ISMANTO harus berpulang dengan cara yang tak seorang pun menginginkannya. Tewas tertabrak truk. Pria berusia 25 tahun itu, meregang saat sepeda motornya dihajar truk trailer di Jl Latumenten arah Pluit, Jakarta Barat. Hari baru saja beringsut memasuki pukul 07.30 WIB, Sabtu (22/8), ketika Ismanto bersimbah darah dan terbujur kaku di RS Sumber Waras, Jakarta Barat.

 

 

 

Potret buram Ismanto merupakan salah satu dari mayoritas korban kecelakaan di jalan Jakarta. Sepanjang Januari-Agustus 2009, mayoritas pengendara sepeda motor (bikers) yang menjadi korban kecelakaan di jalan Jakarta akibat ditabrak mobil yakni 42,68%. Selebihnya disebabkan oleh lepas kontrolnya bikers, motor menabrak motor, hingga motor ditabrak kereta api.

Selama delapan bulan 2009, sekitar 25,94% korban kecelakaan bikers harus menemui ajal di atas aspal, selebihnya menderita luka ringan dan luka berat.

Secara fisik, sepeda motor menjadi subordinasi kendaraan roda empat seperti jenis multi purpose vehicle (MPV), apalagi bus dan truk. Sudah menjadi takdir, sikecil bakal mudah ditaklukan oleh siempunya tubuh besar. Saling serobot, sikecil pun tersungkur. Hukum jalan raya, yang kuat yang menang.

Di tengah itu semua, kita rindu penegakkan aturan yang mendorong terwujudnya rasa aman dan nyaman berlalu lintas. Aturan termutakhir UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), menyiapkan segudang sanksi yang tergolong berat dari sisi denda maupun pidana. Tengok saja misalnya, hukuman denda Rp 12 juta dan kurungan enam tahun. Kedua sanksi itu ancaman bagi pengendara yang menimbulkan kecelakaan sehingga korbannya meninggal dunia.

Menurun

Angka kecelakaan yang melibatkan bikers sepanjang Januari-Agustus 2009 menurun 21,2% yakni dari 257 menjadi 212 orang.

Pada 2008, total korban kecelakaan yang melibatkan sepeda motor sebanyak 257 orang terdiri atas tewas 63 dan luka 194. Sedangkan 2009, total korban sebanyak 212 orang terdiri atas 55 tewas dan 157 luka-luka.

Berdasarkan data yang dipublikasikan http://www.lantas.metro.polri.go.id, sepanjang delapan bulan 2009, jumlah korban tewas turun 15,5% dan korban luka turun 23,6%.

Dari total 164 kasus kecelakaan sepeda motor yang dipublikasikan, sekitar 65,12% korbannya adalah usia produktif yakni 20-39 tahun. Sementara itu, rentang waktu yang paling sering terjadi kecelakaan di Jakarta adalah pukul 06.00-12.00 WIB yakni mencapai 37,20%. Di Jakarta, rentang waktu tersebut adalah saat warga berangkat menuju tempat aktifitas seperti kuliah, bekerja, maupun berwiraswasta. Dengan populasi sepeda motor sekitar 6 juta unit, jalan Jakarta bagai kolam es cendol. (edo rusyanto)

About RSA Admin

RSA memfokuskan diri pada isu-isu pentingnya keselamatan jalan dengan menekankan ketaatan kepada peraturan lalu lintas, perilaku berkendara yang tepat dan standar minimum keterampilan berkendara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *