<a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-serukan-kikis-mentalitas-suap-ii/"><b>Siaran Pers RSA : RSA Serukan Kikis Mentalitas Suap</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-desak-perampungan-pp-undang-undang-llaj/"><b>Siaran Pers RSA : RSA Desak Perampungan PP Undang Undang LLAJ</b></a> <a href="http://rsa.or.id/rsa-indonesia-ikut-pertemuan-global-road-safety/"><b>Siaran Pers RSA : RSA Indonesia Ikut Pertemuan Global Road Safety</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-pekan-nasional-keselamatan-jalan-2009/"><b>Siaran Pers RSA : Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2009</b></a> <a href="http://rsa.or.id/siaran-pers-rsa-pemerintah-tidak-konsisten-2/"><b>Siaran Pers RSA : Pemerintah Tidak Konsisten</b></a>
 

Berkendara Redam Emosi

Berkendara Redam Emosi

JALAN raya punya segudang cerita. Lewat jalan raya pula, para penggila gadget dan kalangan jetset bisa menikmati kecanggihan teknologi informasi. Mau lewat mana mengangkut gadget android canggih yang mereka pakai? Pasti lewat jalan raya kan?
Namun, kisah Ade dan Veronika bukan soal kecanggihan gadget yang bisa memodifikasi foto menjadi lebih apik. Kisah keduanya seputar pengendalian emosi saat terjebak insiden kecelakaan. Ironisnya, Ade mendekam di hotel prodeo selama dua minggu. Buat kebanyakan dari kita, jangankan dua minggu, satu hari saja barangkali rasanya dunia mau kiamat. Kebebasan hilang.

Baca selebihnya

OVJ, Peduli Keselamatan Jalan

OVJ, Peduli Keselamatan Jalan

Pasti tahu OVJ dong, ya Opera Van Java, acara komedi yang saban malam hadir pada prime time di layar Trans 7. Saya juga menggemari acara tersebut sebagai selingan mencari hiburan setelah seharian beraktifitas.

Baca selebihnya

Menkes Endang dan Kiprahnya di Keselamatan Jalan

Menkes Endang dan Kiprahnya di Keselamatan Jalan

Tanggal 2 Mei 2012 menjadi hari berduka bagi dunia kesehatan di Indonesia. Menteri Kesehatan (non aktif) Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2, Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia karena sakit kanker paru stadium lanjut. Menkes meninggal dunia pada usia 57 tahun.

Menkes dinyatakan menghembuskan nafas terakhir pada hari Rabu 2 Mei 2012 tepat pukul 11.41 WIB demikian pengumuman resmi yang disampaikan dr. Akmal Taher, Direktur Utama RS. Cipto Mangunkusumo, rumah sakit tempat Menkes dirawat sejak tiga minggu yang lalu.

Baca selebihnya

Dilematika Himbauan @NTMCLantasPolri dan Diskresi Yang Kontraproduktif

Dilematika Himbauan @NTMCLantasPolri dan Diskresi Yang Kontraproduktif

Sobat sekalian pengguna twitter mungkin sudah tidak asing lagi dengan akun @NTMCLantasPolri, @TMCPoldaMetro maupun akun sejenis yang dikelola oleh aparat kepolisian di beragam daerah. Akun-akun tersebut amat aktif memberikan informasi terkait lalulintas dan juga himbauan-himbauan yang terkait dengan keselamatan jalan. Keberadaan akun-akun tersebut jelas sangat membantu mereka yang membutuhkan informasi lalulintas, himbauan terkait keselamatan jalan pun jelas suatu hal yang teramat positif. Bahkan tak hanya di twitter, himbauan serupa juga turut diberikan oleh polisi melalui akun-akun mereka di Facebook. Namun yang patut disayangkan adalah, seringkali himbauan-himbauan yang diinformasikan tidak sinergis dengan fakta yang ada di lapangan. Sebagai contoh adalah ketika akun-akun milik kepolisian menghimbau para followers di twitter untuk berhenti di belakang garis putih saat berada di traffic light, namun fakta menunjukkan masih ada oknum aparat yang melakukan pembiaran terhadap mereka yang melewati garis putih dengan alasan diskresi.

Baca selebihnya

Memoles Kegigihan Grup Helm Majelis Rasulullah

Memoles Kegigihan Grup Helm Majelis Rasulullah

HUJAN deras terus mengguyur kawasan Cakung, Jakarta Timur. Satu per satu, anak-anak muda itu berdatangan. Sebagian besar basah terguyur hujan. Maklum, mereka bersepeda motor.
“Sebagian tersendat, terhalang tiba kesini,” papar bro Syamsuri, ketua Gerakan Anak Majelis Rasulullah SAW Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas, saat berbincang dengan saya, di Cakung, Minggu (29/4/2012) siang. Kami berkumpul di Kampung Jembatan RT 12 RW 12 NO.30, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Baca selebihnya

Selamat Jalan Bro Rizal Pulsarian

Selamat Jalan Bro Rizal Pulsarian

Bro Rizal Pulsarian. (dok ndee)

 

 

SEBUAH pesan elektronik saya baca pagi ini, Kamis (19/4/2012). Sebuah berita duka dari sahabat saya di komunitas pengguan sepeda motor Pulsarian.

Email yang dikirim kolega saya bro Ndee, yang juga Ketua Harian Pulsarian. Jujur saja, artikel itu menghanyutkan saya pada satu titik. Kekuatan Sang Pencipta tak ada bandingnya di dunia yang fana ini. Manusia hanya bisa ikhtiar dan tentu saja berdoa.

Inilah surat elektronik tersebut.

 

 

Telah meninggal dunia kawan, sahabat dan saudara kami Bro Rizal #701 Pulsarian PRA Depok tadi pagi…

 

Kronologis Singkat Menurut Sopir Bus Bianglala:
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.50 WB. Ketika melintas di Jl RE Martadinata,
Ciputat, Tangerang Selatan, tepatnya di depan Tip-top, sopir bus dikejutkan oleh dua sepeda motor, bebek dan skutik yang mendahului dgn menyelinap dari sebelah kiri. Karena terkejut, sang sopir bus tidak sadar bus yang dikemudikannya melambung ke jalur berlawanan arah, sehingga terjadi adu banteng dengan motor yang dikendarai bro Nefrizal Chaniagho Panai (Rizal).

 

Bro Rizal merupakan orang yg baik dan sangat faham safety riding terlihat dari pakaian sehari2nya saat berkendara yang lengkap… Tetapi Allah berkehendak lain…

 

Pulsarian awal tahun 2012 ini mengalami duka yang sangat dalam… tiga orang anggota kami terlibat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan fatal dan mengambil nyawa mereka… dua orang karena kejadian akibat dari orang lain lalai… dan satu orang akibat dirinya yg lalai… tidak ada yg ugal2an atau berkendara seenaknya… tapi takdir telah berkata lain…

 

Baru hari minggu kemarin kami mencanangkan program Tahun Zero Accident dan melakukan ikrar bersama serta memulai program2 keselamatan jalan dan edukasi yg lebih giat lagi…

 

Semoga kejadian ini tidak akan pernah menyurutkan kita semua dalam berstrategi berkendara di jalan raya… lebih waspada dan lebih fokus… semua unsur segitiga RSA lebih di perdalam dan di amalkan terus menerus…

 

Bila ada yg kenal  beliau atau sering berpapasan di jalan terutama jalur sawangan, ciputat dan sekitarnya… bila ada kesalahan beliau di masa lalu mohon untuk di bukakan pintu maaf sebesar2nya…

 

Risk never sleep…

 

Pulsarian Saat Ikrar Zerro Acident 2012-2013 di Bogor. (dok pulsarian)

 

Ya. Sahabat kita bro Rizal tertabrak bus yang menghindar ke jalur berlawanan. Sepenggal berita dikirimkan kolega saya yang lainnya, bro Benny melalui surat elektronik di milis Road Safety Association (RSA).

 

Pemotor Tewas Tertabrak Bus Bianglala di Ciputat

Dhurandhana - detikNews

Kamis, 19/04/2012 03:13 WIB

Jakarta Sebuah bus Bianglala menabrak pengendara motor di Jalan RE Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan. Akibat peristiwa itu, korban meninggal di tempat. “Korbannya meninggal di lokasi. Petugas laka lantas saat ini masih menanganinya,” ujar petugas Trafic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Aiptu Sriyoko sat dihubungi detikcom, Rabu (19/4/2012).

Sriyoko mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, korban dan pelaku menuju arah Supermarket Tip-Top. Kecelakaan melibatkan bus bernopol B 7751 WB dan motor Fulsar bernopol B 6562 EKW.

“Kalau busnya tidak berpenumpang. Karena di dekat situ kan ada pool Bianglala,” jelasnya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut bermula dari saksi di lokasi. Saksi menyebutkan, dua korban dibawa ke RS Fatmawati. Hingga kini, korban belum diketahui identitasnya.

 

Ikhtiar dan ikhtiar. Hanya itu yang bisa kita lakukan. Semua tergantung Yang Maha Kuasa. Komunitas Pulsarian yang saya kenal cukup berkomitmen tentang pentingnya keselamatan jalan (road safety), khususnya di kalangan pemotor yang menjadi basis komunitas tersebut.

Pada Minggu, 15 April 2012, Pulsarian menggelar kopdar gabungan sekaligus merayakan hari jadi mereka yang kelima. Bertepatan dengan kegiatan tersebut, Pulsarian pun mencanangkan tahun nihil kecelakaan (zero accident). Sebuah itikad mulia. Sebuah ikhtiar agar hidup lebih baik pada esok hari.

Program Tahun Zero Accident Pulsarian 2012-2013, menurut Ketua Umum Pulsarian Bro Edy Sunardi, bertujuan untuk membentuk kesadaran dan komitmen bersama seluruh Ranger Komunitas Pulsarian Indonesia terhadap keselamatan berkendara demi tercapainya “Zero Accident” atau “Nihil Kecelakaan” dalam Komunitas Pulsarian. Sebuah ikhtiar yang mulia.

Inilah ikrar yang dibacakan bersama oleh 13 PRA Pulsarian (sebutan untuk cabang dari Pulsarian):

 

Terus terang, saya merinding membaca ikrar tersebut. Sebuah keinginan yang ikhlas demi keselamatan bersama saat berlalu lintas jalan. Kita semua tahu, Indonesia memiliki catatan hitam soal kecelakaan lalu lintas jalan. Pada 2010 dan 2011, sedikitnya 31 ribu orang tewas akibat kecelakaan di jalan. Artinya, ada sekitar 86 orang yang tewas setiap hari. Mayoritas adalah pemotor.

Bro Rizal menjadi salah satu sahabat kita yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Selamat jalan bro, doa kami menyertaimu. Tuhan, dengar doa kami, tempatkan sahabat kami di tempat yang layak di sisi Mu. Selamat jalan bro Rizal. Amin. (edo rusyanto)

Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009

Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan

Bagi siapa saja yang memerlukan dapat mengunduhnya dengan meng – klik Link di bawah ini :

UU No. 22/2009 (PDF)

Bahas Fenomena Gerombolan Bermotor di O-Channel

Bahas Fenomena Gerombolan Bermotor di O-Channel

Pagi ini (16/4) RSA yang diwakili oleh bro Benny kembali didaulat untuk hadir ke acara bincang-bincang bersama Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya di acara Pagi Jakarta O-Channel. Acara yang singkat dan sarat makna ini kerap mengulas isu-isu terhangat di masyarakat kota Jakarta. Kali ini kasus geng motor menjadi topik bahasan.

Baca selebihnya

Di Paris van Java Bahas Keselamatan Jalan

Di Paris van Java Bahas Keselamatan Jalan

PEMOTOR bersendal jepit gagal menginjak rem belakang. Jempolnya putus tergerus aspal. Dia menabrak mobil. Pemotor dan pengemudia mobil terluka.

“Saya sempat terluka, sabuk pengaman membantu saya tidak terpental menghantam kaca mobil,” urai Rini, dari kelompok pengguna mobil Axic, di Bandung, Sabtu (14/2/2012) siang.
Dia menceritakan peristiwa naas yang menimpanya beberapa tahun lalu saat saya tanya siapa yang pernah tabrakan. Dalam kecelakaan lalu lintas jalan di Jogjakarta itu, mobil Rini juga ditabrak dari belakang oleh dua motor lainnya.

Baca selebihnya

Belok Kiri Langsung

Belok Kiri Langsung

PERTIGAAN lampu merah Cibubur dengan Jl Raya Bogor ada pemandangan lain. Kini untuk yang dari arah Pasar Cibubur menuju ke Jl Raya Bogor diberi rambu ‘Belok Kiri Langsung’. Akhirnya, setelah sekian lama.

Sekadar informasi saja, di pertigaan tersebut kerap kali membingungkan. Maksudnya, ketika belum ada rambu itu, belok kiri tidak boleh langsung atau kita singkat saja menjadi bekitibolang. Hal ini kalau kita mengacu pada Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Khususnya di pasal 112 ayat (3) yang berbunyi

pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas.

Sebelum UU itu berlaku pada 2010, kebiasaan saya di setiap pertigaan, untuk ke kiri langsung saja. Tentu setelah memastikan kondisi arus kendaraan cukup aman. Tidak membahayakan pengguna jalan yang lain. Nah, saat UU itu berlaku, dan belum ada rambunya, kebiasaan lama masih terjadi. Pernah suatu ketika berhenti, suara klakson langsung bersahut-sahutan. Kadang-kadang malah ada cibiran dan pandangan sinis.

Kini, setelah ada rambu itu, jadi tenang rasanya untuk belok kiri. Langsung saja bro. Walau, tetap waspada mengingat tak jarang angkutan kota berhenti untuk menunggu penumpang. Wah tambah semrawut deh.
Soal aturan bekitibolang, rasanya sepenglihatan saya tidak terlalu efektif. Tetap saja terjadi praktik belok kiri langsung. Barangkali sosialisasinya belum cukup sehingga banyak pengguna jalan yang tidak memahami. Kalau sudah begini, rasanya para petugas harus gencar menyosialisasikan. Tindakan simpatik perlu diperlihatkan ke pengguna jalan. Beritahu mereka yang tidak tahu. Atau, rambunya diperbanyak supaya jelas bagi kami para pengguna jalan. Benar kan? (edo rusyanto)