RUANGAN di lantai dasar kampus Universitas Bakrie, Jakarta Selatan, dipadati siswa-siswi sekolah menengah umum (SMU). Mereka duduk rapih berderet. Para siswa berdatangan dari beragam sekolah di Jakarta.

Tim Road Safety Association (RSA) terdiri atas Edo Rusyanto, Nursal, dan Ivan Virnanda, hadir mengisi materi keselamatan jalan (road safety), Kamis (10/1/2013) siang, di universitas tersebut. “Materi untuk para siswa yang hadir dalam rangka campus visit,” jelas Ade Asmi, head of Civil Engineering Departement Universitas Bakrie, Kamis.

Berbincang dengan seratusan siswa SMU bukan kali pertama bagi RSA. Sejak 2008, lewat Safety Riding Goes to School bersama Independent Bikers Club (IBC), RSA mencoba menularkan kesadaran berkendara yang aman dan selamat. Bagi RSA kelompok siswa SMU merupakan bagian penting di masyarakat dalam penyebaran kesadaran berkendara. Maklum, korban kecelakaan di kelompok usia SMU tergolong tinggi.

Kehadiran RSA kali ini tergabung dalam Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) yang berkolaborasi dengan Program Teknik Sipil Universitas Bakrie. Dari MTI tampil Milatia yang mencanangkan program keselamatan jalan bagi anak-anak.

Antusiasme para siswa cukup tinggi. Paparan soal pentingnya berkendara yang aman dan selamat dilahap dengan seksama. Terlebih, materi yang dibawakan dilengkapi dengan tayangan audio visual. Mulai dari soal kecelakaan lalu lintas jalan, hingga soal etika berkendara yang aman dan selamat.

“Naik motor mestinya tidak galau karena bisa bikin lengah,” ujar seorang siswa.

Dia menimpali pertanyaan Nusral soal apa saja yang bisa bikin lengah saat berkendara. Maklum, kelengahan berkontribusi cukup besar terhadap faktor manusia. Kita tahu, faktor manusia berkontribusi hingga 53% atau paling tinggi dibandingkan faktor jalan, kendaraan, atau alam.

rsa siswa di univ bakrie

Perbincangan terus bergulir. Polanya, paparan, tanya jawab, paparan. Seru. Simak saja pernyataan para siswa.

“Bahaya kalau nyetir motor sambil nelpon,” sergah seorang siswi.

“Kalau gak pakai helm bisa bikin luka parah kalau kecelakaan,” ujar seorang siswi.

“Kadang-kadang saya suka ngebut di jalan raya, padahal ternyata bahaya juga yah,” kata seorang siswa.

Perbincangan yang cukup cair, sesekali diselingi ungkapan-ungkapan jenaka. Mengundang senyum bahkan tawa. Terlebih saat para siswa diajak menyaksikan film kartun soal etika di jalan. Sontak tawa ceria anak remaja pun membahana.

“Kalau sudah tahu, saatnya kita praktekin di jalanan. Buat keselamatan kita semua,” ajak Nusral yang juga kepala divisi Humas RSA.

Hujan di luar gedung masih berjatuhan dari langit saat Tim RSA berpamitan. Perbincangan road safety menjadi menu menarik siang itu. Transformasi pengetahuan memang idealnya dibarengi praktik yang berkesinambungan. Patut diacungi jempol civitas akademika Universitas Bakrie yang menyelipkan materi keselamatan jalan dalam program campus visit kali ini. (edo rusyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *