BUKAN lantaran kami, Road Safety Association (RSA) diundang hingga dua kali ke stasiun TV O Channel, lantas saya memberi jempol buat tv siaran lokal ini. Acungan jempol karena O Channel peduli masalah keselamatan jalan. Pantas diapresiasi.
Saya dan RSA juga pernah diundang Indosiar, Metro TV, dan TV One, kami juga apresiasi. O Channel tergolong cukup gencar. “Kami mengangkat tema keselamatan jalan karena berkaitan dengan kehidupan kota Jakarta,” kata Dewi, pengelola rubrik Pagi Jakarta, Rabu (21/9/2011) pagi, di sela sarapan nasi uduk di sekitar kantor O Channel. Stasiun TV ini berkantor di Gedung SCTV, Senayan City, Jakarta Pusat.
Sarapan di pinggir jalan seusai siaran, lumayan mengganjal perut saya dan bro Benny. Maklum, saya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB, hanya sempat minum segelas susu hangat.
Balik lagi soal O Channel. Stasiun TV yang bernaung di bawah kelompok SCTV ini, memang membidik pemirsa di Jakarta dan sekitarnya.

Amat wajar jika mengupas soal keselamatan jalan, terlebih jika terkait para pemotor. Jakarta yang dipadati sekitar 11 juta kendaraan, memiliki catatan angka kecelakaan lalu lintas jalan yang cukup tinggi. Data Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebutkan, dalam tiga tahun terakhir jumlah korban tewas rata-rata per hari mencapai sebanyak tiga orang. Keterlibatan sepeda motor berkisar 60-70%.

 

 

“Kami juga tertarik membahas soal kurikulum keselamatan jalan yang dipakai untuk sekolah,” ujar Dewi yang berangkat dari kos-kosan ke kantor naik ojek motor.
O Channel melihat persoalan perilaku menjadi momok dalam kecelakaan. “Cuma bagaimana yah mengubah perilaku berkendara dari seruntulan menjadi berkendara yang aman dan selamat,” tanya sang host Pagi Jakarta, Lucy Wiryono, Rabu pagi.

Lucy termasuk host yang peduli keselamatan jalan. Saat saya titipkan pesan agar dalam membawakan acara siaran langsung MotoGP diselingi pesan keselamatan, Lucy tersenyum. “Iya nanti saya selipkan deh,” selorohnya. Janji yah. (edo rusyanto)

 

About Lucky

Disiplin, Tertib, Teratur. 3 hal inilah yang diajarkan oleh orang tua sejak saya kecil sehingga men-darah daging hingga saat ini. Semoga istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *