KAWASAN perempatan Cikapayang Dago, Kota Bandung, Jawa Barat disesaki pedestrian. Sebagian lainnya menunggang sepeda kayuh dan berseliweran dengan skateboard. Pagi itu, kawasan Dago memberlakukan hari tanpa kendaraan (car free day).

Tim Road Safety Association (RSA) Indonesia hadir di tengah-tengah gairah mewujudkan hidup tanpa polusi di kota berjuluk Kota Kembang, Minggu, 24 November 2013 pagi. RSA Bandung sebagai sayap RSA Indonesia di Bandung memilih kawasan CFD Dago untuk menggelar aksi damai World Day of Remembrance (WDOR) for Road Traffic Victim tahun 2013 RSA Indonesia. “Disini cukup ramai, cocok untuk menggelar aksi damai, masyarakat bisa membaca pesan di spanduk yang kami bentangkan,” ujar kang Ibrahim, ketua Pusat Informasi dan Kegiatan (PIK) RSA Bandung, di Dago, Sabtu pagi.

Aksi pembentangan spanduk cukup memikat warga kota Bandung. Mereka yang berlalu lalang menyempatkan diri membaca pesan di spanduk yang mengusung soal keselamatan pejalan kaki dan membangkitkan optimisme korban kecelakaan. Petaka di jalan raya menyakitkan banyak kalangan. Para korban menderita, para keluarga korban dirundung nestapa. Bahkan, kita tak jarang menyaksikan pelaku kecelakaan lalu lintas jalan menghadapi getirnya kasus pidana. Pelaku kecelakaan divonis masuk penjara.

“Lewat aksi damai ini, kami berharap bisa membantu mengingatkan pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat,” sergah Edo Rusyanto, ketua umum Road Safety Association (RSA) Indonesia di Bandung, Minggu.

Terkait aksi WDOR, kata Edo, RSA Indonesia ingin mengajak para korban kecelakaan yang menderita luka fisik untuk kembali optimistis menjalani kehidupan. Optimisme menopang seseorang untuk kembali produktif. “Kita tahu, tiap hari ratusan orang menderita luka ringan dan berat akibat kecelakaan di Indonesia,” kata Edo.

Di Indonesia, tiga provinsi yang tertinggi korban kecelakaannya adalah Jawa Timur, yakni sekitar 15 jiwa tewas tiap. Lalu, Jawa Tengah sekitar 10 jiwa tewas tiap hari dan Jawa Barat sekitar 9 jiwa tiap hari.

Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat menjadi titik penting dalam gerakan penyebaran berkendara yang aman dan selamat. Semangat ‘Bandung Lautan Api’ bisa menjadi inspirasi untuk terus gigih meneriakkan ajakan berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. “Relawan di Bandung masih harus terus ditingkatkan semangatnya,” kata Kang Ibrahim.

Aksi damai di Bandung yang berlangsung sekitar satu jam itu merupakan putaran kelima dari aksi WDOR 2013 RSA Indonesia. Putaran pertama digelar dalam dua aksi, yakni di klub Plaza Indonesia Motor Club (PIMC) Jakarta Pusat, Sabtu, 9 November 2013. Lalu, pada hari yangg sama di kelompok pesepeda motor SC225 di Ragunan, Jakarta Selatan.

Dalam putaran kedua, RSA bersinergi dengan komunitas Pulsarian Indonesia PRA Bekasi, Kaliber, di Bekasi, Minggu, 17 November 2013.

Sedangkan putaran ketiga digelar di SMA 1 Negeri Cirebon, Cirebon Kota dan di SMK NU Mekanika, Kabupaten Cirebon. Aksi di Cirebon dilangsungkan pada Sabtu, 16 November 2013. “Ya Allah semoga apa yang kami lalukan bermanfaat bagi kami semua,” harap Fahad A Sadat, kepala sekolah SMK NU Mekanika.

Putaran ketiga digelar bersama Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisaksi, di Jakarta, Sabtu, 23 November 2013.

WDOR adalah aksi perenungan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan yang digulirkan serempak di seluruh dunia pada 17 November, dalam setiap tahunnya. Tiap tahun, dunia kehilangan lebih dari satu jiwa akibat kecelakaan lalu lintas jalan. RSA Indonesia tahun ini menggelar aksi WDOR dalam enam putaran sepanjang November 2013. Tiap putaran diisi satu hingga tiga kegiatan berwujud informasi, sosialisasi, dan edukasi keselamatan jalan yang menjangkau komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat umum. Putaran tersebut digelar di empat kota di DKI Jakarta dan Jawa Barat, yakni Bandung, Bekasi, Cirebon, dan Jakarta. (edo rusyanto)

20131126-231614.jpg

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.