempatan lain, Dessy, seorang peserta None dari Kepulauan Seribu yang berbagi panggung dengan RSA Indonesia mengatakan,”bagi saya keselamatan di jalan itu penting. Karena kita pergi seringkali meninggalkan keluarga di rumah. Pastinya keluarga di rumah akan menunggu kita pulang dengan selamat.”

“Kecelakaan bisa dihindari. Jangan bilang kecelakaan itu takdir! Karena kita bisa mencegahnya. Selalu tertib aturan, patuhi himbauan petugas, dan saling menghargai sesama pengguna jalan,”sergah Agus dari komunitas HOC.

Selama 2011-2015 sebanyak 800.000 orang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan, mulai dari korban luka ringan, luka berat hingga meninggal dunia. Angka 73 jiwa tewas setiap hari lantaran kecelakaan lalu lintas jalan sudah sepatutnya menjadi perhatian pemerintah secara khusus.

“Jika pemerintah sangat responsif terhadap kasus terorisme dan narkoba, bahkan dibentuk badan-badan khusus yang menangani dua kasus tersebut, mengapa tidak dilakukan hal yang sama buat keselamatan jalan?,” tanya Nursal.

“Aksi hari ini tidak cukup menyadarkan masyarakat saja. Kami juga meminta pemerintah untuk menyediakan sarana transportasi umum yang memadai. Juga penegakan hukum lalu lintas jalan yang lebih tegas, konsisten, transparan, kredibel dan tidak pandang bulu,”ujar Ivan.

“Tidak lupa meminta adanya sinergitas yang lebih solid antar pemangku kebijakan keselamatan jalan di negeri ini,”katanya lagi.

Aksi yang diadakan di kawasan Car Free Day tepatnya di mulut jalan Teluk Betung, MH. Thamrin ini cukup menarik perhatian masyarakat. Beragam kalangan turut menyimak, mulai dari yang sedang berolahraga, anggota komunitas otomotif, pesepeda kayuh, hingga kalangan akademisi. Aksi “long march” pun sempat dilaksanakan atas permintaan masyarakat yang hadir. Long march yang membentangkan spanduk bertuliskan “World Day of Remembrance for Road Traffic Victims, It’s Time to Remember – Say No to Road Crime” ini mengambil rute mulai dari lokasi acara menuju bundaran HI dan kembali lagi ke lokasi acara.

Sebelumnya, aksi serupa untuk mengenang para korban kecelakaan lalu lintas dunia sudah dilaksanakan RSA Indonesia pada Sabtu (14/11) bersama komunitas MTRI di kawasan Cibogo, Puncak, Jawa Barat. (luckysubiakto)

PRESS RELEASE: Launch of Alliance Empowerment Program

17 November, 2015 Siaran Pers RSA
PRESS RELEASE: Launch of Alliance Empowerment Program

17 NOVEMBER 2015, BRASILIA — On Tuesday the Global Alliance of NGOs for Road Safety announced the launch of the “Alliance Empowerment Program,” a capacity building program sponsored by FedEx. It aims to improve the ability of non-governmental organizations (NGOs) working in road safety around the world to design and implement initiatives that significantly reduce the risk of injury and fatality on the world’s roads.

The announcement was made at an NGO rally held during the 2nd Global High-Level Conference on Road Safety in Brasilia, Brazil. More than 200 representatives were present at the rally, including representatives from NGOs working around the world, ministers, and road safety advocates from the corporate, philanthropic, and multilateral sectors.

The Alliance Empowerment Program will be administered by the Global Alliance of NGOs for Road Safety, a coalition organization representing more than 140 NGOs operating in road safety in over 70 countries. The program aims to serve all Alliance-member NGOs and will feature face-to-face training workshops conducted in key regions of the world, webinars, online tool-kits, and mentorship services for NGOs. Training content will focus on relevant road safety topics and will provide technical training relating to project management, implementation, and advocacy.

“NGOs have significant potential to reduce traffic-related injuries and fatalities and advocate for road safety by implementing community initiatives. We want to make sure that they have the necessary skills to meet challenges and are able to respond to the needs they see in their communities.” said Lotte Brondum, Administrative Director of the Global Alliance of NGOs for Road Safety. “The Alliance Empowerment Program will provide this training to road safety NGOs around the world so that more lives can be saved and we can reach the targets included in the new Sustainable Development Goals.”

Approximately 1.25 million people die on the world’s roads each year, according to the World Health Organization’s newly published Global Status Report on Road Safety 2015. Traffic crashes are the number one killer of young people aged 15-29, and the eighth leading cause of death among all people worldwide. As a result, road safety is increasingly recognized as a major global health issue. Road safety targets were officially included in the post-2015 Sustainable Development Goals adopted at a UN summit held in September.

“The risk of dying on the roads is very real, and families all over world feel the devastating effects of traffic crashes,” stated Tabatha Stephens, Manager, FedEx Global Citizenship. “Thankfully, traffic crashes and their consequences can be significantly reduced through well-designed preventative measures. FedEx recognizes that NGOs play a critical role in promoting and implementing these measures in their communities and we want to support them in reaching their full potential to save lives.”

Currently, the Global Alliance of NGOs for Road Safety is conducting a needs assessment among member NGOs to gather information on area-specific weaknesses, to inform the exact content of the training program. Once implemented, the program will be systematically monitored and evaluated to determine its effectiveness in improving member NGO’s capacity to develop road safety initiatives that produce significant, measurable results.

For more information, please follow the Alliance website and see our program backgrounder.

For media inquiries, contact:

Bailey Marshall
Networks Manager
Global Alliance of NGOs for Road Safety
bailey@roadsafetyngos.org

Hari Korban Kecelakaan Sedunia, RSA dan MTRI Ajak Masyarakat Jangan Menjadi Penjahat Jalanan

17 November, 2015 Berita Terkini, Kegiatan
Hari Korban Kecelakaan Sedunia, RSA dan MTRI Ajak Masyarakat Jangan Menjadi Penjahat Jalanan

Sabtu (14/11) kawasan Cibogo, Bogor, Jawa Barat bergemuruh dengan hiruk pikuk suara bikers dan tentunya suara sepeda motor ciri khas bertorsi besar dan Gedung Unit Pendidikan dan Pelatihan Perusahaan Listrik Negara atau Udiklat PLN Cibogo menjadi tempat berkumpulnya para bikers dari Master of Torque Riders Indonesia (MTRI).

Berkumpulnya para bikers MTRI ini dalam rangka menghadiri seminar “Sharing Session Road Safety Awareness” yang diadakan oleh pengurus MTRI dengan menggandeng Road Safety Association (RSA) Indonesia. Kali ini dari RSA Indonesia hadir, Ivan Virnanda, Ketua Umum, Nursal, Sekjen, Ahmad Haryanto, Kepala Divisi Kegiatan dan Lucky, Badan Pengawas.

“RSA hadir bukan sebagai pihak yang paling tahu tentang Road Safety tapi mungkin kami lebih dulu tahu, makanya kami namakan sharing session,” buka Ivan, Ketua Umum RSA Indonesia dalam sambutan pembukaan acara.

“Sebanyak 250-an kasus kecelakaan terjadi tiap hari di negeri ini, apakah kita akan berpangku tangan?,” lanjut Ivan.

Sharing dan diskusi tentang keselamatan jalan berjalan interaktif apalagi saat diputarnya video kecelakaan lalu lintas.

“Video-video ini kami putar bukan untuk tontonan, tapi sebagai tuntunan agar lahir awareness terhadap pentingnya keselamatan,” ujar Nursal, Sekjen RSA dalam sesi berikutnya.

“70-an jiwa tewas tiap hari akibat kecelakaan lalu lintas di negeri ini. Saatnya kita bertindak!,” ujar Nursal lagi.

Diskusi mengalir terus, dari pembahasan bagaimana membentuk kesadaran akan keselamatan, etika berkendara, aturan-aturan tentang lalu lintas hingga bagaimana berkendara yang aman dan selamat.

“Defensive Riding, sering kita dengar istilah ini, tapi tak banyak yang paham akan maknanya. Disinilah kita uraikan,” sergah Nursal.

“Tiap hari, 260-an sepeda motor terlibat kecelakaan, kita bisa saja menjadi salah satunya. Terapkan segitiga RSA, Rules, Skill dan Attitude kapanpun dan dimanapun,” ujar Nursal.

Sebagai penutup disampaikan tahap-tahap pemeriksaan kondisi sepeda motor sebelum digunakan. “Hal sepele yang sering dilupakan pengendara. Ingat, bro, masalah yang besar biasanya diawali dari hal sepele,” tandas Ivan.

Oh ya, di awal acara ini tidak lupa dilakukan mengheningkan cipta dalam rangka Hari Perenungan bagi Korban Kecelakaan Lalu lintas se-Dunia atau World Day of Remembrance for Road Traffic Victims.

Adapun tema World Day Remembrance tahun ini adalah “Say No to Road Crime”. Tema ini bukan tanpa alasan, pelaku kecelakaan lalu lintas bisa termasuk pelaku tindakan kriminal apalagi jika dalam kasus kecelakaannya berakibat hilangnya nyawa seseorang.

Pada sesi akhir acara, keseluruhan yang hadir meneriakkan yel-yel, “Road Crime, No! Road Safety, Yes!” dengan mengepalkan tangan sambil membentangkan spanduk World Day of Remembrance for Road Traffic Victims. (lucky)

▶ Show quoted text

Hadiri Pertemuan LSM Keselamatan Jalan Dunia, RSA Usung #IndonesiaRoadAlert

Hadiri Pertemuan LSM Keselamatan Jalan Dunia, RSA Usung #IndonesiaRoadAlert

Indonesia kembali hadir dalam pertemuan antar LSM Keselamatan Jalan Sedunia yang diadakan di Brasilia, Brazil (18-19/11) setelah beberapa pertemuan yang digagas oleh Global Alliance of NGOs for Road Safety yang terbentuk setelah pertemuan di Washington DC 2011 silam.

Indonesia tengah berduka dengan hilangnya nyawa setiap hari, tercatat 76.000 kasus kecelakaan sepanjang Januari-Juni 2015. “73 jiwa tewas setiap hari akibat kecelakaan di Indonesia,” jelas Ivan Virnanda, Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Indonesia

Sementara Sekjen, Nursal, mengatakan, “Kami cemburu dengan kasus Terorisme, kami cemburu dengan kasus penyalahgunaan narkoba mendapat perhatian sangat besar oleh negara”.
“Apakah jumlah kematian yang disebabkan Terorisme dan Narkoba mencapai angka lebih dari 73 nyawa setiap hari?”, sergah Lucky Subiakto, selaku Badan Pengawas.

Dengan hashtag #IndonesiaRoadAlert kelanjutan dari #IndonesiaDaruratJalanRaya, RSA Indonesia akan menyuarakan dan mencari solusi terbaik dalam ajang internasional ini, bahkan RSA juga menjadi inisiator dalam wadah komunikasi antar anggota aliansi seluruh dunia ini.

Dalam pertemuan kali ini yang bertajuk 2nd Global High Level Conference on Road Safety, konferensi ini akan mengumpulkan sekitar 1500 delegasi, diantaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan dari berbagai negara, juga ada delegasi senior dari PBB, juga organisasi kemasyarakatan dan sektor swasta. Maka bisa diharapkan, amplifikasi setelah pertemuan ini membuat salah satu solusi ke depannya.

Rio Octaviano, sebagai Badan Kehormatan Road Safety Association akan hadir setelah beberapa pertemuan sebelumnya beliau menjadi perwakilan dalam pertemuan-pertemuan antar LSM Keselamatan Jalan seluruh dunia, juga tidak luput dukungan penuh dari Adira Insurance melalui program mereka Get Home Safely yang membuat perjalanan mulia ini menjadi terwujud. “Indonesia akan terus bergerak sesuai kapasitasnya masing-masing,” tutup Rio.

Bahas Ojek Online Bareng AHJ

Bahas Ojek Online Bareng AHJ

Sabtu (31/10) malam, kawasan Jln. Dr. Saharjo, Tebet menjadi riuh dengan kedatangan beberapa klub yang tergabung dalam Asosiasi Honda Jakarta (AHJ). Ada apa ya? Ternyata mereka menghadiri kopi darat gabungan AHJ yang dalam kesempatan ini dihadiri oleh tim Road Safety Association (RSA) Indonesia.

Acara yang digelar di halaman parkir dealer Honda Tunas Dwipa Matra ini dimulai pukul 20.00wib, dengan pembukaan dari AHJ sebagai tuan rumah. Malam itu, tim RSA Indonesia yang hadir cukup banyak, selain Ivan Virnanda, Ketua Umum, hadir juga Sekjen Nursal dan Roky. Ada juga Dest dan Ahmad dari divisi Kegiatan. Tidak ketinggalan, Rio sebagai Badan Kehormatan dan Lucky, Badan Pengawas pun turut hadir.

Dalam syiar road safety kali ini, RSA Indonesia membahas fenomena ojek online dan catatan kritisnya dari aspek Safety Riding. Tema yang cukup menarik ini diminta panitia karena terdapat beberapa anggota AHJ yang juga menjadi driver ojek online.

“Ada lima pelanggaran aturan yang sering dilakukan driver-driver ojek online, melawan arus, tidak punya SIM, parkir sembarangan, masuk busway dan berponsel saat berkendara,”ujar Nursal.

“Teman-teman disini yang bekerja sebagai driver ojek online bisa menjadi katalisator ke rekan-rekan driver ojek online lainnya. Tularkan virus safety ke mereka. Budaya safety dan toleransi yang tumbuh di klub bisa ditularkan ke mereka,”sergah Nursal.

Dalam kesempatan lain, Ivan menyoroti pelatihan-pelatihan berkendara yang diadakan operator ojek online. “Itu bagus dan memang sudah seharusnya. Tapi pelatihan saja belum cukup karena dibutuhkan konsistensi dalam implementasi di lapangannya,”ujar Ivan.

“Tidak cukup melatih keterampilan berkendara saja. Yang penting bagaimana melatih mereka paham akan aturan dan mau mematuhi aturan, juga menumbukan kesadaran ke mereka bagaimana beretika saat berlalu lintas,”tambah Ivan.

Meruyaknya fenomena ojek online harus dibarengi dengan pemahaman aturan lalu lintas, etika dan perilaku berlalu lintas. Hal ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak. Terutama operator-operator atau penyedia jasa ojek online. Masyarakat sebagai pengguna jasa juga punya peran. Bagaimana? Bisa dengan mengingatkan langsung jika sang driver berkendara ugal-ugalan atau memberikan ‘feedback’ pada aplikasi ojek online.

Sejak 2007, RSA Indonesia sudah menawarkan sebuah solusi berkendara aman dan selamat yakni Segitiga RSA, Rules; bagaimana memahami aturan yang berlaku dan mau mematuhinya, Skill; memiliki keterampilan berkendara yang mencukupi, dan Attitude; berperilaku santun, mau berbagi ruas jalan, dan saling menghargai sesama pengguna jalan. Segitiga RSA mesti dilakukan secara komprehensif saat berkendara. Tidak bisa parsial. (lucky)