<a href="http://rsa.or.id/rsa-ganti-pengurus/"><b>RSA Ganti Pengurus</b></a> <a href="http://rsa.or.id/saat-erci-depok-dan-rsa-bahas-pentingnya-aturan-di-jalan/"><b>Saat Erci Depok dan RSA Bahas Pentingnya Aturan di Jalan</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-akkhir-tahun-rsa-buang-ego-sektoral-perkuat-sinergi-stake-holder/"><b>SIARAN PERS AKHIR TAHUN RSA: Buang Ego Sektoral, Perkuat Sinergi Stake Holder</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-road-safety-association-rsa-indonesia-hasil-survey-2014-rsa-indonesia-tentang-keselamatan-di-jalan/"><b>SIARAN PERS Road Safety Association (RSA) Indonesia: Hasil Survey Tentang Keselamatan di Jalan</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-tegakkan-keadilan-di-jalan-raya/"><b>SIARAN PERS: Tegakkan Keadilan di Jalan Raya</b></a>
 

Angka Kecelakaan Tinggi, Queenrides Dan RSA Ajak Perempuan Aman Berkendara

24 February, 2017 Berita Terkini, Kegiatan
Angka Kecelakaan Tinggi, Queenrides Dan RSA Ajak Perempuan Aman Berkendara

Data Korlantas Polri menyebutkan tidak kurang dari 50% kecelakaan lalu lintas dipicu oleh unsur lengah saat berkendara. Angka 50% tersebut dari total kecelakaan lalu lintas akibat faktor manusia.

Lengah atau tidak konsentrasi saat berkendara menjadi sorotan dalam seminar keselamatan jalan yang diadakan komunitas Queenrides dan Road Safety Association (RSA) Indonesia pada acara ‪”Ngopi Cantik Queenrides‬ yang bertempat di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jln. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa pagi (7/2).

“Distracted driving terjadi karena konsentrasi pengendara terpecah akibat melakukan aktivitas lain selain berkendara,” ujar Rio Octaviano, Badan Kehormatan RSA Indonesia, yang pagi itu menjadi pembicara.

Dia mengatakan, konsentrasi saat berkendara adalah hal penting saat berkendara. Bahkan negara mengatur hal tersebut dengan Undang-Undang No.22 Tahun 2009 pasal 106 ayat 1 yang menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

“Tidak tanggung-tanggung, bagi yang kedapatan berkendara tidak konsentrasi, sanksi tiga bulan penjara atau denda sebesar Rp. 750.000,” ucapnya.

Banyak aktifitas yang sering dilakukan perempuan yang berpotensi mengganggu konsentrasi saat mengemudi kendaraan. Diantaranya berponsel dan berdandan.

“Segala hal diluar aktivitas berkendara berpotensi memecah konsentrasi termasuk berdandan saat berkendara. Juga berponsel, makan dan minum saat berkendara, termasuk meletakkan asesoris di dashboard,” ujar Rio.

Queenrides adalah komunitas perempuan yang peduli terhadap keselamatan berkendara. Kegiatan mereka bergerak di keselamatan jalan karena menilai perempuan masih dipandang sebelah mata saat mereka berada di jalan raya. Sedangkan RSA Indonesia adalah lembaga swadaya masyarakat yang sejak tahun 2005 telah mengampanyekan pentingnya berkendara aman dan selamat kepada masyakarat pengguna jalan. Mereka berbuat di saat Negara lalai memperhatikan keselamatan warganya di jalan raya. (ls)

Bincang Road Safety di “Mother and Baby Fair”

29 September, 2016 Berita Terkini, Jaringan
Bincang Road Safety di “Mother and Baby Fair”

Kamis (29/09), Road Safety Association (RSA) Indonesia berkolaborasi dengan Queenrides, sebuah komunitas perempuan yang mengampanyekan “Woman Ride Safe” berkesempatan berbagi wawasan road safety yang mengambil tema “Distracted Driving: How To Drive With Kids”.

Acara yang digelar di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta Selatan tersebut diadakan oleh komunitas Mother and Baby Indonesia. Dari RSA diwakili Rio Octaviano, Badan Kehormatan RSA dan dari Queenrides hadir Iim Fahima, Founder Queenrides.

Pentingnya Konsentrasi Saat Berkendara

Pentingnya Konsentrasi Saat Berkendara

Data Korlantas Polri menyebutkan tidak kurang dari 50% kecelakaan lalu lintas dipicu oleh unsur lengah saat berkendara. Angka 50% tersebut dari total kecelakaan lalu lintas akibat faktor manusia. .

Lengah, tidak konsentrasi saat berkendara menjadi sorotan dalam sesi berbagi keselamatan jalan oleh Road Safety Association (RSA) Indonesia pada acara ‪#‎ngopicantikqueenrides‬ yang digelar @queen_rides pada Sabtu (30/07) di Gedung Asuransi Astra, Jakarta Selatan.
.
“Distracted driving terjadi karena konsentrasi pengendara terpecah akibat melakukan aktivitas lain selain berkendara,”ujar Ivan Virnanda, Ketua Umum RSA Indonesia, yang siang itu menjadi pemateri.
.
Konsentrasi penuh saat berkendara adalah hal penting saat berkendara. Saking pentingnya bahkan Negara mengatur hal ini pada Undang-Undang No.22 Tahun 2009 pasal 106 ayat 1,”Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh KONSENTRASI”.
.
Tidak tanggung-tanggung, bagi yang kedapatan berkendara tidak konsentrasi, sanksi tiga bulan penjara menanti atau denda Rp. 750.000,-.
.
“Segala hal diluar aktivitas berkendara berpotensi memecah konsentrasi kita termasuk berdandan saat berkendara,”sergah Ivan.
“Berponsel, makan dan minum saat berkendara, termasuk meletakkan asesoris di dashboard berpotensi mengurangi konsentrasi kita,”katanya lagi. (ljs)

Sambangi @DPP_FPI, @RSAIndonesia Ajak Selamat di Jalan

Sambangi @DPP_FPI, @RSAIndonesia Ajak Selamat di Jalan

Rabu (13/07), perwakilan Road Safety Association (RSA) Indonesia tiba di sekretariat DPP Front Pembela Islam (FPI), sebuah ormas keagamaan yang kontroversial di mata masyarakat umum, segala pro-kontra menghiasi perjalanan mereka. Lalu, apa maksud RSA Indonesia datang ke sana?

Berbagi Road Safety bersama Queenrides

Berbagi Road Safety bersama Queenrides

Berbagi wawasan seputar keselamatan berkendara selama mudik lebaran di Castrol Office, Jln. TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Queenrides, sebuah komunitas perempuan pengendara yang memiliki semboyan “Safety, Style and Beauty” menggandeng RSA Indonesia pada acara tersebut, Rabu (29/06).

“Berkendara jarak jauh butuh persiapan ekstra dan manajemen keselamatan yang matang,”ujar Rio Octaviano yang sore itu hadir.

“Konsentrasi hal yang mutlak. Tinggalkan gadget saat berkendara. Jika ingin aman dan selamat,”tambah Rio.

“Pahami batas fisik diri sendiri. Jangan memaksa tetap berkendara saat mengantuk,” katanya lagi.

Pada kesempatan lain, Citra Ayu, instruktur Defensive Driving di Rifat Drive Labs yang juga anggota Divisi Kegiatan RSA Indonesia menyampaikan beberapa tehnik yang baik dan benar saat berkendara.

Acara yang bertajuk Buka Puasa Bersama (Bukber) Cantik ‘Office to Office’ ini digelar Queenrides dari satu kantor ke kantor lainnya yang telah melakukan pendaftaran sebelumnya. “Hal ini kami lakukan agar perempuan pengendara dapat lebih ‘aware’ akan keselamatan diri dan orang lain saat di jalan raya,” ujar mbak Iim Fahima, founder Queenrides. (admin)

Bagaimana Mudik Aman dan Selamat? Simak Tips Ini

Bagaimana Mudik Aman dan Selamat? Simak Tips Ini

Mudik, sebuah ‘ritual’ yang dilakukan oleh umat Muslim menjelang hari raya Idul Fitri. Mudik sejatinya adalah perjalanan silaturahim dengan sanak keluarga di kampung halaman. Namun arus mudik dan balik lebaran menyumbang catatan kelam terhadap angka kecelakaan lalu lintas jalan.

Fakta data memperlihatkan pada 2015, tercatat sekitar 40-an jiwa tewas tiap hari selama arus mudik dan balik lebaran

Berangkat dari keprihatinan atas angka kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran maka Road Safety (RSA) Association akan memberikan beberapa tips mudik aman dan selamat

2. Siapkan Mental; Mudik aman, nyaman dan selamat

  • Selalu berdoa sebelum berkendara
  • Pahami batas fisik, kondisi fisik pengaruhi emosi
  • Buang emosi, tidak ada gunanya
  • Atur jadwal keberangkatan dengan matang agar tidak tergesa-gesa
  • Jangan membawa penumpang dan barang dengan berlebihan
  • Beri kesempatan kendaraan lain yang telah menyalakan lampu sign
  • Waspadai titik-titik kepadatan lalu lintas seperti pasar tumpah dan jalan rusak

Tips Selama Perjalanan Mudik

3. Fokus, Jangan lengah; berperilaku santun dan menghargai sesama

  • Jika mengantuk, beristirahatlah, cari tempat yang aman (rest area, posko mudik)
  • Jangan lupa untuk tidur selama 20-30 menit
  • Siapkan supir cadangan untuk bergantian berkendara
  • Ingat selalu untuk menghargai pengguna jalan lain
  • Menjaga fokus dan kewaspadaan baik saat arus lalu lintas padat atau lengang
  • Selalu jaga jarak aman, tiga detik dengan kendaraan di depan
  • Jangan terpancing dengan pengendara lain yang provokatif

4. Patuhi Aturan Lalu Lintas; Mudik aman, nyaman dan selamat

  • Patuhi tiap rambu lalu lintas , marka jalan dan lampu lalu lintas
  • Jangan membawa penumpang dan barang dengan berlebihan
  • Beri kesempatan kendaraan lain yang telah menyalakan lampu sign
  • Tidak ‘ngebut’ karena mudik perjalanan silaturahim
  • Hindari berponsel saat mengemudi
  • Tidak menggunakan sirine, strobo dan rotator
  • Jika berkendara secara berkelompok jangan nyalakan lampu hazard, ingat hazard hanya untuk darurat dan posisi berhenti
  • Selalu Ikuti arahan dan perintah petugas kepolisian

Tips Kembali dari Mudik

5. Rencanakan Perjalanan Kembali; Jangan tergesa-gesa, ingat keselamatan yang utama

  • Berdoa sebelum memulai perjalanan
  • Rencanakan perjalanan dengan matang
  • Perkirakan dengan matang untuk waktu tempuh dan kepadatan arus balik agar  cukup waktu untuk beristirahat dan siap beraktifitas kembali di hari kerja.
  • Pantau informasi arus balik terkini melalui media online dan media sosial. Ingat , pantau informasinya  jangan saat berkendara!
  • Jadikan perjalanan kembali dari mudik adalah perjalanan kembali untuk mencari nafkah
  • Hindari tergesa-gesa saat perjalanan kembali dari mudik, ingat keselamatan yang utama
  • Jangan memaksa diri tetap berkendara jika sudah mengantuk
  • Beristirahat dan tidur selama 20-30 menit di lokasi-lokasi istirahat, seperti posko mudik, SPBU dan rest area
  • Tetap menjaga fokus, kewaspadaan saat berkendara dan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan
  • Ingatlah selalu, hakikat berkendara adalah tiba selamat di tujuan

Indahnya Berbagi di Jalan Raya

Indahnya Berbagi di Jalan Raya

Salah satu hal yang menjadi akar permasalahan karut marut lalu lintas di kota besar seperti di Jakarta adalah tidak adanya rasa ‘tepa selira’ di jalan raya atau saling menghargai sesama pengguna jalan. Di jalan raya sehari-hari mudah ditemui pengendara saling berebut berada paling depan saat lampu merah menyala hingga melampaui zebra cross dan garis setop . Belum lagi pengendara lain yang tidak memberikan kesempatan pengendara lain yang sudah memberikan isyarat untuk berbelok atau memutar arah.

Hal inilah yang diangkat Road Safety Association (RSA) Indonesia pada kesempatan diskusi seputar keselamatan jalan pada acara Santunan dan Buka Puasa Bersama anak yatim piatu yang digelar Pajero Indonesia chapter Bekasi atau lebih dikenal dengan PIWan Patriot pada Sabtu (18/06) yang bertempat di salah satu hotel di kawasan Jatiasih, Bekasi.

“Bukankah bulan Ramadhan adalah bulannya berbagi dengan sesama? Tidak ada salahnya saat di jalan raya pun kita sudi berbagi jalur jalan dengan pengguna jalan lain,”ujar Ivan Virnanda, Ketua Umum RSA Indonesia.

“Saat di jalan raya, kita ini siapa sih? Bukankah posisi kita sama seperti pengguna jalan lainnya? Maka berperilaku yang santun, saling menghargai sudah menjadi keharusan,”tambah Ivan lagi.

“Begitu pula saat sebuah klub/komunitas otomotif melakukan touring. Harus diingat, posisi kita sama seperti pengguna jalan lainnya,”sergah Ivan.

Sebagaimana yang sudah diusung sejak RSA Indonesia lahir, membawa prinsip berkendara yang aman dan selamat dengan menerapkan segitiga RSA secara simultan saat berkendara. Segitiga RSA terdiri dari memahami dan melaksanakan aturan yang berlaku (Rules), memiliki keterampilan berkendara yang mencukupi (Skill) dan berperilaku santun dan saling menghargai (Attitude).

“Hal yang paling sulit dilakukan biasanya aspek Attitude. Jika Rules bisa kita baca aturannya dan terapkan. Skill bisa dilatih di sekolah mengemudi dan pelatihan berkendara. Tapi Attitude harus dibiasakan,”tutup Ivan. (ls)

 

Berkendara Aman dan Selamat Untuk Orang Tercinta

Berkendara Aman dan Selamat Untuk Orang Tercinta

Berkendara dengan mengikuti aturan yang berlaku, memiliki keterampilan berkendara yang mencukupi dan berperilaku santun, saling menghargai sesama pengguna jalan dan sudi berbagi ruas jalan adalah tiga hal yang seharusnya dimiliki setiap pengendara di Indonesia. Hal ini dilakukan selain untuk keselamatan diri sendiri juga yang terpenting untuk keselamatan orang lain, keluarga, teman, sahabat dan semua orang yang kita cintai. Hal ini disampaikan oleh Rio Octaviano, Badan Kehormatan RSA Indonesia pada Minggu (29/05) di acara Customer Gathering yang bertempat di Auto 2000, Jalan Veteran, Purwakarta, Jawa Barat.

“Kita berperilaku selamat di jalan bukan untuk siapa-siapa, selain buat diri sendiri juga buat orang-orang yang kita cintai,”ujar Rio.

Di sisi lain, Rio juga mengungkapkan betapa pentingnya konsentrasi saat  berkendara. “Saat ini fenomena gadget sangat luar biasa. Dari mulai bangun tidur, saat makan hingga hendak tidur, gadget selalu di tangan. Ironisnya, saat berkendara pun gadget tak lepas dari tangan si pengemudi,”sergah Rio.

Pada kesempatan lain, Kanit Dikyasa Polres Purwakarta, Bapak Aiptu Sugino yang juga menjadi pembicara lainnya menyampaikan beberapa tips berkendara aman dan selamat saat arus mudik dan balik lebaran nanti. “Selalu patuhi aturan dan ikuti arahan petugas di lapangan. Mudik perjalanan silaturahim bukan untuk gaya-gayaan,”ujar Bapak Sugino.

Customer gathering ini sudah rutin digelar Auto 2000 Purwakarta namun baru kali ini mengambil tema “Berkendara Aman dan Selamat” dan mengundang pihak kepolisian serta pegiat keselamatan jalan seperti RSA Indonesia. “Rencananya acara ini kami adakan secara rutin. Di Purwakarta masih sangat jarang kegiatan yang mengajak masyarakat sadar pentingnya berkendara aman dan selamat,”ujar Pak Dede, Kepala Cabang Auto 2000 Purwakarta. “Kami berharap sinergi antara Auto 2000, RSA, dan kepolisian dapat berlanjut,”tutup Pak Dede. (luckysubiakto)

 

 

Hidup Ada Aturan, Termasuk di Jalan Raya

Hidup Ada Aturan, Termasuk di Jalan Raya

Sabtu (28/05) berkesempatan berbagi wawasan ‪#‎roadsafety‬ bareng komunitas Queen Rides di sebuah hotel di kawasan Blok M, Jakarta Selatan

RSA Indonesia yang diwakili Sekjen, Nursal Ramadhan menitikberatkan pada berkendara yang berpedoman pada aturan yang berlaku. “Berkendara itu ibarat rumah yang punya pintu dan jendela. Anda mau masuk rumah ya lewat pintu, tidak bisa lewat jendela. Semua ada aturannya,”ujar Nursal.

Di sisi lain, anggota divisi kegiatan RSA Indonesia, Citra Ayu Lestari menyampaikan beberapa tips buat perempuan pengendara agar terhindar dari kejahatan jalan raya.

Sepekan Operasi Patuh Jaya, Pemotor Dominasi Pelanggaran

Sepekan Operasi Patuh Jaya, Pemotor Dominasi Pelanggaran

Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2016 sejak 16 Mei 2016, hingga 29 Mei 2016. Sejak operasi dilakukan sejak hari pertama 16 Mei 2016 hingga hari kedelapan 23 Mei 2016 sudah banyak kendaraan yang ditilang oleh pihak kepolisian.

“Hasil jumlah tilang sebanyak 59.507, jumlah teguran sebanyak 5.550,” kata Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Direktorat Lalu Lintas dari Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto, dalam keterangannya, Selasa 24 Mei 2016.

AKBP Budiyanto menambahkan, dari jumlah tilang tersebut sebanyak 21.345 SIM (Surat Ijin Mengemudi) dan 37.908 STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) disita. “Sedangkan sebanyak 248 motor dan 6 mobil disita,” kata AKBP Budiyanto.

Lebih lanjut, AKBP Budiyanto menambahkan, untuk kendaraan yang melanggar masih didominasi pengendara sepeda motor.

“Untuk Bus sebanyak 1.137 pelanggaran, Mikrolet sebanyak 4.347, Metro Mini 932, Taksi 3.070, Kendaraan Barang 1.862, Kendaraan Pribadi 4.953 dan Sepeda Motor 43.206,” ucap AKBP Budiyanto.

Untuk jenis pelanggaran, Budiyanto menyebut pelanggaran rambu-rambu masih mendominasi.

“Jenis pelanggaran melanggar rambu-rambu sebanyak 40.259, tidak pakai sabuk pengaman sebanyak 930, tidak pakai helm sebanyak 4.479, bermain handphone sebanyak 377, tidak menyalakan lampu di siang hari sebanyak 2.532, terkait muatan sebanyak 1.106, tidak lengkap surat kendaraan sebanyak 6.815, dan pelanggaran pelat nomor sebanyak 957,” kata AKBP Budiyanto.

Terkait kecelakaan lalu lintas, Budiyanto mengatakan, jumlah kejadian sebanyak 56 laporan dengan jumlah korban 58 orang. “Korban meninggal dunia ada 9 orang, luka berat 11 orang dan luka ringan 38 orang,” ujar AKBP Budiyanto.

Dari kecelakaan tersebut, sebanyak 47 motor, 5 kendaraan umum, 16 kendaraan pribadi, 14 kendaraan barang, 2 bus dan satu sepeda terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

“Dengan kerugian materi sebesar Rp 168.150.000,” ujar AKBP Budiyanto.

sumber: poldametrojaya.info